Home News Inilah Rencana Masa Depan Kendaraan Listrik Nissan

Inilah Rencana Masa Depan Kendaraan Listrik Nissan

4 min read

Kiat Nissan untuk mengembangkan teknologi kendaraan ramah lingkungan sangat agresif, salah satunya sistem pengisian dan kualitas baterai digunakan harus dapat memenuhi kebutuhan dan dapat terintegerasi dengan kehidupan.

Drive and Hype – Momen pameran Tokyo Motor Show (TMS) yang sedang berlangsung tahun ini hingga awal November nanti, Nissan tak hentinya memperkenalkan dan mensosialisasikan teknologi yang dianut kendaraan ramah lingkungannya. Mereka menitik beratkan kepada fungsional baterai kendaraan listrik yang tak hanya berkualitas, namun dapat terkoneksi dan terintegerasi dengan kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, yang dinamakan Nissan Energy, pemilik kendaraan listrik Nissan akan dapat dengan mudah menghubungkan mobil mereka dengan sistem energy untuk mengisi baterai mereka, memberi daya kepada rumah dan bisnis, atau memasok energy kembali ke jaringan listrik. Nissan telah memulai sejumlah program di AS, Jepang dan Eropa yang bertujuan menciptakan “ekosistem” yang menaungi jajaran kendaraan listriknya, termasuk Nissan LEAF.

Nissan Energy menyatukan inisiatif ini sebagai bagian dari strategi Nissan Intelligent Mobility. Dengan menerapkan standar-standar baru untuk menghubungkan kendaraan ke sistem energi melalui tiga inisiatif utama, yaitu Nissan Energy Supply, Nissan Enegy Share dan Nissan Energy Storage.

Nissan Energy Supply adalah penyediaan solusi pengisian daya untuk kendaraan listriknya, baik di rumah, di kantor, ataupun selama perjalanan. Upaya Nissan untuk membantu pelanggan termasuk melakukan verifikasi peralatan pengisian, seperti soket listrik atau outlet listrik, untuk memastikan agar dapat dihubungkan ke kendaraan listrik Nissan dengan aman.

Untuk Nissan Energy Share, adalah penambahan fungsional baterai kendaraan yang tak hanya sebagai daya kendaraan saja, melainkan untuk dapat berfungsi sebagai perangkat penyimpan energy bersifat mobile. Sehingga memiliki kemampuan untuk menghubungkan kendaraan dengan infrastruktur masyarakat, sehingga mempermudah mereka berbagi daya baterai berkapasitas tinggi dengan rumah atau bangunan yang terhubung.

Sedangkan untuk Nissan Energy Storage adalah sifat baterai yang benar-benar ramah lingkungan, seperti dapat di daur ulang setelah masa pemakaiannya. Bahkan dapat digunakan untuk fungsi lain seperti menjadi generator atau bentuk lain.

Melewati produk terbaru dari Nissan LEAF e+ generasi terbaru, yang sudah dilengkapi baterai berkapasitas 62 kWh, dapat memberi pasokan listrik yang cukup untuk rumah di Jepang rata-rata selama empat hari. Dengan pemikiran itu, Nissan telah menjalin kemitraan dengan banyak kota di Jepang selama beberapa tahun terakhir, menjadikan Nissan EV sebagai kendaraan resmi mereka untuk kondisi-kondisi darurat seperti bencana alam atau hal lainnya.

Load More Related Articles
Load More By Gatut Satrio
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *