Home News Honda Targetkan Penjualan Mobil Listriknya Hingga 100 Persen di Eropa

Honda Targetkan Penjualan Mobil Listriknya Hingga 100 Persen di Eropa

6 min read

Honda merevisi target penjualan mobil listrik di Eropa yang sudah diumumkan pada 2017 lalu. Dari sebelumnya dua pertiga penjualan menargetkan mobil listrik, kini ditingkatkan menjadi 100 persen pada tahun 2025 nanti.

Drive and Hype – Memanfaatkan ajang Geneva Motor Show 2019, Honda mengumumkan perubahan komitmennya demi mendukung suksesnya penjualan mobil listrik di dunia. Tidak tanggung-tanggung, ambisi Honda tersebut diwujudkan dengan menargetkan 100 persen penjualannya di Eropa merupakan kontribusi dari mobil listrik pada tahun 2025 mendatang. Target tersebut merupakan revisi dari target Honda sebelumnya yakni, dua pertiga penjualan di Eropa berasal dari mobil listrik.

Hal penting yang strategis tersebut diambil Honda, lantaran tuntutan kondisi bumi yang mengharuskan produsen mobil mengambil langkah antisipatif sesegera mungkin untuk menghindari krisis energi yang tidak terbarukan. Honda yang sudah merancang visinya untuk 2030 nanti langsung memutuskan untuk sesegera mungkin mengembangkan dan meniagakan mobil listrik produknya.

Honda E Prototype World Premiere di ajang Geneve International Motorshow 2019

Senior Vice President Honda Motor Europe, Tom Gardner mengatakan, “Sejak visi Honda 2030 pertama kali diumumkan Maret 2017 lalu, kami terus melangkah menuju era di mana seluruh penjualan kami di Eropa kelak berasal dari mobil listrik. Berbagai tantangan dihadapi, menuntut kami menghasilkan produk lebih ramah lingkungan bagi mobilitas manusia. Perkembangan teknologi yang pesat apalagi ditambah masyarakat juga mulai mengubah pandangannya terhadap mobil itu sendiri.”

Komitmen Honda untuk pengembangan mobil listrik diwujudkan melalui Honda e Prototype, yang meluncur pertama kali di Jenewa tahun ini. Mobil tersebut merupakan wujud mobil listrik pertama Honda untuk pasar Eropa, yang akan diproduksi massal akhir 2019. Sebagai kendaraan perkotaan, Honda e Prototype mampu melaju hingga 200 km dalam kondisi baterai terisi penuh. e Protoype memiliki fitur fast charging yang mampu mengisi daya listrik hingga 80% dalam 30 menit. Honda e Concept dirancang memberi pengalaman berkendara personal menyenangkan, didukung penggerak motor elektrik di roda belakang.

Penampilan interior Honda e Prototype yang bernuansa futuristis di Geneva International Motorshow 2019

Pengisian daya listrik pada Honda e Concept

Untuk dapat mengetahui lebih detail mengenai Honda e Prototype, konsumen dapat mendaftar melalui website Honda guna memperoleh informasi terbaru, serta melakukan pemesanan di beberapa wilayah di Eropa pada awal musim panas tahun ini. Hingga saat ini, terdaftar 15.000 calon konsumen di website Honda yang berminat terhadap Honda e Prototype.

Bahkan, pada awal 2019, Honda juga sukses meluncurkan All New Honda CR-V Hybrid yang didukung teknologi full hybrid i-MMD dengan dua motor penggerak. Honda berharap teknologi hybrid juga memainkan peran penting untuk visinya di 2025.

Saat acara konferensi pers di Jenewa, Honda juga memperkenalkan bisnis ‘energy management solutions’ di Eropa yang pernah diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017 lalu melalui Power Manager bi-directional charging concept.

Honda e Prototype memiliki fitur fast charging yang mampu mengisi daya listrik ke baterai hingga 80% dalam 30 menit

Selain itu, Honda berupaya membangun portfolio produk manajemen energi serta menawarkan layanan lengkap bagi konsumen mobil listrik dan operator di Eropa. “Ini adalah langkah signifikan Honda, dengan menghadirkan inovasi terdepan di industri melalui peluncuran layanan manajemen energi. Teknologi ini diharapkan memberi nilai tambah bagi operator sistem energi dan konsumen mobil listrik,” ujar Tom Gardner.

Dalam upaya memperlancar komitmennya tersebut, Honda juga bekerja sama dengan EVTEC untuk membangun teknologi bi-directional Honda Power Manager (kompatibel dengan baterai pada mobil listrik, seperti Honda e Prototype), dan berencana memasarkan produk tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Penampilan kabin penumpang belakang Honda e Prototype di GMS 2019

Selain itu, Honda juga mengumumkan kerja samanya dengan dua rekan eksternal yakni:

  • Moixa, perusahaan spesialis di bidang agregator sumber daya, sehingga memungkinkan konsumen mendapat keuntungan dari membagikan kapasitas listrik kendaraannya.
  • Ubitricity, perusahaan penyuplai alat pengisian daya, penyedia pendekatan inovatif pada pengisian daya di jalan perkotaan.

Langkah selanjutnya adalah melakukan studi terhadap teknologi tersebut di London, Inggris dan Offenbach, Jerman. Perkembangan dari penelitian tersebut akan diumumkan pada akhir tahun ini.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *