Home News Kolaborasi TMMIN dan UGM, Sinergi Perkuat Daya Saing Nasional

Kolaborasi TMMIN dan UGM, Sinergi Perkuat Daya Saing Nasional

4 min read

Kolaborasi dan mitra riset yang dilakukan PT TMMIN dan UGM bakal mencakup topik perhatian industri seperti energi baru dan terbarukan, lingkungan hidup, produktivitas dan efisiensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Drive and Hype – PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini (20/9/2019) sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kemitraan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada – Daerah Istimewa Yogyakarta.

MoU ditandatangani Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU. dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono. Sebagai saksi, hadir Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian RI Endang Suwartini, dan Kepala Subdirektorat Pengembangan Teknologi Industri Bahan Baku dan Mineral Maju   Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Dr. Juhartono, B.Eng., M.Eng. Acara juga dihadiri segenap civitas akademi UGM serta Manajemen TMMIN. 

“Industri Indonesia dituntut terus meningkatkan daya saing agar bisa memberi kontribusi lebih ke bangsa Indonesia. Kami yakin, salah satu kunci utama mencapainya adalah kemitraan erat dengan akademisi. Semoga beragam riset yang yang kami jalankan dengan UGM dapat mengawali hubungan lebih erat lagi dengan dunia pendidikan,” ujar Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono. 

Sebagai bagian dari upaya mengembangkan riset industri dan ‘link & match’ antara industri dengan akademisi, kemitraan riset antara TMMIN dan UGM mencakup topik-topik yang menjadi perhatian industri seperti energi baru dan terbarukan, lingkungan hidup, produktivitas dan efisiensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam bidang energi baru dan terbarukan, peneliti dari UGM akan mengkaji teknologi pembuatan biodiesel dari kelapa sawit yang menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Dalam bidang lingkungan hidup, peneliti UGM akan mengkaji penggunaan tanaman kenaf yang memiliki nilai ekonomis untuk konservasi lahan gambut, serat kenaf ini juga merupakan serat organik yang memiliki beragam kegunaan.

Dalam bidang produktivitas dan efisiensi, peneliti UGM akan mengkaji upaya pembentukan ekosistem yang dapat mendukung inkubasi dan pertumbuhan Industri Menengah dan Kecil (IKM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Peneliti UGM juga akan mengembangkan kompetensi SDM berbasis industri dengan membangun robot industri berbasis kecerdasan buatan. 

 

“Ke depannya persaingan akan terjadi bukan lagi antar perusahaan atau industri melainkan antar ekosistem. Oleh karena itulah ekosistem industri yang kompetitif harus terus menerus dibangun dengan meningkatkan kerjasama triple helix antara industri, akademisi, dan pemerintah,” pungkas Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam. 

Riset-riset ini akan berlangsung selama 6 bulan dan hasilnya selain menjadi kajian ilmiah juga akan didesiminasi ke industri-industri terkait sejalan dengan semangat link and match. Sebelumnya TMMIN telah bermitra dengan beberapa universitas lain di Indonesia untuk riset di beragam isu seperti elektrifikasi dan lean manufacturing. 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *