Home News Kyoko Shimada, Wanita Desainer Mobil Pertama di Jepang Berasal dari Nissan

Kyoko Shimada, Wanita Desainer Mobil Pertama di Jepang Berasal dari Nissan

5 min read

Adalah Kyoko Shimada, wanita pertama menjadi desainer mobil di Jepang yang datang dari Nissan. Saat itu, Nissan sudah menyadari betapa pentingnya memahami sudut pandang wanita dalam mendesain mobil, karena Nissan memahami nantinya setiap rumah tangga akan memiliki mobil.

Drive and Hype – Saat industri otomotif Jepang didominasi kaum pria pada sekitar tahun 1967, Nissan justru membuat keputusan berbeda. Saat itu Nissan malah merekrut Kyoko Shimada, wanita pertama yang menjadi desainer mobil dalam sejarah Jepang.

Kyoko bergabung dengan Nissan, 19 tahun sebelum Undang-Undang Kesetaraan Kesempatan Kerja untuk Pria dan Wanita mulai berlaku di Jepang. Di masa itu ketika partisipasi aktif perempuan dalam dunia kerja dan masyarakat bukanlah sesuatu yang lazim.

“Tidak ada satu pun desainer wanita di industri otomotif Jepang waktu itu, tetapi Nissan lebih dulu menyadari perlunya memahami sudut pandang wanita dalam mendesain mobil dibanding perusahaan mobil lainnya, karena Nissan tahu nantinya setiap rumah tangga memiliki mobil,” kenang Shimada.

Usai kuliah arsitektur di Japan Women’s University, Shimada bergabung dengan Nissan untuk menjadi bagian tim sekitar 50 desainer – yang semuanya pria dan berspesialisasi di bidang otomotif. Justru sebagai wanita muda tanpa latar belakang otomotif, menjadi kekuatan bagi Shimada.

Karakter ini membawanya menuju kesuksesan selama 38 tahun di Nissan. Di mana ia mendapat wawasan dari tempat-tempat unik, serta memberinya sudut pandang imajinatif dan segar. Contohnya, Shimada memandang mobil sebagai ‘ruang hidup’ di mana pengguna dapat mengekspresikan identitas dan gaya hidup mereka di dalamnya; ini suatu pandangan yang unik di masa itu.

Ia percaya mobil tidak hanya memberikan ‘ruang’ untuk pengemudi tetapi juga untuk penumpang di kursi depan dan belakang. Demikian pula dengan elemen desain lainnya, seperti kontras dan harmonisasi dengan dunia luar.

Ide ini menjadi nyata ketika Shimada ditugaskan mengerjakan warna dan desain interior mobil penumpang. Dengan cara kerja yang benar-benar baru, ia mengelilingi pusat perbelanjaan melihat gaya berpakaian terbaru pria dan wanita sebagai sumber inspirasi. Ia juga mengunjungi toko furnitur premium mempertimbangkan cara memasukkan karakter mewah ke interior mobil, dengan menggunakan wawasan arsitektur sebagai referensi struktural.

Hal ini mengarahkannya untuk mengusulkan warna-warna seperti biru segar, coklat dan putih untuk palet mobil, pada masa di mana eksterior kendaraan mewah semuanya serba hitam. Ia berulang kali menantang stereotip yang belum pernah terpikirkan orang lain sebelumnya.

Melihat kembali ke masa tersebut, Shimada mengatakan, “Belum pernah dilakukan bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan sesuatu berbeda. Jika belum pernah dilakukan, mengapa tidak melakukannya? Setelah hal itu diwujudkan, yang lain pun akan mengikuti secara alami.”

Setelah kesuksesannya selama hampir empat dekade di Nissan, ia pun pensiun dengan berbagai pencapaian dan tercatat sebagai ‘pengusung pertama’ dalam berbagai hal, serta akan selalu dikenang sebagai contoh wanita pertama dengan kepemimpinan kuat di Nissan. Tekadnya menjadi diri sendiri adalah kekuatan pendorong di balik kariernya yang luar biasa, yang kemudian berkontribusi besar untuk pengembangan Nissan menjadi perusahaan global.

“Bagi saya, keunikan dari ciri khas Nissan adalah keberanian menghadapi tantangan. Karena itu, Nissan mendorong pemikiran yang bebas dan dapat memproduksi mobil-mobil yang berpandangan ke depan supaya dapat menjawab segala kebutuhan di era baru,” tutup Shimada.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *