Home News Kendati Diterpa Pandemi, KIA Indonesia Tetap Komitmen Hadirkan Layanan dan Model Terbaru

Kendati Diterpa Pandemi, KIA Indonesia Tetap Komitmen Hadirkan Layanan dan Model Terbaru

13 min read

Belum lama KIA Motors memulai kisah perjalanan barunya di Tanah Air bersama Indomobil Grup dengan peluncuran Kia Seltos, dunia otomotif Indonesia diterpa badai pandemi Covid-19. Namun komitmen tinggi memberi layanan paripurna, membuat KIA terus bergerak mewujudkan rencana di awal kemunculannya. 

Drivenhype – KIA Motors pernah mengalami masa jayanya di Tanah Air, dan sempat mengalami surut penjualan beberapa waktu lalu. Peluang pasar yang masih besar di luar merek non-Jepang, membuat grup Indomobil akhirnya menggandeng Kia Motors dan membentuk PT Kreta Indo Artha (KIA) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Kia di Indonesia dengan segala langkah pembaruannya.

Dalam konperensi pers via Zoom meeting yang digelar Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) pada Kamis (27/8/2020) bersama manajemen PT KIA yang diwakili Ario Soerjo, Marketing & Development Division Head PT KIA, Kia Motors Indonesia menyatakan peluang mobil Korea di industri otomotif Indonesia masih memiliki pasar yang luas dan berpotensi menigisi celah yang kosong antara mobil Jepang dan Eropa.

PT KIA sendiri menurut Ario sudah bergabung bersama bendera Indomobil Grup tepat setahun pada September 2020 mendatang. “Namun secara legal atau akte, kami sudah mendapat akte usaha atau memegang lisensi KIA pada Mei 2019. Kami sepakat mengambil alih dengan optimisme, mobil Korea punya potensi tinggi di pasar Indonesia. Karena itu, sebagai langkah awal, kami masukkan Kia Seltos yang masuk kategori Compact SUV,” jelas Ario.

Ario Soerjo, Marketing & Development Division Head PT KIA

Namun sayangnya, respon besar dan positif terhadap kehadiran Kia Seltos harus menghadapi kondisi tak terduga, datangnya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, turut memporakporandakan industri otomotif nasional. Kia Seltos yang hadir di Januari 2020 akhirnya juga harus ikut menerima nasib sama, mengalami penjualan tertahan akibat pandemi ini.

“Badai pandemi membuat pasar otomotif nasional semester pertama benar-benar ambruk hingga tersisa sekitar 5 persen saja dari penjualan normal di tahun sebelumnyanya. Namun, saat ini ketika masuk era New Normal, secara perlahan penjualan otomotif mulai merangkak naik kembali. Bahkan dari data Gaikindo, pada Juli 2020 penjualan kendaraan sudah menyentuh angka di 30 ribuan unit. Ini tren positif,” beber Ario.

Melihat kondisi tersebut, Ario tetap yakin dengan rencana awal pihaknya untuk bisa mengembalikan kepercayaan konsumennya. “Kendati diterpa badai pandemi, kami coba tetap bertahan dengan tetap menjalankan komitmen di awal kemunculan baru Kia, sambil menjalankan tanggung jawab kita sebagai APM baru Kia Motors di Indonesia,” ujar Ario optimis.

Pengembangan diler dan layanan purna jual menjadi salah satu fokus pembenahan dan penyempurnaan PT KIA untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen

Diakuinya, selama pandemi, langkah penyempurnaan dan optimalisasi pengembangan diler resmi dan layanan purna jual terus dilakukan. Hal ini menurut Ario, esuai dengan apa yang diutarakannya saat peluncuran perdana Kia Seltos. “Kami fokus pada pengembangan diler dan layanan purna jual. Karena dua aspek ini bisa mengembalikan kadar kepercayaan konsumen dengan cepat,” sebut Ario.

Disebutkannya, total diler 3S dan bengkel resmi kini sudah bertambah. Kalau sebelumnya saat peluncuran Seltos, hanya ada 7 diler yang terpusat di seputaran Jakarta, maka per Juli 2020, total diler Kia kini sudah berjumlah 22 diler 3S dan 10 bengkel resmi, sehingga total 32 diler. Melihat pengembangan yang begitu cepat, menurut Ario, tidak menutup kemungkinan hingga akhir tahun ini bisa mencapai 40 hingga 50 diler resmi 3S dan 2S yang bisa dijalankan di seluruh Indonesia.

“Pembukaan diler dan layanan purna jual ini merupakan strategi jangka panjang. Karena banyak bertanya; ngapain buka banyak diler namun jualannya masih sedikit. Nah, kami lebih melihatnya dengan investasi tidak sedikit dan butuh strategi tersebut, di lokasi yang kita bangun diler resmi, justru nantinya bisa menjadi ujung tombak penjualan produk Kia terbaru yang terus diluncurkan. Investasi tidak hanya jangka pendek, tapi juga jauh ke depannya kami sudah merancangnya,” papar Ario.

New Kia Seltos jadi awal kebangkitan kembali KIA Motors di Tanah Air lewat APM-nya, PT Kreta Indo Artha (KIA) sebagai bagian dari Indomobil Grup

KIA di Indonesia sendiri pernah mengalami masa jayanya di sekitar 2012-2013, di mana saat itu penjualannya mampu menembus angka hingga di atas 20 ribuan unit per tahunnya. “Rencana jangka panjang Kia di Indonesia, disesuaikan dengan volume dan model yang ada, serta sesuai ‘supply and demand’ nantinya. Bahkan, kita juga punya arah melakukan perakitan lokal untuk model tertentu yang laris di sini. Namun masalah di awal harus tuntas dulu, seperti keberadaan diler, kemudahan servis dan suku cadang, hingga kemampuan menggenjot penjualan,” imbuh Ario.

Sebagai anggota Gaikindo yang baru, PT KIA kini masih memasarkan 5 model Kia di Indonesia. Model terbaru adalah SUV Seltos. Model sebelumnya yang sudah ada dan masih dilanjutkan penjualannya yakni Kia Picanto, Kia Rio, Kia Sedona, dan pickup Kia K27. Untuk tahun ini berdasarkan data Gaikindo, sampai akhir juli 2020, PT KIA sudah menjual 400 unit untuk semua model.

Menurut Ario, faktanya total terjual model Kia masih jauh dari target awal. Bahwa pandemi ini memang mengubah segalanya. Namun pihaknya tetap segiat dan semaksimal mungkin bisa mewujudkan yang tertinggal dan tertunda kemarin itu, termasuk mencari spot celah yang ada untuk bisa bangkit kembali.

“Bentuk optimisme tersebut kita lakukan dengan menjalani digital marketing, di mana kita sudah bekerja sama dengan beberapa online platform, memanfaatkan waktu konsumen yg kini sedang banyak dihabiskan di ponsel dan gadget akibat situasi pandemi. Efek digital marketing ini terhadap kenaikan penjualan cukup signifikan. Laporan dari diler menyebutkan, sekitar 20 persen aktivasi SPK kini berasal dari aplikasi digital. Sebelumnya mereka juga melakukan booking mobil atau booking test drive melalui aplikasi online.”

Harga OTR New Kia Seltos yang bersaing kompetitif dengan SUV setingkat di atasnya. Kedepankan aspek ‘Value for Money’

Ditambahkannya, lantaran tidak bisa pergi, banyak konsumen mencari sesuatu secara online dan memiliki ‘rewarding’. Karena itu, setiap transaksi online kami kasih gimmick berupa bonus atau diskon yang dijalankan oleh diler setempat.  Namun demikian, menurut Ario, langkah closing-nya tetap secara fisik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan. “Karena bagi kita, membeli mobil itu bukan barang yang murah, tidak sepertti barang biasa yang kalau kita kejar bisa dapat diskon murah yang gampang. Beli mobil itu butuh kesepakatan, ujicoba, dan keyakinan untuk memiliki.”

Program selanjutnya yang akan dijalani PT KIA saat masuk era New Normal dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), akan membuat kampanye purna jual dengan mengundang semua model Kia dari semua tahun untuk bisa dicek ‘free’ kondisinya ke bengkel resmi setempat. Namun dengan syarat harus daftar secara online. Karena data pendaftaran ini bisa mengetahui seberapa banyak mobil Kia sebelum dipegang Indomobil yang masih bisa dilayani.

Dari sisi pelayanan servis, menurut Ario, kira-kira apa yang perlu ditingkatkan dari layanan tersebut. Dari situ diharapkan mereka ini bisa terus melanjutkan komitmen dan loyalitasnya agar bisa tetap memakai produk Kia. “Bahkan kalau bisa bertambah dan mungkin bisa jadi hal baik untuk merek KIA sendiri. Jadi rencananya bulan depan kita akan memulai program ini sekaligus  menyangkut keberadaan dari bengkel resmi yang ada,” kata Ario.

Tidak menutup kemungkinan, bila penjualannya bagus dan tembus ribuan unit, terbuka peluang Seltos bisa dirakit lokal

Diungkapkan pula oleh Ario, dalam memasarkan produknya di Tanah Air, pihaknya selalu memperhitungkan aspek ‘Value for Money’. Yakni bagaimana sebuah produk memiliki keunggulan dari soal harga dan kelengkapan fitur yang diusungnya. Seperti yang dihadirkan oleh Kia Seltos. Dengan harga Compact SUV, kelengkapan fitur dan performa yang ditawarkan berada di kelas setingkat di atasnya.

“Jadi yang dibayarkan segitu banyak oleh konsumen, nantinya dia bakal dapat apa saja dari mobilnya. Konsumen bisa membandingkan dengan sejenis atau di atasnya. Kendati dia akhirnya bilang, oke kalau saya beli Kia, ternyata mobilnya enak, ternyata gimmick nya banyak, ternyata mainan fiturnya banyak juga. Tapi di satu sisi mereka berpikir; ah Kia, brand-nya kurang. Bagaimana dengan secondary-nya saat dijual.. Nah di sinilah tugas kita di Indomobil untuk meyakinkan konsumen, bahwa kita punya komitmen yang tidak main-main. Ini kan jelas dari awal tahun hingga sekarang, target masuk 38 diler. Insya Allah akan terus bertambah hingga akhir tahun ini,” pungkas Ario.

Foto: OctoVB

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *