Home News Equator Ride, Stitching The World : Kang JJ Bersiap Lakukan Perjalanan Keliling Dunia Kedua Kalinya

Equator Ride, Stitching The World : Kang JJ Bersiap Lakukan Perjalanan Keliling Dunia Kedua Kalinya

11 min read

Sukses solo-touring bermotor keliling dunia di edisi pertama pada 2006 yang berlangsung 9 tahun, kini Jeffrey Polnaja akan kembali mengulanginya. Kalau ekspedisi pertama mengusung tema perdamaian dari Indonesia, di perjalanan keduanya Kang JJ mengambil tema “Equator Ride – Stitching The World”, yang menjahit keberagaman sambil mengenalkan produk Indonesia berkualitas tinggi ke dunia. 

Drive and Hype –  Siapa yang tidak kenal Jeffrey Polnaja? Ya, sosok biker tangguh yang inspiratif dan selalu bangga mewakili dan membawa nama baik Indonesia di kancah dunia motor dan penjelajah Internasional ini, akan kembali mengulang kisah sukses penuh liku perjuangannya dalam mengelilingi dunia naik motor sendirian (solo-touring).

Ya, Kang JJ, demikian sapaan akrab Jeffrey Polnaja, dalam kesempatan kedua kalinya mengarungi dunia kali ini, bakal mengeksplorasi keberagaman negara, budaya, sejarah, hingga kuliner di berbagai negara yang akan dilintasi, sambil terus mempromosikan berbagai kelebihan Indonesia di mata dunia.

Dengan tetap mempertahankan ciri khasnya yakni solo-touring, bila tak ada aral melintang, ekspedisi Kang JJ akan dimulai pada 28 Oktober 2019. Sebagai lokasi pelepasan, dipilih outlet Eiger, Bandung, Jawa Barat. Eiger sendiri lama dikenal sebagai merek produk asli Indonesia yang membuat berbagai perlengkapan menjelajah, mendaki gunung, hingga riding gears yang wajib dimiliki dan dipakai seorang biker.

Jeffrey Polnaja aka Kang JJ, biker inspiratif yang selalu memberi bukti dengan hobinya naik motor, yang konsisten dan komitmen tinggi terus mengenalkan Indonesia ke seluruh belahan dunia

Sekadar kilas balik, Kang JJ pertama melakukan solo-touring keliling dunia pada 2006. Perjalanan panjang solo-touring saat itu mengambil tema “Ride for Peace” yang intinya membawa misi perdamaian Indonesia untuk dunia, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia itu negeri indah dan damai. Karena saat itu, serangkaian berbagai peristiwa yang terjadi di Tanah Air sempat membuat khawatir para pelancong dan menurunkan drastis tingkat kunjungan wisata saat itu.

Selama 9 tahun, dengan mengandalkan BMW R1150 GS, Kang JJ melintasi hingga 97 negara dari berbagai benua, menempuh jarak 420.000 kilometer, dengan masa tempuh hingga 9 tahun!. “Lamanya waktu penjelajahan tersebut, karena dalam perjalanan saya banyak menghadapi berbagai kondisi tidak terduga, mulai ditabrak hingga motor hilang. Belum lagi harus menghadapi problem teknis motor, kondisi tubuh, dan perubahan cuaca ekstrem di antara benua dan negara,” cerita Kang JJ saat finish di Tanah Air.

Jeffrey Polnaja saat memberikan presentasi tentang perjalanan keliling dunia yang akan dijalaninya di depan peserta rapat koordinasi teknis IMI Pusat. IMI Pusat juga banyak memberikan bantuan administrasi yang dibutuhkan untuk perjalanan

Lamanya perjalanan ekspedisi pertama juga karena harus mengunjungi berbagai lokasi bersejarah dan fenomenal, termasuk peninggalan sejarah dan budaya di negara setempat. Perjalanan juga acapkali tertunda ketika Kang JJ harus melayani berbagai konperensi pers dan seremonial penyambutannya di berbagai negara. “Mereka kebanyakan melakukan penyambutan dan apresiasi tersebut secara spontan, lantaran mereka kagum dan terkejut melihat ada orang Indonesia touring keliling dunia pakai motor sendirian pula,” kenang Kang JJ sambil tersenyum.

Untuk perjalanan keliling dunia kedua kalinya ini, Kang JJ mengaku sudah belajar banyak dari berbagai masalah yang muncul di perjalanan pertama. “Antisipasi dan solusinya sudah saya persiapkan sejak dini. Namun namanya ketentuan Tuhan nantinya, kita kan tidak bisa menolak. Saya hanya terus berikhtiar, berdoa, yakin, dan menjaga semangat serta performa tubuh saya saja,” ungkap Kang JJ. Ia menambahkan, dalam melakukan perjalanan, yang paling membuatnya tenang dan optimis, dirinya selalu mengikuti apa kata hati dan tidak jumawa melawan kekuatan alam yang digariskan Maha Pencipta.

Kang JJ saat menjajal Honda Africa Twin 1.000cc yang bakal menemani perjalanannya selama 2 tahun ke depan   Foto: M. Raka

Kalau di kesempatan pertama dirinya mengandalkan BMW R1150GS sebagai andalan riding-nya, kali ini Kang JJ memilih Honda Africa Twin DCT – Adventure Sports 1000. Berbeda dengan motor sebelumnya yang saat itu datang CBU, motor andalan perjalanan kedua ini sudah dijual APM-nya, PT Astra-Honda Motor (AHM) di pasar domestik Tanah Air. “Kondisi motor sudah siap jelajah. Saya pilih motor ini lantaran sudah mengadopsi teknologi modern. Karakternya yang dual-purpose sesuai dengan misi yang akan saya jalani nanti,” jelas Kang JJ.

Kendati dengan pilihannya tersebut, ada beberapa rekannya yang menganjurkannya agar memilih motor berteknologi lebih konvensional saja agar mudah tertangani ketika ada trouble yang jauh dari keramaian. “Justru adanya keraguan beberapa teman terhadap kondisi teknologi canggih yang disematkan pada Africa Twin, bikin saya malah jadi penasaran ingin menjajal langsung bagaimana performa dan durability-nya. Bener gak, teknologi canggih Honda Africa Twin tersebut mampu mengatasi kondisi ‘real’ cuaca dan jalan sesungguhnya?” jelas Kang JJ yang juga penggemar Volkswagen klasik ini.

Motor Africa Twin DCT Adventure Sports 1000 yang ditunggangi Kang JJ kini terus dalam tahap persiapan, khususnya penambahan aksesori. “Kalau soal performa, saya sudah coba, dan sesuai dengan selera dan kebutuhan saya nanti di perjalanan. Saya sudah memberi sentuhan personalisasi sesuai kebutuhan, seperti aplikasi ban dual-purpose produk Shinko tipe 705 (ban depan) dan 805 (ban belakang). Lalu ada penambahan foglamp LED untuk kemudahan perjalanan malam, dan satu set boks bagasi produk Eiger Equator Ride Box, termasuk riding gears seperti jaket, sepatu, sarung tangan, dan pelindung tubuh lainnya dari produk Eiger.

Untuk misi keduanya ini, Kang JJ memilih tema “Equator Ride – Stitching The World”. Yakni dengan pemahaman touring menjelajahi dunia dengan rute mengambil garis khatulistiwa lalu bergerak ke arah utara dan selatan, seperti ‘menjahit’ dua kutub bumi. “Kalau di misi pertama saya memulai ke arah barat, maka di misi kedua jelajah dunia ini, saya memulainya ke arah timur lebih dulu,” imbuhnya.

“Antisipasi dan solusinya sudah saya persiapkan sejak dini. Namun namanya ketentuan Tuhan nantinya, kita kan tidak bisa menghindar. Alam juga punya kekuatan. Saya hanya terus berikhtiar, berdoa, yakin, dan menjaga semangat serta performa tubuh saya saja,” ungkap Kang JJ

Solo-touring keliling dunia yang kedua ini menurut Kang JJ diperkirakan bakal menempuh waktu selama 2 tahun. Saat ditanya sekitar berapa banyak negara yang akan dilintasi, Kang JJ akan berusaha semaksimal mungkin bisa mendatanginya. “Hasil akhir akan terlihat pada akhir perjalanan. Saya hanya ingin mencobanya dulu dengan segenap kemampuan saya.”

Ditambahkannya, penjelajahan kedua ini akan dilakukan sambil memperkenalkan berbagai produk karya bangsa Indonesia, antara lain produk Eiger yang diproduksi untuk berkendara motor. “Saya ingin perlihatkan kalau produksi anak negeri sudah berkualitas tinggi, sejajar dengan produk internasional. Ini yang harus kita gemakan di luar sana. Dunia internasional harus tahu bahwa Indonesia adalah negara yang hebat,” tutup Kang JJ dengan bersemangat.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *