Home News Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga ke Filipina, Presiden Jokowi Berharap Volume Ekspor Naik Tiga Kali Lipat di 2024

Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga ke Filipina, Presiden Jokowi Berharap Volume Ekspor Naik Tiga Kali Lipat di 2024

10 min read

Pelepasan perdana ekspor Isuzu Traga ke Filipina diharapkan Presiden Joko Widodo menjadi momentum industri otomotif lokal untuk bangkit mencapai target ekspor 1 juta unit atau naik tiga kali lipat pada tahun 2024 mendatang.

Drive and Hype – Kendaraan produksi Indonesia kembali mendapat kepercayaan dunia Internasional. Kali ini, giliran Isuzu Traga hasil rakitan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) melakukan ekspor perdananya ke Filipina. Sebagai langkah apresiasi Pemerintah yang mendukung skema ekspor produk dalam negeri, Presiden RI Joko Widodo langsung melepas ekspor perdana tersebut dari pabrik perakitan IAMI di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur pada Kamis, 12 Desember 2019.

Acara peresmian ekspor perdana ini turut dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senior Executive Officer Isuzu Motors Ltd – Yoichi Masuda, dan Presiden Direktur PT. Astra International, Prijono Sugiarto.

Untuk ekspor perdana ke Filipina ini, PT IAMI akan mengirim sebanyak 120 unit dari total 6.000 unit yang akan dikirim hingga akhir tahun 2020, dengan kontribusi pada devisa Negara diperkirakankan mencapai $66.000.000 per tahun. Selanjutnya, pada 3 tahun ke depan, IAMI berencana memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia Tenggara saja, tapi juga merambah ke beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi langkah IAMI menembus pasar ekspor kendaraan komersial. “Itulah kenapa saya mau datang ke acara PT Isuzu ini. Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada pagi hari ini. Secara garis besar, fokus kerja pemerintah dan kebijakan industri dan perdagangan yang diambil sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor sekaligus meningkatkan ekspor,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, dua hal tersebut menyangkut impor dan ekspor merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan. “Kita berharap ‘current account deficit’ kita semakin mengecil, dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor,” imbuhnya.

Dalam kaitan tersebut, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Jap Ernando Demily menyatakan,“Ekspor ini selain bertujuan meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi target produksi, juga sebagai bentuk upaya kami meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia. Pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan Isuzu di luar Jepang.”

Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Isuzu Traga ini, Isuzu Indonesia berjanji untuk terus berusaha memberikan kualitas, biaya, serta penyampaian produk yang terbaik agar dapat menjadi basis produksi yang unggul di grup Isuzu dan dunia.

Berdasarkan informasi yang diterima Presiden, sepanjang 2019 sektor otomotif Indonesia membukukan angka ekspor sekitar 300 ribu unit ke berbagai negara. Di 2024 mendatang, Kepala Negara memberi target, industri otomotif Indonesia mampu membukukan ekspor hingga 1 juta unit.

“Saya sampaikan ke seluruh insan keluarga besar otomotif, pada 2024 nanti paling tidak minimal 1 juta unit kendaraan harus keluar diekspor dari Indonesia,” ucap Presiden. Untuk itu, Presiden meminta ke berbagai pihak terkait untuk optimistis mengejar target tersebut. Presiden yakin, kalau industri otomotif dalam negeri mampu memenuhi target besar tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berharap agar Indonesia nantinya bisa menjadi ‘production hub’ industri otomotif jangka panjang. Di mana unit yang diproduksi akan diekspor ke berbagai negara. “Peluang mengarah produksi ekspor itu sangat terbuka lebar,” tambahnya.  “Tadi Pak Prijono (Presdir Astra) menyampaikan, Pak, tahun ini hanya satu negara. Tapi tiga tahun ke depan akan masuk ke 20 negara di Afrika, Asia Timur, dan Timur Tengah. Ini yang diharapkan Pemerintah,” kata Presiden.

Presiden juga menghargai atas langkah yang dilakukan PT IAMI terhadap masyarakat. Yakni dengan bermitra dan memberi berbagai pelatihan dunia industri bagi pelajar SMK di sekitar kawasan pabrik. “Saya hargai PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang telah bermitra, bekerja sama, dengan SMK-SMK di sekitar industri guna memberi training, memberi contoh-contoh, memberikan cara-cara kerja yang baik, menularkan budaya kerja disiplin serta kerja keras ke mereka,” tambahnya.

Menilik perjalanan sejarahnya,pada 2015, PT IAMI memindahkan pabrik yang sebelumnya di Pondok Ungu, Bekasi ke pabrik baru di Kawasan Industri modern Suryacipta, Karawang. Pabrik Isuzu Karawang Plant memiliki luas 30 hektar dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga 80.000 unit per tahun.

Pemindahan pabrik Isuzu Indonesia ini merupakan salah satu langkah mengantarkan Isuzu lebih dekat dengan visinya, yakni menjadi pemain dominan di segmen yang dilayani di Indonesia dan sebagai basis produksi kelas dunia di grup Isuzu. Oleh karena itu, selain memproduksi kendaraan niaga yang sesuai pasar Indonesia, pabrik ini harus menjadi basis produksi kendaraan ekspor ke berbagai negara.

Pada 2018 lalu, dari pabrik ini IAMI memperkenalkan Isuzu Traga, kendaraan medium pick up sebagai awal kebangkitan produksi lokalnya. Apalagi, Isuzu Indonesia dipercaya sebagai negara satu-satunya pengembang dan memproduksi kendaraan tersebut. “Dalam “World Premiere Isuzu Traga” saat itu, kalau masih ingat, kami umumkan bahwa kendaraan ini nantinya akan kami ekspor. Dan bersyukur, pada hari ini -12 Desember 2019-, kami penuhi janji tersebut,” tegas Prijono.

Selain itu, Ekspor Isuzu Traga sudah mendapat Fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) dari Bea dan Cukai. “Kami mendapat Fasilitas KITE sebagai salah satu fasilitas dari Direktorat Jenderal Bea Cukai melalui Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat. Dengan fasilitas ini, impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor, diberikan Pembebasan Bea masuk dan tidak dipungut PPn Impor.

Pada akhirnya, ekspor Isuzu Traga tidak hanya berpengaruh pada internal Isuzu Indonesia, tapi juga berdampak pada eksternal bisnis Isuzu. Kegiatan ekspor butuh penambahan supplier hingga total supplier terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor memberi tambahan penghasilan supplier hingga $9.000.000 per tahun, serta penambahan omset perusahaan logistik hingga $300.000 per tahun.

Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Isuzu Traga ini, Isuzu Indonesia berjanji untuk terus berusaha memberi kualitas, biaya, serta penyampaian produk terbaik agar menjadi basis produksi unggul di grup Isuzu dan dunia.

Pada akhirnya, Isuzu Indonesia berharap ekspor ini dapat menjadi tonggak baru sejarah Isuzu di Indonesia dan menjadi batu loncatan serta pembuka yang baik untuk persembahan-persembahan lain dari Isuzu untuk Indonesia dan dunia.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *