Home News Krisis Global Masih Melanda, Performa Ekspor TMMIN Tercatat Positif

Krisis Global Masih Melanda, Performa Ekspor TMMIN Tercatat Positif

5 min read

Di tengah guncangan ekonomi dunia yang masih bergejolak, TMMIN masih menorehkan performa ekspor positif. Pengapalan kendaraan utuh Toyota pada 2019 mencapai hasil tertinggi selama 5 tahun terakhir ini.

Drive and Hype – Selama tahun 2019, ekspor otomotif masih menorehkan performa positif di tengah guncangan krisis ekonomi global. Pengapalan kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) bermerek Toyota yang dilakukan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat pencapaian tertinggi selama 5 tahun terakhir yakni 208.500 unit, naik tipis dibandingkan volume ekspor 2018 sebesar 206.500 unit.

Performa ekspor ini disokong model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner dan Rush masing-masing 45.300 unit dan 50.300 unit. Model sedan Toyota Vios turut mendukung pencapaian positif ekspor CBU bermerek Toyota dengan volume 31.000 unit. Dari segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV), model-model andalan seperti Kijang Innova dan Avanza berhasil dikapalkan ke mancanegara dengan volume masing-masing 5.300 unit dan 28.900 unit.

Model Low Cost Green Car (LCGC) Agya juga ambil bagian dalam pencapaian ekspor tahun 2019 dengan volume 27.800 unit. Sedangkan model Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace melengkapi kinerja ekspor CBU bermerek Toyota dengan total volume sebesar 19.900 unit.

Selain mengekspor kendaraan utuh, Toyota juga mengirim kendaraan terurai (Complete Knock Down/CKD) sebanyak 45.400 unit, mesin bensin dan etanol tipe TR dan NR dengan total 123.600 unit serta komponen kendaraan bervolume 94,2 juta unit. Produk ekspor Toyota juga merambah lebih dari 80 negara tujuan kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Karibia.

“Mempertahankan serta meningkatkan performa ekspor merupakan hal tidak mudah karena menyangkut banyak faktor seperti daya saing produk, infrastruktur pendukung hingga regulasi. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak terutama Pemerintah Indonesia yang selalu melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang memengaruhi kegiatan ekspor nasional,” ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Tantangan ekspor otomotif ke depan adalah menurunnya konsumsi produk otomotif imbas dari melemahnya kondisi perekonomian di negara maju. Mencari negara-negara tujuan baru menjadi penting untuk mempertahankan performa ekspor.

“Adanya tambahan negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah, Mekong dan Afrika cukup membantu dalam mengompensasi penurunan volume di beberapa negara terdampak krisis dan negara yang menerapkan hambatan non-tarif,” imbuh Warih.

Krisis global dirasakan sangat signifikan memperlambat laju pertumbuhan ekspor produk Toyota dari Indonesia. Belum lagi ditambah adanya hambatan dengan skema non-tarif di beberapa negara tujuan ekspor yang turut memperburuk performa pengiriman produk otomotif dari dalam negeri.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam menyatakan bahwa ke depan, selain karena dampak krisis global, dirupsi digital juga menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi industri otomotif. Sebagai antisipasinya, pihak korporasi menyiapkan upaya, salah satunya peningkatan efisiensi melalui penerapan teknologi yang menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai “center of transformation”.

“Kompetisi ekspor makin ketat ke depannya, baik antar sesama pelaku industri otomotif maupun lintas sektor industri hingga persaingan antar negara dan antar kawasan, butuh SDM berkapabilitas tinggi yang mampu menguasai teknologi guna melawan inefisiensi. Selain menjaga konsistensi perfoma ekspor maupun operasi yang telah eksis, saat ini kami tengah persiapkan diri agar transformasi menuju era elektrifikasi dan mobilitas berjalan mulus,” jelas Bob Azam.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *