Home Gadget Kontribusi 50 Tahun Panasonic Manufacturing Indonesia, Tingkatkan Devisa Melalui Kinerja Ekspor

Kontribusi 50 Tahun Panasonic Manufacturing Indonesia, Tingkatkan Devisa Melalui Kinerja Ekspor

8 min read

Komitmen dan kontribusi Panasonic Manufacturing Indonesia yang positif terhadap kinerja industri elektronik di Tanah Air ditandai upayanya memacu ekspor ke mancanegara. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional tidak hanya ekspor, investasi, tapi memberi nilai tambah melalui pemanfaatan suku cadang, dan komponen lokal.

Drive and Hype – Sebagai pionir industri elektronik di Indonesia, Panasonic GOBEL berhasil mengantarkan PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) yang saat ini pada 27 Juli 2020 genap menginjak usia ke-50 tahun di Indonesia, menjadi pelaku industri nasional yang mampu bersaing di kancah internasional. PT. PMI adalah produsen “Home Appliances” seperti AC, Lemari Es, Mesin Cuci, peralatan Audio, Kipas Angin serta Pompa Air. 

Komitmen PT. PMI selalu menghadirkan produk  elektronik rumah tangga (Home Appliances) yang berkualitas dan inovatif, terbukti Panasonic diterima pasar Tanah Air maupun pasar global. Di tahun 2020 ini, kemitraan Panasonic – GOBEL  Indonesia genap memasuki usia ke-60 tahun. Sudah banyak prestasi dan pencapaian yang berhasil diraih selama enam dasawarsa tersebut.

Salah satunya, terus mendorong PT PMI berkomitmen mengembangkan industri elektronik di Tanah Air, baik untuk memenuhi permintaan konsumen domestik maupun memperluas pasar ekspor. Realisasi dari komitmen PT. PMI itu  sejalan dengan implementasi program prioritas Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan Kementerian Perindustrian.

Upacara memperingati 50 Tahun Panasonic Manufacturing Indonesia

Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri optimis, sektor industri elektronik nasional memiliki daya ungkit menggenjot  ekspor. Apalagi, industri elektronik merupakan salah satu sektor  prioritas pengembangan sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Industri “Home Appliances” di Indonesia semakin kuat, dan tinggal diperdalam lagi struktur manufakturnya melalui peningkatan investasi. 

Sasaran tersebut akan mudah tercapai apabila didukung penggunaan teknologi terkini dan sumber daya manusia (SDM) industri kompeten. Kemenperin mencatat, secara keseluruhan nilai ekspor produk elektronik dan telematika mencapai 7,8 miliar dolar AS sepanjang 2019. Adapun 10 negara tujuan utamanya, antara lain ke Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Vietnam, Hong Kong, Malaysia, China, Thailand, dan Filipina.

Komitmen dan kontribusi PT. PMI yang positif terhadap kinerja industri elektronik di Tanah Air ditandai upayanya memacu ekspor ke mancanegara. Hal tersebut terbukti kegiatan ekspor seperti AC, Lemari Es, Mesin Cuci, Peralatan Audio, Water Pump dan lainnya yang sudah dilakukan sejak 1992 hingga 2020 ke 33 negara di berbagai benua, yakni Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia.

Pada Februari lalu, PT. PMI melakukan ekspor perdana AC ke Nigeria, Afrika. Kegiatan ekspor itu membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia sekaligus membanggakan. Pasalnya, ekspor AC ke Nigeria menggunakan merek Panasonic dan tercantum buatan Indonesia. Produk AC yang diekspor ini berupa tipe 1 PK, 1,5 PK sampai 2 PK yang ramah lingkungan berbasis refrigeran R32, dilengkapi teknologi “nanoe-X” dan “nanoe-G”. 

Kegiatan ekspor ke berbagai benua ini menandai optimisme PT. PMI menunjukkan komitmen PT. PMI menjadikan Indonesia sebagai basis produksi AC di kawasan ASEAN, sekaligus realisasi komitmen untuk memperluas pasar ekspor dan momentum membuka pintu pasar di Afrika.

PT. PMI berhasil merelokasi produksi AC tipe 2PK dan 2,5PK dari Malaysia ke Indonesia tahun lalu.  Geliat investasi itu menunjukkan optimisme pelaku industri. PT. PMI menetapkan target ekspor Air Conditioner (AC) Panasonic 10 juta unit dalam waktu 20 tahun, sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan pasar sangat strategis serta basis ekspor produk AC Panasonic ke berbagai negara.

Setelah 50 tahun berdiri di Indonesia, PT. PMI berhasil memproduksi lebih dari 5 juta unit AC. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan PT. PMI menjaga dan meningkatkan kualitas AC Panasonic sehingga mendapat penghargaan tinggi dari konsumen.

Kontribusi PT. PMI terhadap perekonomian nasional tidak saja melalui kegiatan ekspor, investasi, tapi memberi nilai tambah melalui pemanfaatan suku cadang dan komponen lokal. Upaya nyata Panasonic-Gobel terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), saat ini mencapai 40% untuk produk AC. 

Pada 2019, PT. PMI juga tercatat berhasil meningkatkan produksi mesin cuci dan memperluas ekspor hingga ke Taiwan. Lini usaha mesin cuci PT. PMI mengekspor produk Original Equipment Manufacturer (OEM) merek CHIMEI sekaligus membuktikan kualitas mesin cuci karya anak bangsa bisa menembus pasar global. Mesin cuci produksi PT. PMI selalu berinovasi dan secara konsisten mengembangkan industri dalam negeri, di mana tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat ini telah mencapai 37 persen, dan masih akan ditingkatkan.  

Panasonic GOBEL sebagai pionir industri elektronika yang berpengalaman selama 60 tahun di Indonesia, berkomitmen selalu berupaya memberi sumbangsih melalui berbagai inovasi,” ujar Rachmat Gobel

Panasonic GOBEL terus berusaha mewujudkan komitmen melalui  kontribusi nyata bagi Indonesia, terutama menumbuhkembangkan usaha di dalam negeri melalui produksi dan penjualan produk yang dikelola SDM unggul, sehingga terdorongnya peran secara aktif untuk melakukan ekspansi ekspor yang akan  berpengaruh terhadap penyerapan jumlah tenaga kerja dan peningkatan devisa negara. 

“Panasonic GOBEL sebagai pionir industri elektronika yang berpengalaman selama 60 tahun di Indonesia, berkomitmen selalu berupaya memberi sumbangsih melalui berbagai inovasi dalam hal teknologi maupun ekspansi bisnisnya, sehingga tidak hanya berkontribusi terhadap teknologi terbarukan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan perekonomian Indonesia,” ujar Rachmat Gobel. 

Menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada 2020 ini terdapat tujuh perusahaan asing yang memastikan relokasi pabrik ke Indonesia, dan salah satunya Panasonic. Relokasi Tiongkok tersebut bertujuan menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor beberapa kategori produk Home Appliances (AC, Mesin Cuci, dan Lemari Es) Panasonic.

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Gadget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *