Home Otomotif Modifikasi Hasil Kolaborasi Ciamik: VW Kombi Dakota Klasik Ini Ditenagai Motor Listrik

Hasil Kolaborasi Ciamik: VW Kombi Dakota Klasik Ini Ditenagai Motor Listrik

14 min read

Bekerjasama dengan rumah modifikasi eClassics, Volkswagen Commercial Vehicles memperkenalkan e-Bulli, kendaraan konsep berbasis VW Microbus (Type-1) klasik keluaran 1966 yang ditenagai motor listrik milik VW modern.

Drive and Hype – Volkswagen Commercial Vehicles (VWCV) menghadirkan pertama kalinya e-Bulli, yakni kendaraan listrik penghasil emisi nol di jalan raya. Kendaraan konsep yang mengambil basis T1 Samba Bus (Kombi Dakota) produksi tahun 1966 ini telah direstorasi total dengan mengadopsi sumber tenaga baru kekinian, berupa komponen sistem penggerak atau motor listrik dari kendaraan listrik Volkswagen terbaru.

Sebenarnya pihak VWCV akan membawa Kombi Dakota ini untuk tampil perdana di ajang Techno Classica 2020 yang akan berlangsung pada 24-28 Juni 2020 di Essen, Jerman. Karena didera kekhawatiran wabah Corona yang melanda dunia, event inipun akhirnya ditunda. Pihak VWCV akhirnya memilih untuk memperkenalkannya ke publik secara virtual.

Nama ‘Bulli’ sendiri merupakan sapaan akrab penggemar VW terhadap VW Microbus berbasis T1 Samba produksi tahun 1950-an hingga 1960-an, yang di Tanah Air akrab disebut ‘Kombi Dakota’. Tidak hanya di Tanah Air, Kombi Dakota kini menjadi salah satu model VW klasik yang banyak diincar kolektor mobil antik di seluruh dunia. Tidak heran, harganya kini menyamai harga mobil modern teranyar.

Proyek Kombi Dakota EV dimulai dari gagasan berani untuk terobosan baru yang mengakomodir pelestarian model klasik legendaris dan bersejarah, dipadu sistem penggerak mutakhir dengan emisi nol di jalan raya. Sehingga mampu membawa e-Bulli atau Kombi Dakota EV menjawab tantangan era baru. Para insinyur dan perancang di VWCV membentuk sebuah tim, bersama pakar sistem penggerak Volkswagen Group Components dan workshop eClassics, spesialis konversi mobil listrik.

Tim kolaborasi akhirnya memilih T1 Samba Bus yang diproduksi di Hannover pada 1966 silam menjadi varian e-Bulli. T1 Samba Bus atau Kombi Dakota telah menghabiskan kehadirannya selama setengah abad di pelosok jalan California.

Kolaborasi VWCV dengan workshop eClassics, membawa pesan penting sekaligus mengisyaratkan; kalau varian ini nantinya bisa dimiliki atau dibeli secara bebas. Bahkan sebagai mitra VWCV, selain menjual dalam kondisi utuh, eClassics juga berencana menawarkan perangkat konversi T1 ke mereka yang ingin mesin boxer konvensional Kombi Dakota-nya diubah menjadi sebuah Electric Vehicle (EV) dalam gaya e-Bulli terbaru.

Langkah pertama modifikasi yakni dengan engine swap. Mesin asli tipe boxer 4-silinder yang bertenaga 32 kW (44 PS) diturunkan dan diganti motor listrik bikinan VW yang senyap dan menghasilkan daya 61 kW (83 PS). Besaran output daya mesin yang dua kali lipat, membuat e-Bulli sebagai kendaraan konsep memiliki karakteristik pengemudian yang sama sekali baru.

Terlebih lagi, dengan torsi maksimum 212 Nm, tonjokan mesinnya lebih berasa ketimbang mesin T1 asli tahun 1966 sebesar 102 Nm. Torsi maksimum berlimpah khas motor listrik begitu mudah didapat dengan sentuhan sedikit pada pedal gas. Menurut tim VWCV dan eClassics, performa Kombi Dakota EV ini sungguh memuaskan.

“Belum pernah ada T1 sekuat ini dorongan akselerasinya. Ia menjadi seperti sang cruiser yang senyap, namun memberi sensasi kecepatan luar biasa. E-Bulli menggabungkan daya tarik sistem penggerak nol emisi dengan gaya Bulli klasik yang tak tertandingi,” kata tim gabungan.

Sebagai penyalur tenaga motor listrik ke roda, Kombi Dakota EV atau e-Bulli ini mengusung girboks 1-speed. Sistem penggerak dipadu dengan tuas persneling yang kini diposisikan di antara kursi pengemudi dan penumpang depan. Transmisi ini memiliki pengaturan otomatis berformat P-R-N-D-B yang tertera di sebelah tuas. Pada posisi ‘B’, pengemudi dapat memvariasikan tingkat pemulihan cadangan listrik di baterai.

Caranya, memanfaatkan energi pengereman untuk pengisian kembali daya listrik ke baterai. Oiya, Kombi Dakota EV ini mampu merengkuh kecepatan tertinggi 130 kpj yang dibatasi secara elektronik. Sedangkan dengan sistem penggerak asli bawaan, saat dicoba T1 berhasil mencapai kecepatan tertinggi 105 kpj. 

Mirip mesin asli boxer T1 1966, kombinasi girboks dan motor listrik tetap dilokasikan terintegrasi di ruang mesin belakang, sehingga konfigurasi penggerak roda belakang juga tetap. Di ruang mesin tersebut juga terdapat baterai lithium-ion berkapasitas 45 kWh yang bertugas menyuplai tenaga ke motor listrik.

Pihak eClassics juga merancang sistem elektronika e-Bulli yang mengendalikan aliran energi tegangan tinggi antara motor listrik dan baterai , serta mengubah arus searah yang tersimpan di baterai (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Selain itu, on-board electronics juga dilengkapi dengan tegangan 12 volt melalui konverter DC ke DC. 

Semua bagian komponen standar sistem penggerak listrik dibuat pihak Volkswagen Group Components (VWGC) di kota Kassel. Sedangkan modul lithium-ion khusus dirancang di situs komponen Braunschweig. Semua komponen ini lalu diracik eClassics ke sistem baterai yang sesuai untuk T1.

Seperti model konsep VW jenis ID.3 dan ID.BUZZ terbaru, baterai bertegangan tinggi tersebut ditempatkan secara terpusat di lantai kendaraan. Tata letak ini turut menurunkan pusat gravitasi e-Bulli yang secara langsung juga meningkatkan karakteristik pengendaraannya.

Baterai diisi melalui soket sistem pengisian gabungan (combined charging system /CCS). Sistem pengisian CCS ini memungkinkan pengisian dengan arus bolak-balik (AC) dan searah (DC). Pada arus bolak-balik, baterai diisi lewat pengisi daya AC dengan daya pengisian 2,3 hingga 22 kW, tergantung sumber listriknya.

Sementara pada arus searah atau DC, lewat perangkat CCS, daya listrik baterai dapat diisi dengan pengisian cepat DC berkapasitas hingga 50 kW. Pengisian cepat ini menghasilkan 80 persen beterai terisi hanya dalam 40 menit. Dari uji coba, dalam kondisi daya penuh, baterai e-Bulli mampu mencapai jarak lebih dari 200 kilometer.

Konstruksi sasis baru diterapkan pada e-Bulli atau Kombi Dakota EV guna menambah kenyamanan, stabilitas kendaraan, keamanan lebih besar, dan pengendaraan lebih dinamis Dibandingkan T1 konvensional, mengendarai e-Bulli terasa berbeda. Penyempurnaan rancangan ulang sasis mencakup multi-link as depan dan belakang, peredam kejut adjustable, aplikasi strut coilover, sistem kemudi rack-and-pinion baru, dan empat rem cakram berventilasi, berkontribusi pada dinamika berkendara mengasikkan.

Agar seimbang dengan sistem penggerak listrik baru, konsep interior dan eksterior Kombi Dakota EV kembali dirancang ulang dengan mengedepankan gaya avant-garde. Tampilan terbaru interior berikut teknisnya dikembangkan pusat desain Kendaraan Komersial VW yang bekerja sama dengan VWCV Vintage Vehicles dan Departemen Komunikasi VW.

Untuk eksterior, sosok e-Bulli diberi penyegaran dengan warna cat mencolok mata, yakni paduan two-tone Energetic Orange Metallic dengan Golden Sand Metallic Matte. Selanjutnya, aplikasi lampu depan LED yang dilengkapi day time running light (DRL) yang mengkomunikasikan transformasi ke era modern. Di bagian belakang, terdapat pula indikator pengisian LED yang memberi sinyal ke pengemudi seberapa besar daya baterai yang tersimpan, bahkan bisa diketahui sebelum mereka mencapai kendaraan.

Untuk interior, konfigurasi 8 kursi dipertahankan. Namun tampilannya dipersegar dengan kehadiran warna cerah, ‘Saint Tropez’ dan ‘Saffrano Orange’. Hal ini juga yang membuat orang saat melihat dari luar ke interior e-Bulli, jadi seperti ‘hilang’ dari konsep aslinya. Padahal hal tersebut akibat permainan dual-tone pada interior yang disesuaikan warna cat bodinya.

Keunikan lainnya, posisi tuas transmisi otomatis yang diposisikan di dalam konsol antara pengemudi dan kursi penumpang depan. Termasuk di sini, tombol start / stop untuk motor listrik. Penutup seluruh dek lantai, memakai kayu solid yang biasa dipakai untuk geladak kapal. Hasilnya, dengan dipadu warna kulit cerah yang bagus, Samba Bus berlistrik ini seperti membawa nuansa maritim. Terlebih, aksen ini diperkuat atap lipat panoramik yang besar. 

Kokpit pengemudi juga dimodernisasi secara massif. Speedometer baru mirip aslinya dipadu layar dua digit yang terintegrasi di dalamnya. Tampilan digital dalam speedometer analog ini memberi berbagai informasi, seperti jarak tempuh, indikator rem parkir, konektor pengisian, dan lainnya. Yang unik, adanya simbol Bulli yang kecil tapi indah di tengah speedometer. Oiya, berbagai informasi lain tentang kendaraan dan perjalanan seperti maps, ditampilkan lewat perangkat tablet yang disematkan pada konsol atap.

Melalui Volkswagen ‘We Connect Driver’, pengemudi Dakota EV dapat melihat informasi online melalui aplikasi ponsel cerdas atau melalui PC dan portal web yang sesuai, seperti sisa waktu pengisian, jarak saat ini, kilometer yang ditempuh, waktu perjalanan, konsumsi energi, dan pemulihan kondisi baterai. Untuk hiburan sepanjang perjalanan, tersedia head unit bergaya retro yang tampak otentik namun menyematkan teknologi canggih seperti DAB+, Bluetooth, dan USB. Sistem audio ini diperkuat dengan beberapa speaker yang tidak terlihat, termasuk subwoofer aktif.

Kehadiran VW Microbus T1 yang disebut e-Bulli ini menjadi prospek menarik bagi mereka yang ingin memenuhi impiannya untuk bisa memiliki T1 bebas emisi yang bebas berkendara kemana saja. Pihak eClassics juga menawarkan konversi T1, lengkap dengan as roda depan dan belakang yang didesain ulang, dengan harga mulai dari 64.900 Euro. Tak hanya konversi kit listrik untuk T1, eClassics juga menawarkan paket komplit kit konversi T2 dan T3 ke EV. Eclassics juga menyediakan kit suku cadang yang bekerja sama dengan dealer yang memenuhi syarat.

Foto: Volkswagen

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Modifikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *