Home News Malaysia Tuan Rumah Kompetisi Mobil Hemat Energi Shell Eco-Marathon Asia ke-10

Malaysia Tuan Rumah Kompetisi Mobil Hemat Energi Shell Eco-Marathon Asia ke-10

6 min read

Kompetisi Shell Eco-marathon Mileage Challenge ini akan menguji kendaraan hemat energi yang punya daya tempuh paling jauh dengan kecepatan maksimal.

Drive and Hype – Di ajang Shell Eco-marathon Mileage Challenge yang akan berlangsung pada tanggal 29 April hingga 2 Mei 2019 mendatang, lebih dari 100 tim dari seluruh kawasan di Asia dan Timur Tengah akan menguji performa mobil hemat energi rakitan mereka untuk menentukan siapa yang terbaik dan mampu menempuh jarak terjauh dengan konsumsi energi paling sedikit. Pada 2018, ketika Singapura menjadi tuan rumah, tim pemenang berhasil melaju sejauh 2.341 kilometer – setara jarak Jakarta-Bangkok, Thailand – hanya  butuh satu liter bahan bakar.

Shell Eco-marathon Asia (SEM Asia) 2019 merupakan bagian dari program global Make the Future Live dari Shell, yang kembali memilih Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur, sebagai lokasi kegiatan. Alasan pemilihan di Malaysia ini sekaligus memperingati 10 tahun kompetisi SEM -Asia yang pertama berlangsung pada 2009, di mana Sirkuit Sepang menjadi lokasi pertama kompetisi ini. Ajang ini sekaligus juga menandai 10 tahun diselenggarakannya kompetisi yang menantang para mahasiswa mendesain dan merakit beragam mobil hemat energi dan berkompetisi di lintasan balap.

Indonesia akan turut berpartisipasi di ajang Shell Eco-marathon Asia yang menghadirkan 28 mobil masa depan dari 22 universitas, yang berkompetisi meraih gelar mobil paling hemat energi. Indonesia berpartisipasi di kategori sumber energi Hidrogen untuk pertama kali di Shell Eco-marathon Asia 2012. Pada SEM Asia tahun ini, Bumi Siliwangi I dari Universitas Pendidikan Indonesia dan ITS Team-5 akan mewakili Indonesia di kategori UrbanConcept.

“Setiap tahun, standar performa tim semakin meningkat. Begitu juga semangat dan kegigihan para mahasiswa peserta Shell Eco-marathon Asia. Sirkuit Internasional Sepang di Malaysia adalah lokasi sempurna yang akan menjadi saksi lahirnya berbagai inovasi baru desain kendaraan. Kami menantikan kembali tahun yang menarik di ajang Shell Eco-marathon Asia,” ujar Shanna Simmons, Direktur Teknis Shell Eco-marathon Global.

Para tim mahasiswa juga memiliki kesempatan bertanding di ajang lainnya yakni, “Shell Eco-marathon Driver’s World Championship”, yang pertama kali diperkenalkan di program Shell Eco-marathon 2016. Di kompetisi ini, tim-tim UrbanConcept terbaik bakal mengadu kreativitas mereka bagaimana memadukan tingkat efisiensi energi kendaraan mereka dengan kecepatan dan keahlian pengemudi di lintasan balap, untuk menentukan siapa yang tercepat mencapai garis finish dengan konsumsi bahan bakar paling efisien.

Para tim pemenang di Driver’s World Championship akan berkesempatan bertanding di London melawan para tim kawasan Eropa dan Amerika. Pada 2018, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya – Team 2, berhasil menjadi pemenang Drivers’ World Championship. ITS Team 2 merupakan tim Asia kedua yang menjuarai ajang yang telah berlangsung selama tiga tahun tersebut. Sementara itu, Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menjadi tim dari Asia dan Indonesia pertama yang menjuarai Drivers’ World Championship 2016, dengan mengalahkan tim-tim dari Amerika dan Eropa.

Menurut Darwin Silalahi selaku Presiden Direktur dan Country Chairman Shell Indonesia, seiring dengan perkembangan transisi energi, pihaknya terus meningkatkan kualitas bahan bakar dan pelumas Shell untuk memastikan tercapainya efisiensi maksimum pada mesin konvensional. “Seiring berjalannya waktu, berbagai bahan bakar baru akan semakin penting bagi Shell. Melalui Shell Eco-marathon Asia, kami ingin mendorong ratusan anak muda Indonesia yang bertalenta untuk berperan besar mencari inovasi baru untuk mendapatkan beragam solusi,” ujar Darwin.

Sebanyak 11 dari 28 kendaraan hemat energi yang dibawa tim mahasiswa Indonesia berbahan bakar baterai listrik. Sejak kemenangan Tim Bumi Siliwangi 4 di ajang Drivers’ World Championship pada 2016 – melalui kendaraan bertenaga baterai listrik – Indonesia mencatat pertumbuhan penggunaan energi bertenaga baterai listrik di antara para tim yang berpartisipasi di Shell Eco-marathon Asia.

“Kami bangga karena sejak SEM Asia di 2010, tim mahasiswa Indonesia memimpin kategori kendaraan mesin pembakaran dalam, dan telah mulai memimpin kategori kendaran listrik. Kami yakin pengalaman mereka di Shell Eco-marathon ini akan memberi kontribusi peningkatan kapasitas dan mobilitas yang lebih cerdas dan lebih bersih di masa depan Indonesia,” tambah Darwin. 

Generasi muda Indonesia merasa percaya diri dan memiliki ketertarikan dalam pengembangan kendaraan listrik. Hal ini merupakan aset berharga bagi Indonesia seiring Keputusan Presiden tentang kendaraan listrik yang ditargetkan akan berlaku pada kuartal pertama 2019.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *