Home News Kupas Fitur Teknologi DFSK Glory 560 Versi Taqwa Garden Speed

Kupas Fitur Teknologi DFSK Glory 560 Versi Taqwa Garden Speed

6 min read

Sebagai tuner sekaligus pemerhati teknologi kendaraan, Taqwa Garden Speed melihat sosok DFSK Glory 560 dilengkapi fitur keamanan dan kenyamanan optimal. Kualitas pengendaraan dan performa mesinnya juga memuaskan di kelasnya.

Drive and Hype – Agar berkendara bisa dilakukan secara optimal dan memaksimalkan fitur-fitur yang ada di DFSK Glory 560, DFSK mengadakan kegiatan Bedah Teknologi dengan mengundang media pada Senin (29/4/2019) di Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Kegiatan kali ini dihadiri jajaran manajemen DFSK yakni dan Taqwa Suryoswasono dari Garden Speed Workshop.

Menurut Taqwa Suryoswasono, dari aspek keselamatan di eksterior, yang menarik bagi dirinya pribadi adalah aplikasi lampu DRL (Daytime Running Light) dan foglamp di Glory 560. “Hadirnya foglamp ini sangat membantu pada saat kita berkendara di hujan deras, baik itu di jalan tol maupun non tol. Jadi bukan dengan menyalakan lampu hazard yang sering kita temukan di jalan,” ujar Taqwa.

“Di beberapa negara maju, kita wajib hidupkan lampu foglamp merah belakang apabila jarak pandang sekian puluh meter terganggu. Tapi kalau jarak pandangannya masih clear, dan tetap kita hidupkan, kita malah bisa ditilang,” ujar Taqwa.

Taqwa melanjutkan, berbagai fitur safety lainnya yang disematkan pada Glory 560 seperti Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), Emergency Brake Assist (EBA), Electric Parking Brake (EPB), Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Program (ESP), Traction Control System (TCS), hingga dual airbag ini dianggap Taqwa sudah luar biasa, sehingga berkendara dengan Glory 560 membuat aman dan nyaman.

“Kalau kita lihat, rata-rata kecepatan berkendara di Jakarta itu sekitar 18-28 kilometer per jam. Kalau kita melihat kondisinya dan membandingkan dengan fitur yang ditawarkan, maka DFSK Glory 560 menawarkan sebuah solusi mobilitas yang lebih dari cukup dan patut untuk dicoba menemani kegiatan sehari-hari,” beber Taqwa.

Selain itu, fitur yang akan sangat terasa selama perjalanan adalah penggunaan floating head unit layar sentuh berukuran 8 inci. Sistem hiburan ini sudah mengadopsi radio, bluetooth, music, pictures, video, mirroring smartphone, sampai GPS agar perjalanan tidak membosankan.

“GPS dan mirroring smartphone di floating head unit ini sangat berguna sekali selama perjalanan. Pengemudi tidak perlu repot-repot untuk memasang dan melihat GPS dari layar smartphone yang kecil, yang akhirnya malah bisa mengganggu konsentrasi mengemudi. Semua cukup terpusat di head unit, dan posisinya yang berada di atas dashboard semakin mempermudah pengemudi mengoperasikan serta melihat GPS selama perjalanan,” beber Taqwa.

DFSK Glory 560 menawarkan kabin lega dan menampung tujuh orang dewasa dengan jok kulit berkualitas premium. Jok baris ketiga masih nyaman untuk penumpang dewasa dengan postur 175 cm. Bagian jok baris kedua dan ketiga bisa diatur fleksibel menghasilkan flat deck, sehingga memudahkan penumpang menyusun barang bawaan. Konfigurasi DFSK Glory 560 dengan jok baris kedua dan ketiga direbahkan, menghasilkan bagasi berdimensi 1.810mm x 1.300mm x 760mm (PxLxT).

“Saya melihat DFSK merancang kendaraan yang mengakomodir kenyamanan penumpang dan barang bawaan penumpang. Kabin lega dipadu interior bertekstur soft-touch berbahan premium, posisi berkendara nyaman, mengurangi kelelahan selama perjalanan. Barang bawaan pasti terangkut karena mobil ini menyediakan bagasi lega, flat deck, dan 29 kompartemen penyimpanan barang,” jelas Taqwa.

Soal pengendaraan, menurut Taqwa, mobil ini cukup memiliki kenyamanan dan handling tidak kalah dengan mobil umumnya di Indonesia dengan harga berkisar Rp 300 juta. Mobil ini bisa meredam guncangan dengan baik, memberi kestabilan kemudi, dan memberi rasa nyaman.

“Kombinasi mesin bertenaga dan CVT yang ada di DFSK Glory 560 memberikan sensasi berkendara menyenangkan dan responsif. DFSK Glory 560 bisa diandalkan untuk berbagai kondisi, mulai dari perkotaan yang butuh respon cepat, jalanan bebas hambatan yang butuh kecepatan tinggi, hingga jalur menanjak dengan performa mesin,” beber Taqwa.

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *