Home News Ketahui Cara Mengontrol Gas dan Pengereman yang Baik Saat Bermotor, Agar Aman di Jalan

Ketahui Cara Mengontrol Gas dan Pengereman yang Baik Saat Bermotor, Agar Aman di Jalan

7 min read

Penting untuk mengetahui beragam fitur motor yang berhubungan keselamatan berkendara, seperti sistem pengereman, instrumen lampu, kaca spion serta lainnya. Guna mengurangi potensi bahaya saat berkendara bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Drive and Hype – Berkendara dengan sepeda motor di jalan raya butuh skill baik agar aman untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Misalnya, para pengendara perlu menguasai dua teknik dasar penting berkendara, yaitu kontrol gas dan pengereman yang baik.

Berikut tips dari tim Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) yang harus diketahui dan dipelajari oleh para pengguna sepeda motor, baik bagi pemula hingga pengendara yang sudah mahir.

Pengetahuan dasar yang perlu dipelajari adalah mengetahui beragam fitur motor yang berhubungan keselamatan berkendara, seperti sistem pengereman, instrumen lampu, kaca spion serta lainnya. Memahami beragam fitur ini penting, khususnya bagi pemula ataupun para pengendara baru untuk mengurangi potensi bahaya saat berkendara bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Setelah memahami fitur keselamatan berkendara, mulailah pelajari teknik berkendara. Beragam metode latihan dapat dilakukan pengendara, yakni menggunakan motor statis atau mesin kondisi mati. Untuk teknik pengereman, pastikan sepeda motor dalam keadaan mesin mati dengan posisi standar tengah, tutup putaran gas kemudian tarik tuas rem dengan 4 jari agar mendapatkan pengereman maksimal dan juga tarik tuas rem belakang atau injak pedal rem belakang, kemudian tarik tuas kopling dan kemudian turunkan kaki kiri. Hal ini dapat dilakukan berulang-ulang untuk membiasakan diri sebelum berlatih saat mesin menyala.

Untuk teknik pengereman, pastikan sepeda motor dalam keadaan mesin mati dengan posisi standar tengah, tutup putaran gas kemudian tarik tuas rem dengan 4 jari agar mendapatkan pengereman yang maksimal dan juga tarik tuas rem belakang atau injak pedal rem belakang kemudian tarik tuas kopling dan kemudian turunkan kaki kiri. Hal ini dapat dilakukan berulang-ulang untuk membiasakan diri sebelum berlatih dengan kondisi mesin menyala.

Pengendara dapat berlatih menggunakan alat simulasi berkendara seperti Honda Riding Trainer (HRT) agar dapat berlatih teknik dasar berkendara dan meningkatkan pemahaman keselamatan berkendara secara aman dan efektif. Metode lainnya, dapat berlatih menjalankan sepeda motor dari titik A menuju titik B didampingi instruktur berpengalaman.

Sedangkan teknik kontrol gas dapat dilakukan dengan membuka gas dengan cara diputar secara perlahan agar tenaga dapat terkontrol baik dan menutup putaran gas dengan cepat. Sebaliknya, jika terdapat tuas kopling, tarik tuas kopling dengan cepat dan lepaskan secara perlahan.

Untuk teknik dasar pengereman, terdapat 3 tingkatan pelatihan. Pada tingkat pertama, fokus latihan kordinasi putaran gas, tuas rem/pedal rem dan tuas kopling. Tingkat kedua, berlatihlah mengerem dengan kecepatan lebih tinggi secara bertahap antara 30km/jam – 50km/jam.

Tahap ketiga, berlatih dengan kecepatan 60km/jam dan jarak berhenti 17-20 meter dari titik awal penarikan tuas rem. Pengendara mengasah skill berkendara dengan sering melatih cara mengukur jarak pengereman ideal di sepanjang lintasan yang dikhususkan untuk pelatihan berkendara.

Penggunaan teknik pengereman dan teknik bukaan gas secara intens sangat terasa ketika menghadapi tikungan di jalan raya. Dalam menghadapi tikungan, pengendara perlu melakukan pengereman secara perlahan sebelum memasuki area tikungan dan menikung dengan kecepatan konstan.

Hindari mengurangi ataupun menambah bukan gas secara mendadak. Pastikan posisi sepeda motor dan postur tubuh saat berkendara dalam kondisi seimbang, sehingga bisa menghindari risiko tergelincir.

“Beragam ilmu teknik berkendara harus dikuasai pengendara guna mengurangi potensi bahaya bagi pengendara maupun sekelilingnya. Tidak hanya teknik mengatur bukaan gas dan teknik pengereman, namun juga beberapa teknik berkendara lain seperti postur tubuh tepat, teknik menghadapi berbagai situasi jalan raya, dan mengenal rambu lalu lintas,” ujar Johanes Lucky, Manager Safety Riding AHM.

AHM Safety Riding Park

Kemampuan berkendara aman perlu diasah rutin agaer memudahkan mengambil keputusan saat menghadapi berbagai situasi di jalan raya. Simulasi berbagai situasi jalan raya ini dapat ditemukan di pusat pelatihan keselamatan berkendara, yaitu AHM Safety Riding Park (AHM-SRP) yang terletak di kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

AHM-SRP merupakan salah satu saran pelatihan berkendara untuk mengenal cara berkendara sepeda motor baik di jalanan beraspal atau on road dan juga jalanan off road.

“Fasilitas AHM Safety Riding Park (SRP) dilengkapi area course on road yang memfasilitasi berbagai pembelajaran, seperti keseimbangan, cornering dan slalom, pengereman, tanjakan dan turunan, hingga melatih berkendara dengan simulasi rambu lalu lintas. Selain itu, area course off road memiliki medan menantang dan mewakili berbagai kontur jalanan di pelosok Tanah Air,” tutup Lucky.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *