Home Otomotif Aksesoris/Aftermarket Product Apical Marunda Tetap Optimis Minyak Kelapa Sawit Punya Keunggulan Tersendiri dan Efisiensi Tinggi Produktivitasnya

Apical Marunda Tetap Optimis Minyak Kelapa Sawit Punya Keunggulan Tersendiri dan Efisiensi Tinggi Produktivitasnya

9 min read

Kelapa sawit memiliki banyak kegunaan dan tingkat efisiensi tinggi dalam produksinya. Dengan kekayaan alam, luasnya lahan, dan iklim tropis yang sesuai bagi habitat pohon kelapa sawit, kini Indonesia menjadi salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia. Fungsinya bermanfaat bagi berbagai kebutuhan manusia.  

Drive and Hype – Salah satu sektor perkebunan andalan Indonesia yang mampu berbicara di tingkat dunia dan mencetak devisa besar untuk negara, adalah kelapa sawit. Sebagai komoditas strategis, kelapa sawit memiliki banyak kegunaan. Namun yang utama, kelapa sawit merupakan tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. 

Minyak sawit selain berbentuk cairan atau minyak goreng, juga ada yang berwujud semi padat dan padat. Dengan kandungan lemaknya, minyak sawit memiliki nutrisi untuk tubuh manusia lebih baik dibanding minyak nabati lainnya.

 

Minyak sawit juga menjadi salah satu campuran bahan pembuatan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Bahkan, minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) kini terus dikembangkan sebagai campuran bahan bakar terbarukan untuk kendaraan diesel atau yang akrab dikenal Biodiesel. 

Di tingkat dunia, Indonesia bersama Malaysia menempati urutan pertama produksi minyak kelapa sawit, yang memasok sekitar 85 persen total produksi minyak sawit seluruh dunia. Kebutuhan minyak sawit dunia sendiri pada 2019 lalu mencapai 46 juta ton yang prediksinya akan terus meningkat hingga mencapai 76 juta ton per tahun, seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat dunia.

Kendati menjadi penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia bersama Malaysia, masih banyak masyarakat Indonesia masih awam dengan berbagai kelebihan minyak sawit yang bermanfaat bagi kesehatan. Bahwa kelapa sawit juga memberikan efek positif bagi kesehatan manusia berkat kandungan minyak nabati yang sehat.

“Masih banyak masyarakat belum memahami lebih detail bagaimana manfaat kelapa sawit untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk menjaga kebutuhan akan nutrisi yang bergizi. Perlu upaya edukasi lebih jelas dan konsisten agar masyarakat tahu bagaimana pentingnya penggunaan minyak kelapa sawit bagi kesehatan tubuh,” ujar Lim Teck Guan, General Manager Apical Marunda, produsen pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara.

 

Menurut Lim, berdasarkan riset internal, minyak kelapa sawit mengandung lemak yang seimbang antara asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh, dibanding minyak nabati lainnya. “Berkat komposisi imbang ini, minyak goreng sawit menjadi salah satu unsur penting gaya hidup diet yang sehat. Faktor ini tidak dimiliki minyak nabati lainnya. Seperti halnya karbohidrat dan protein, lemak merupakan sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam asupan nutrisi tubuh setiap harinya,” urai Lim Teck Guan, saat diskusi virtual online yang digelar Apical melalui aplikasi Zoom pada Rabu (17/6/2020).

Selanjutnya, dari segi lingkungan menurut Lim Teck Guan,  jika dirawat dan dilakukan dengan baik, kelapa sawit merupakan tanaman yang produktif dan memiliki kemampuan produksi yang berkelanjutan tahunan. Buahnya berupa tandan buah segar (TBS) yang bisa dipanen setiap 10 hari sekali. Sebagai salah satu pemain perkebunan kelapa sawit, perusahaannya mengadopsi konsep produksi berkelanjutan dengan tidak menanam sawit di hutan primer dan rendah dalam penggunaan pestisida. 

Pohon kelapa sawit merupakan tanaman yang cocok dengan iklim tropis seperti di Indonesia. Setiap pohonnya mampu menghasilkan sekitar 40 kilogram setiap kali panen. Tak heran, dengan jutaan hektar kebun kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia, mampu memasok 85 persen kebutuhan minyak kelapa sawit dunia. Produksi minyak sawit Indonesia sendiri diprediksi terus meningkat hingga 51 juta metrik ton di 2025. Saat ini minyak kelapa sawit berkontribusi sebesar 12 persen dari total pendapatan ekspor Indonesia.

Ditambahkan oleh Lim Teck Guan, perkebunan pohon sawit mampu menciptakan lapangan kerja. Luasnya perkebunan sawit tersebut, membuat industri ini mampu menyerap hingga 12 juta pekerja secara nasional. Yang mana masing-masing pekerja bisa merawat kebun sawit seluas 8 hektar.  

Lim Teck Guan juga menjelaskan, produksi minyak sawit Apical di Marunda lebih banyak digunakan untuk konsumsi domestik. Menurutnya, pasar ekspor minyak sawit ke depan masih positif seiring dengan pertumbuhan permintaan global. Selain itu, kelapa sawit merupakan tanaman yang sangat efisien dibanding tanaman lain.

Bicara komposisi konsumsi, sebesar 80% untuk pasar dalam negeri dan sisanya 20% untuk kebutuhan ekspor. “Dari 80 persen tersebut, produksi pabrik kami di Marunda masih fokus dan didominasi untuk kebutuhan suplai ke makanan. Kami bersyukur di masa pandemi ini hingga sekarang ekspor kami masih berjalan, tidak ada masalah,” ujarnya.

Tak lupa Lim Teck Guan juga menjelaskan keuntungan usaha pengembangan pohon sawit. “Nilai  produktivitas satu pohon kelapa sawit itu setara bisa menghasilkan minyak mencapai 40 kg. Karena, setiap buah mengandung sekitar 30 % minyak sawit,” tutur Lim.  Untuk produksi 1 ton minyak nabati, pohon sawit hanya butuh lahan 0,26 hektar.

Sementara minyak bunga matahari (sun flower) butuh lahan lebih luas, 1,43 hektar. Bahkan kacang kedelai sebagai salah satu sumber minyak nabati lainnya, butuh lahan hingga 2 ha. Artinya dibanding pohon kelapa sawit, jenis tanaman lain penghasil minyak nabati butuh lahan delapan kali lipat lebih luas untuk bisa menghasilkan 1 ton minyak nabati. “Selain lebih ramah lingkungan, kelapa sawit jauh lebih efisien dibanding tanaman minyak nabati lainnya,” beber Lim.

Karena melihat berbagai manfaat, efisiensi produksi, dan masa depan yang menjanjikan, Lim Teck Guan berharap, sosialisasi akan kegunaan secara detail dari minyak sawit bisa terus dioptimalkan ke tengah masyarakat. Terlebih tidak hanya untuk kebutuhan memasak, tapi juga menjadi bagian dari proses pembuatan kebutuhan keseharian lainnya, termasuk menjadi campuran bahan bakar diesel yang terbarukan.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Aksesoris/Aftermarket Product

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *