Home News Layanan Digital Penjualan dan Purna Jual Honda Naik Signifikan Selama Masa PSBB

Layanan Digital Penjualan dan Purna Jual Honda Naik Signifikan Selama Masa PSBB

5 min read

Menyesuaikan diri turunnya pasar otomotif akibat wabah Covid-19, PT HPM melonggarkan target penjualannya di semester pertama tahun ini. Sementara ini, layanan digital online purna jual dan penjualan Honda terus diperkuat demi menjaga tingkat kepercayaan konsumen. 

Drive and Hype – Menyesuaikan kondisi terakhir industri otomotif di tengah pandemi Covid-19, yang berpengaruh besar pada terganggunya pasar otomotif nasional, membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil nasional 2020 dengan menargetkan hanya 600 ribu unit di 2020. Angka ini jelas 40 persen lebih rendah dari penjualan total nasional mobil yang tercapai pada 2019.

“Sekarang terlalu dini untuk bisa mengetahui pandemi ini akan berakhir kapan. Kami fokusnya pada pelayanan konsumen dulu. Bisa jadi target nasional Gaikindo yang 600 ribu tersebut bisa turun menjadi 500 ribu unit terjual di 2020. Saat ini setiap saat bisa berubah kondisinya. Untuk peluncuran model terbaru saja kami masih melihat kondisi pasar bagaimana. Kondisi tidak stabil dan sedang turun, riskan meluncurkan mobil saat ini,” jelas Yusak Billy K., Business Inovation and Marketing & Sales Director PT HPM dalam kesempatan ‘NGOVID’ Forum Wartawan Otomotif bersama PT HPM via Google Meet pada Jumat (8/4/2020).

Selama masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengharuskan setiap individu menghindari kontak langsung dan menjaga jarak. Karena itu diler dan bengkel resmi tentunya mengalami penurunan skala aktivitas kesehariannya. “Kami ada beberapa diler yang mendapat ijin khusus beroperasi dari Kementerian Perindustrian. Itu pun pelayanannya lebih mengotimalkan secara online dan digital,” kata Billy.

Jika melihat data yang ada, sebesar 70 persen pasar mobil Honda merupakan wilayah yang terkena PSBB. Karena itu, HPM fokus pada layanan online, baik untuk penjualan dan purna jual. Untuk penjualan, tercatat ada tren yang muncul dan naik signifikan. Yakni pemanfaatan platform difgital untuk pembelian mobil Honda. Hal ini menurut Billy, lantaran banyak masyarakat kini banyak melakukan segala sesuatunya dari rumah secara online dengn memanfaatkan paltform digital.

“Strategi marketing kami punya paket hemat untuk  Brio, Mobilio, HR-V, BR-V, Jazz, CR-V, pembeliannya akan mendapat free service dan parts. Tentu ada syarat dan ketentuan yang nantinya bisa dicek. Untuk penjualannya itu, ada hal normal yang baru, yakni saat semua orang di rumah, pemasaran sekarang kebanyakan dilakukan via media digital,” ungkap Billy.

Bahkan, untuk merangsang konsumen membeli secara online digital, khusus varian Mobilio dan BR-V akan mendapat keringanan, besarannya bisa menghubungi diler terdekat Honda. “Penjualan digital kami sekarang meningkat drastis ya. Dulu penjualan secara online hanya di bawah 3 persen. Kondisi sekarang, penjualan retail secara online sudah mencapai 20 persen pada April 2020. Layanan aftersales seperti home service dan pick up service, kenaikannya juga cukup cepat. Khusus April 2020 saja sudah mencapai order 2.000 unit,” beber Billy.

All new Honda Brio masih tertinggi penjualannya secara online selama masa PSBB di April 2020

 

Ditambahkannya, retail penjualan online sebesar 20 persen itu didapat dari proses browsing, dan lihat website. Selebihnya penjualan yang 80 persen didapat dari kontak langsung pribadi antara konsumen dengan salesnya. Para sales ini biasanya memanfaatkan database yang mereka punya dan menawarkan unit. Lantas melakukan transaksi di daerah yang berada di luar cakupan PSBB. Sementara model yang paling besar dipesan via online selama April 2020, masih datang dari Honda Brio sebanyak 966 unit.

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *