Home News Hadapi Pandemi Covid-19, Honda Prospect Motor Fokus Efisiensi Bisnis dan Layanan Purna Jual

Hadapi Pandemi Covid-19, Honda Prospect Motor Fokus Efisiensi Bisnis dan Layanan Purna Jual

8 min read

PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatur strategi jitu guna menghadapi pandemi Covid-19, dengan fokus utama pada layanan ke konsumen dan memaksimalkan berbagai aspek efisiensi bisnis dari pabrik hingga operasionalnya.

Drive and Hype –  Dalam masa pandemi Covid-19 yang membuat Pemerintah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), membuat hampir semua industri dan bisnis cenderung merosot tajam, termasuk dunia otomotif tentunya. Dalam menghadapi situasi sulit dan serba terbatas tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) berupaya komitmen terus agar bisa melayani dan memenuhi kebutuhan konsumennya. Hal tersebut diungkapkan Yusak Billy K., Business Inovation and Marketing & Sales Director PT HPM dalam kesempatan ‘NGOVID’ yang diadakan Forum Wartawan Otomotif bersama PT HPM via Google Meet pada Jumat (8/4/2020).

“PT Honda Prospect Motor sebagai bagian industri otomotif ikut terkena dampaknya. Secara bisnis memang tidak bisa terlalu banyak berharap dalam kondisi seperti ini. Kami atur strategi baru yang lebih fokus pada layanan purna jual ke konsumen atau pelanggan, dan tentunya langkah efisiensi bisnis di semua keputusan dan aktivitas dari pabrik hingga operasional. Setidaknya agar bisa bertahan melewati cobaan ini semua,” jelas Billy.

Menurut Billy, sapaan akrabnya, kendati situasi sulit menerpa industri otomotif, namun pihaknya tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan itu tetap yang utama dalam setiap keputusan strategis yang diambil. “Fokus kami, tetap hadir untuk konsumen, pelayanan maksimal bagi konsumen yang membutuhkan, turut berkontribusi pada upaya penekanan penularan virus agar pandemi cepat berlalu, menghentikan operasional agar karyawan bisa berada di rumah, dan tentunya apresiasi terhadap dukungan media yang terus memberikan informasi berguna ke masyarakat -termasuk konsumen kami,” lanjut Billy.

Dalam mengatasi keterbatasan akses, PT HPM meningkatkan layanan aftersales atau purna jual. Terlebih dari data sementara yang didapat, bulan April 2020 merupakan bulan terberat bagi Honda. Penjualan Honda secara retail hanya mencapai 18 persen atau mengalami penurunan 82 persen bila dibandingkan bulan sama pada tahun lalu. Sedangkan wholesales Honda, pencapaiannya hanya 10 persen, turun 90 persen dibanding periode sama tahun lalu.

“Kami atur strategi baru yang lebih fokus pada layanan purna jual ke konsumen atau pelanggan, dan langkah efisiensi bisnis di semua keputusan dan aktivitas dari pabrik hingga operasional. Agar bisa bertahan melewati cobaan ini semua,” ujar Yusak Billy, Business Inovation and Marketing & Sales Director PT HPM.

Terkait layanan purna jual, Billy menyebut, selama aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, seperti diketahui ada 11 sektor yang masih bisa dan diizinkan beroperasi.  “Mobil juga masih banyak dipakai di jalanan. Ada beberapa dealer kami yang mendapatkan izin beroperasi dari Menteri Perindustrian. Itu sifatnya stand-by melayani konsumen, karena kita harus memastikan konsumen, bahwa kendaraannya sehat untuk dipakai,” jelasnya.

“Karena itu, sekarang fokus kami pada masa pandemi ini berada di aftersales ya. Jangan sampai di masa sulit seperti ini, konsumen jadi ikutan sulit menghubungi kita. Jadi kepuasan konsumen tetap terjamin dalam hal perawatan kendaraannya. Kami lakukan semua dengan program berupa Home Service, atau Pick-up Service, yakni apabila harus ada penanganan khusus terhadap mobil, bisa kami bawa ke diler setempat untuk perbaikan lebih sempurna. Pokoknya semuanya dilakukan sesuai protokol khusus aturan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah,” papar Billy.

Untuk penguatan layanan penjualan dan purna jualnya, HPM memanfaatkan akses digital yakni melalui website, media sosial, dan telepon hotline service yang bisa diakses 24 jam. Sedangkan untuk penjualan, bisa memanfaatkan media digital antara lain, ke website resmi HPM, www.honda-indonesia.com.

“Sementara bagi loyalis Honda yang biasa berhubungan, bisa cek media sosial kami di Instagram, Facebook, termasuk pemesanan kendaraan bisa dilakukan dari situ juga. Kami juga memanfaatkan marketplace untuk pemasaran berbagai produk Honda. Semuanya bisa dilakukan dari rumah,” jelas Billy.

Program layanan purna jual Honda berupa Home Service, atau Pick-up Service, yakni apabila harus ada penanganan khusus terhadap mobil, bisa kami bawa ke diler setempat untuk perbaikan lebih sempurna.

Selain pemanfaatan akses digital untuk penjualan dan purna jual, HPM melakukan langkah efisiensi ketat di segenap lini internal perusahaan. “Kami melakukan terus efisiensi proses bisnis, termasuk utamanya di produksi. Supaya stok unit tetap sehat di semua diler. Karena itu, bulan lalu kami sudah menginformasikan penghentian sementara produksi pabrik Honda yang kami perpanjang hingga Mei 2020. Hal ini untuk menjamin stok sehat dan jangan sampai ada suplai berlebihan di saat pasar sedang turun drastis,” imbuh Billy.

Ditekankan kembali olehnya, di masa pandemi sekarang ini, pihaknya dituntut lebih proaktif menjemput peluang dan problem di lapangan. “Seperti layanan Home Service, sebenarnya dari dulu sudah ada namun tidak optimal. Dengan adanya pandemi sekarang ini, jadi terasa dan sangat dibutuhkan keberadaannya. Nampaknya, dan bisa jadi, tren home service atau layanan digital untuk purna jual menjadi makin tren ke depannya. Karena konsumen tidak perlu repot datang ke bengkel,” sebut Billy.

 

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *