Home News Kunci Sukses Mitsubishi Xpander Versi Rifat Sungkar

Kunci Sukses Mitsubishi Xpander Versi Rifat Sungkar

11 min read

Selain desain modern dan kelengkapan fiturnya, publik penasaran dengan kesenyapan kabin dan kenyamanan suspensinya. Apa resep suksesnya menurut Rifat Sungkar? 

Drive and Hype – Di sela kesibukannya mendampingi rombongan jurnalis di acara media test drive Mitsubishi Xpander Bath II yang mengambil rute Solo-Yogyakarta, Rifat Sungkar selaku Product Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, sempat membeberkan kunci sukses Xpander dibanding para pendahulunya di segmen LMPV. Rifat Sungkar, yang juga perally andal Indonesia ini, selain mempelajari mekanisme dan struktur suspensi Xpander, juga merupakan yang pertama mencicipi handling dan performa suspensi Xpander saat baru diperkenalkan terbatas ke media nasional di Jepang sekitar pertengahan 2017 lalu.

Saat bersama Rifat di Jepang itulah, kami mendapat gambaran singkat kalau LMPV ini bakal punya kartu truf jitu untuk bicara di segmen LMPV Tanah Air. “Suspensinya empuk dan nyaman, pergerakan setir begitu ‘tajam’ dan bodi bergerak mengikuti permainan setir secara responsif dan akurat. Handling dan manuvernya juga stabil sekali. Cocok diajak jalan dalam kota dan lincah di luar kota,” bilang Rifat saat itu, usai mencoba Xpander di fasilitas uji coba milik Mitsubishi Motors Corporation (MMC).

Rifat Sungkar (kiri) Product Brand Mitsubishi dan Intan Vidiasari (kanan) Head of PR & CSR Dept. PT. MMKSI di kabin Xpander saat Media Touring Solo – Yogyakarta

Menurut Rifat saat itu, Low-MPV ini mengadopsi perpaduan desain SUV dan MPV. Mengadopsi unsur desain SUV, lantaran ground clearance tertinggi di kelasnya. Lebih mudah mengatasi kondisi jalan di Tanah Air yang banyak rintangannya. Termasuk saat harus melewati genangan air yang kerap ditemui di kota-kota besar. Layaknya SUV, Xpander memberikan kenyamanan berkat desain suspensi barunya. Mampu memberi kenyamanan lebih saat melintasi jalan bergelombang atau rusak.

“Mobil ini cukup nyaman untuk jalanan bergelombang dan rusak, memiliki handling baik dengan presisi setir mirip Pajero Sport,” ungkap Rifat Sungkar saat mencoba Xpander di MMC saat itu. Kemampuan ini dipadukan dengan format MPV yang mampu mengakomodir daya muat 7 orang dengan 3 baris kursi yang disertai berbagai lokasi penyimpanan untuk barang bawaan. Hasilnya, format yang ideal karena tangguh layaknya SUV dengan kenyamanan MPV.

Saat bertemu kembali di Media Test Drive Mitsubishi Xpander, Rifat kembali menyapa,”Bagaimana, sudah merasakan langsung karakter suspensinya? Tidak jauh dengan apa yang pernah saya sampaikan saat mencoba pertama kali di Jepang tahun lalu kan?”. Ya, sebagai pereli handal, tentunya feeling dan proporsi Rifat ketika mencoba Xpander sudah bisa langsung merasakan perbedaannya.

Menurut Rifat, struktur dan model suspensi Xpander mirip dengan yang diaplikasikan ke Mitsubishi Evo X. Dibanding para kompetitornya, Xpander memiliki rentang jarak roda kiri-kanan atau wheel-track lebih lebar, sama seperti yang diterapkan di Lancer Evo X. Kondisi seperti ini pula yang membuat Xpander lebih lincah dan stabil saat bermanuver.

Suspensi depan-belakang Xpander mengadopsi dari kehandalan dan stabilitas tinggi Lancer Evo X, menurut Rifat.

Suspensi depan Xpander juga memiliki tipikal unik mirip Evo X. Dengan model MacPherson strut plus coil spring, letak sokbreker diposisikan agak miring ke sisi dalam bodi dan mengarah ke belakang, sehingga memiliki peredaman sempurna dan mendukung posisi chamber roda ketika mendapat beban berlebih di roda. Menurut Rifat, proporsi suspensi ini lebih kuat dan stabil ketika bermanuver ekstrem.

Suspensi belakang mengusung torsion beam dan trailing arm dengan reinforcement penguat rigiditas kerja suspensi. Aspek kenyamanan Xpander juga dipengaruhi komponen shockabsorber valve di suspensi depan dan belakang yang dikembangkan khusus dengan quick response, sehingga lebih stabil dan nyaman. “Paling mudah dirasakan saat melewati jalan lubang atau bergelombang dengan kecepatan agak tinggi. Ayunan suspensi seperti langsung tertahan atau menahan bodi mobil. Efek bodi mengayun langsung diredam shockabsorber ini. Pengaruhnya besar di penumpang yang duduk di jok baris kedua dan ketiga karena tidak mengayun,” imbuh Rifat.

Kendati dengan gerak roda depan, Xpander tetap mumpuni melahap jalur menanjak dan lebih lincah bermanuver di jalan.

Menjawab mengapa Xpander sebagai MPV 7-seater tidak memilih gerak roda belakang yang lebih cocok untuk kondisi jalan di Indonesia, Rifat menegaskan kalau teknologi gerak roda depan (GRD) dalam konteks teknologi, kemampuan atau performa, serta kenyamanannya kini semakin jauh canggih. Bahkan, teknologi GRD kini memiliki banyak keuntungan karena faktor less-power dan mengurangi gangguan suara ke kabin karena tidak ada gardan, distribusi bobot kendaraan lebih proporsional, serta respon akselerasi lebih cepat akibat tenaga mesin langsung tersalur ke roda depan.

Saat di jalan bebas hambatan, keunggulan kabin Xpander menunjukkan performanya. Mampu mereduksi gangguan suara dari luar ke kabin.

Kunci sukses Xpander lainnya di kelas LMPV ini menurut Rifat adalah kekedapan kabin yang begitu senyap dan ergonomi kabin yang memudahkan orang keluar-masuk dan lega duduk di dalamnya. “Saya belikan Xpander untuk orang tua saya karena faktor ini juga. Orang tua saya yang menggunakan kursi roda, butuh kendaraan yang frame pintu belakangnya cukup lebar dan posisi terbukanya hampir 90 derajat. Saat masuk ke Xpander, ternyata sangat memudahkannya,” beber Rifat.

Kunci keunggulan signifikan lainnya menurut Rifat adalah, tingkat kesenyapan dan kenyamanan kabin yang lega dan mudah pengaturan kursinya untuk berbagai aplikasi. Kabin terasa nyaman dan senyap berkat aplikasi insulator di bodi samping dan perangkat absorber di bagian atap, kap mesin dan lantai kabin, sehingga mampu meredam suara berisik yang timbul akibat terpaan angin, suara mesin, dan gesekan ban ke aspal. “Paling terasa efeknya seperti tadi kita melintasi jalan tol, suara luar cukup bagus teredam ke kabin,” ujar Rifat yang juga penyuka mobil klasik ini.

Mesin Xpander berkode 4A91 1.499 cc 4-silinder MIVEC DOHC 16-Valve berdaya maksimum 104HP/6.000rpm dan torsi maksimal 141 Nm/4.000rpm dianggap sudah sepadan dan mumpuni

Disinggung soal performa mesin dan transmisi, penggunaan mesin Xpander berkode 4A91 1.499 cc 4-silinder MIVEC DOHC 16-Valve berdaya maksimum 104HP/6.000rpm dan torsi maksimal 141 Nm/4.000rpm, menurut Rifat sudah sepadan dengan bobot kendaraan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. “Intinya mobil ini buat angkut keluarga jalan-jalan, bawa barang, pakai harian rumah-kantor, kuat nanjak, dan harus hemat bahan-bakar. Jadi performa Xpander untuk dipakai harian dalam kota atau luar kota, menurut saya sudah cukup. Ini kan bukan untuk balapan,” senyum Rifat.

Saat pengetesan di jalur Solo – Yogyakarta yang sangat ramai dengan berbagai variasi jalan seperti kombinasi macet dan lancar, tanjakan-turunan, jalan yang tidak mulus, penumpang 4 orang dengan beban berat, hingga pengendaraan yang disengaja untuk membuktikan performanya (hard-driving), konsumsi BBM di layar MID Xpander yang kami tumpangi menunjukkan rata-rata konsumsi bahan bakar mencapai 11-12 kpl.

OctoVB – Foto: Dok. DNH

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *