Home News Antusiasme Tinggi Edukasi Keselamatan Berkendara Daihatsu di Surabaya

Antusiasme Tinggi Edukasi Keselamatan Berkendara Daihatsu di Surabaya

4 min read

Program keselamatan berkendara Daihatsu akhirnya tiba di penghujung rangkaian tujuh seri. Seri penutup di Surabaya ini tetap meraih simpati dan antusiasme tinggi dari komunitas Daihatsu di Jawa Timur.

Drive and Hype – Gelaran “Auto Clinic 2019: Anticipated Driving Program” yang dibikin Daihatsu bersama GT Radial akhirnya sampai di penghujung rangkaian acara. Seri ke-7 sekaligus penutup ini berlangsung di Outlet Astra Daihatsu Cabang Surabaya. Tercatat lebih dari 50 anggota Komunitas Daihatsu di Jawa Timur menghadiri batch terakhir dari total tujuh batch yang diagendakan sepanjang 2019 ini. Acara serupa sebelumnya digelar di area Jakarta, Bandung, Semarang, Bekasi, dan Tangerang.

Mirip di kota lain sebelumnya, antusiasme peserta tetap tinggi. Kendati berlangsung di Surabaya, namun banyak peserta juga hadir dari beberapa wilayah Jawa Timur lainnya, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Blitar, Malang, dan Madiun.

Dalam sambutan pembukaannya, Sapto Pamungkas, Kepala Bengkel sekaligus Koordinator Servis Wilayah Jawa Timur PT Astra International Daihatsu Sales Operation, menyatakan puas atas antusiasme dan sambutan positif anggota klub Daihastsu. Harapannya, event ini menjadi awal silaturahmi antara komunitas dan outlet Daihatsu. “Klub dan outlet merupakan sebuah keluarga, yaitu keluarga besar Daihatsu, sehingga outlet kami ini juga menjadi rumah rekan klub atau komunitas Daihatsu,” ujar Sapto.

Trainer acara ini, Sonny Susmana, praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), memberi banyak tips keselamatan, termasuk additional skill berkendara para peserta. Salah satu materi menarik, pengungkapan fakta tingginya angka kecelakaan diakibatkan pecah ban dan kelelahan/mengantuk. Pecah ban bisa terjadi jika kondisi ban tidak layak pakai dan kurang angin.

Sementara kelelahan (fatigue) terjadi karena pengemudi mengabaikan sinyal tubuh untuk beristirahat dan memaksakan diri cepat sampai. Menurut Sonny, sebaiknya tubuh diistirahatkan jika berkendara lebih dari 3 jam. “Jika mengantuk, boleh minum kopi namun kemudian harus tetap tidur. Karena efek kafein akan dirasakan 1 jam setelah diminum. Sehingga saat bangun, tubuh fresh karena mendapat istirahat cukup dan efek kafein kopi.

Peserta Auto Clinic Surabaya mendengarkan penjelasan dari Sonny Susmana

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan praktek judgement ability test menggunakan New Astra Daihatsu Sigra. Sesi ini mengajarkan teknik pengereman, fokus berkendara, serta bagaimana mengambil keputusan jika mengalami kondisi tidak diinginkan saat berada di jalan raya. Sesi ini berlangsung ramai karena jika ada peserta menabrak cone, peserta lain langsung menyoraki. Jika berhasil melewati rintangan, kontan peserta lain memberi tepuk tangan.

Acara cukup menarik dan banyak memberi pengalaman serta pengetahuan baru. Bukan hanya teori tapi sesi praktek yang membuat deg-degan,” ungkap Hanif Ashari, anggota Avanza Xenia Club Indonesia Club (AXIC). Di akhir acara, Sonny menegaskan, seharusnya pengemudi mengendalikan mobil, bukan dikendalikan mobil. Kuncinya, mengikuti aturan lalu lintas dan selalu menggunakan akal sehat saat berkendara.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *