Home Otomotif Carbike Test Menguji Performa DFSK Glory 560: Eksplorasi Kenyamanan dan Ketangguhan

Menguji Performa DFSK Glory 560: Eksplorasi Kenyamanan dan Ketangguhan

18 min read

Kesempatan menguras performa dan ketangguhan DFSK Glory 560, akhirnya bisa kami wujudkan di rangkaian media test drive yang melibas jalur Jakarta dan Sukabumi. Dengan kondisi jalan dari aspal halus hingga permukaan tanah.

Drive and Hype – Banyak cara memperingati HUT RI ke-74. Salah satunya, DFSK Indonesia yang punya cara unik memperingatinya. Dengan mengajak sejumlah rekan media nasional, DFSK membawa 17 unit Glory 560 menuju Sukabumi yang diberangkatkan dari kantornya di bilangan Pondok Indah. “Bukan sekadar konvoi, tapi rekan media bisa mengeksplorasi performa, fitur, dan karakter DFSK Glory 560 sebagai SUV keluarga 7-seater yang tepat bagi kebutuhan keluarga aktif,” ujar Alex Pan, selaku Sales and Marketing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek (APM) DFSK.

Acara rangkaian media test drive (MTD) DFSK Glory 560 yang digelar Selasa (20/8/2019) dimulai dari kantor perwakilan dan showroom DFSK Indonesia di bilangan Pondok Indah. Selanjutnya, rombongan MTD diarahkan menuju Lido Lake Resort Sukabumi sebagai tujuan akhir. Rute perjalanan yang diambil merupakan paduan jalan arteri dan bebas hambatan. Tak lupa, di lokasi tujuan, khusus disediakan lahan semi off-road guna menguji ketangguhan suspensi dan kenyamanan kabin saat melewati jalan non-aspal.

Eksistensi Glory 560 di pasar otomotif nasional khususnya kategori Mid-SUV, bakal menghadapi pertempuran sengit dengan kompetitor kuat lainnya, seperti Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Kendati sedemikian ketat persaingan, harapan Glory 560 untuk bisa berkiprah tetap memiliki celah. Pasalnya, sejak muncul di pameran IIMS 2019 lalu, adik Glory 580 tersebut mencatat hasil positif dengan capaian Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) ribuan unit. “Hingga Juli 2019, Glory 560 sukses mencatat SPK lebih dari 2.000 unit secara nasional. Ini sungguh menggembirakan,” imbuh Alex Pan.

Besarnya ketertarikan masyarakat terhadap produk Cina ini memang patut diapresiasi. Pasalnya, merek kendaraan asal Cina baik roda empat maupun dua, pernah punya catatan kelam bagi  masyarakat otomotif Indonesia di akhir 1990-an dan awal tahun 2000-an. Sehingga memang butuh kerja ekstra untuk dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap produk kendaraan Cina. Media test drive yang dibikin DFSK adalah salah satu upaya membangkitkan tingkat kepercayaan tersebut.

Menjajal DFSK Glory 560 di Ruas Tol JORR – Bocimi

Balik lagi ke soal berlangsungnya acara, kondisi jalan Tol JORR pada Selasa (20/8) pagi hari seperti mendukung keinginan kami. Jalan tol yang biasanya macet ini, pagi itu ternyata cukup lancar. Kondisinya memungkinkan kami bisa meliuk di antara keramaian lalu-lintas untuk merasakan bagaimana kinerja suspensi, termasuk responsivitas mesin dan transmisinya. Tetap, faktor safety diutamakan dengan perhitungan matang.

Usai mobil patwal polisi menepi guna mempersilakan anggota rombongan berjalan masing-masing sesuai kebutuhannya, kamipun memulai eksplorasi Glory 560 untuk mengetahui kemampuan, karakter, dan beragam fiturnya. Sebelumnya, kami tetapkan dulu prioritas uji cobanya yang bisa dimaksimalkan di jalan tol. Yakni pada sektor performa mesin, kinerja suspensi atau kaki-kaki, dan faktor kenyamanan kabin.

Tol yang ramai, selain butuh skill mengemudi handal, juga didukung kemudahan pengemudian berkat pergerakan bodi Glory 560 yang tidak liar karena solidnya kerja suspensi, dan akuratnya putaran roda kemudi, serta agresivitas kemampuan mesin. Dimensi bodi dengan panjang 4.515 mm, lebar 1.815 mm, dan tinggi 1.735 mm membuat Glory 560 mampu bergerak lebih lincah.

Kelincahan ini juga didukung mesin 1.498 cc yang ditambahkan perangkat induksi Turbocharged. Hasilnya, mesin Glory 560 berkode SFG15T ini berdaya maksimum 150PS pada 5.600rpm dan torsi maksimum di 230Nm pada 1.800-4.000rpm. Jadi, berkat aplikasi turbo, output yang dihasilkan mesin 1.5 liter ini setara dengan output yang dihasilkan mesin naturally aspirated berkapasitas 2.500cc.

Untuk transmisi, mengusung jenis CVT untuk memberi perpindahan gigi yang halus, responsif, dan lebih efisien. Penggunaan transmisi CVT produk Punch Power Train Company ini juga untuk mendukung faktor kenyamanan yang ditawarkan Glory 560.

Apalagi, teknologi CVT sendiri juga sudah akrab dengan masyarakat Indonesia. Perawatannya lebih gampang dan murah. “Pilihan transmisi otomatis CVT guna menghasilkan akselerasi lebih responsif dan ringan, konsumsi BBM lebih efisien, dan meminimalisir tenaga yang terbuang seperti di perpindahan gear transmisi otomatis konvensional,” terang Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head DFSK Indonesia.

Saat melibas Tol Jagorawi arah Bogor yang cenderung sepi di pagi hari, tarikan Glory 560 memang terasa halus namun kuat efek tendangan turbonya. Kendati dilengkapi turbo, kami sepakat SUV ini juga nikmat dibawa harian. Tidak menyentak liar ketika perangkat turbo memberi dorongan. Lag turbo yang biasanya menjadi momok ketidaknyamanan, hampir minim terasa. Keluhan mesin ngelitik yang pernah mencuat, pada unit test Glory 560 yang kami kendarai ini tidak ditemukan.

Barulah ketika putaran mesin menyentuh 2.000 rpm, dan kaki langsung bejek pedal gas, maka bersiaplah menerima sensasi tendangan mesinnya. Bila Anda ingin sensasi lebih sporty lagi dan senang memainkan putaran mesin dengan gear yang dikehendaki, silakan geser tuas transmisi CVT-nya  dari posisi D ke M dan mainkan secara manual untuk naik-turun gear-nya. Nuansa sporty-nya bakal lebih terasa.

Teknik seperti ini yang kami coba saat keluar dari rest area Km 45 lepas Tol Jagorawi menuju Bocimi. Tanjakan panjang dan menyusul kendaraan lain kami libas bergantian memakai gear 4, 5, dan 6. Kami pun sempat menyentuh kecepatan hingga 160 kpj ketika kondisi jalan lengang. Saat kecepatan tinggi tersebut, dengan penumpang empat orang, bodi tidak terasa limbung.

Beberapa kali melahap tanjakan panjang di Tol Bocimi yang diselingi tikungan halus, dengan posisi gear yang pas sambil memanfaatkan maksimal torsi mesin, Glory 560 mampu melaju tenang tanpa terbebani. Jadi kesimpulannya, saat banyak dipakai dalam kota, lebih baik tuas transmisi diposisikan ke D saja. Sedangkan saat dibawa luar kota dengan kontur jalan beragam, pilihan posisi tuas transmisi di M, bakal lebih memberi percaya diri karena responsivitas tarikan mesin yang makin galak.

Soal pengendalian di jalan raya, keberadaan fitur keselamatan aktif yang disematkan pada Glory 560 membuat si pengemudi lebih percaya diri di berbagai situasi lalu-lintas dan kondisi jalan. Performa mesin setara mesin 2.000cc, diimbangi perangkat rem cakram di keempat roda dengan fitur Antilock Brake System (ABS) dan Electronic Brake Distribution (EBD). Lalu saat menghadapi pengereman mendadak, fitur Emergency Brake Assist (EBA) akan membantu pengereman manual si pengemudi yang biasanya tidak maksimal.

Saat melakukan over-taking atau menyalip dan juga melibas tikungan, Glory 560 sudah dilengkapi fitur Electronic Stability Program (ESP) buatan Bosch Jerman yang bekerja berdasarkan sensor pada roda kemudi, transmisi, mesin dan lainnya. Di mana sistem tersebut akan membaca kondisi kendaraan dan memberikan perintah mencegah kendaraan keluar kendali. Sedangkan Traction Control System (TCS) mencegah terjadinya slip dan mengatur traksi pada roda, sehingga tetap stabil saat berkendara di jalan basah maupun berpasir.

Saat menghadapi tanjakan, lagi-lagi Glory 560 memberi kemudahan bagi pengemudinya. Pasalnya tersedia fitur Hill Hold Control (HHC) yang akan bekerja selama 3 detik. Pada saat kondisi Stop – Go di kondisi jalan menanjak, pengemudi akan diberi jeda waktu ± 3 detik, untuk berpindah dari pedal rem ke gas. HHC akan menahan rem selama ± 3 detik supaya kendaraan tidak bergerak. Sistem HHC ini secara cerdas mengidentifikasi jalur landai ketika kemiringannya > 5% (sekitar 2,5°), mengintervensi sistem, dan memberi pengereman tambahan.

 

Yang cukup memuaskan, efek body-roll minim saat meng-over taking kendaraan lain, saat berpindah jalur di kecepatan sedang dan tinggi, atau mengambil tikungan agak tajam ketika berada di jalan lokasi Lido Lake Resort-nya. Bahkan, saya yang juga sudah mencoba sang kakak, Glory 580, bisa merasakan kalau Glory 560 cenderung lebih anteng, tidak banyak limbungnya. Hal ini bisa jadi lantaran racikan suspensi depan yang mengadopsi MacPherson strut dipadu suspensi belakang Multi-link Coil Spring sesuai bobot dan distribusi titik gravitasinya.

Tidak hanya fitur keselamatan aktif seperti ESP, TCS, ABS, EBD, EBA hingga EPB yang turut memberikan rasa percaya diri tinggi saat mengemudi. Fitur keselamatan pasif juga lengkap di Glory 560, seperti sepasang airbag untuk penumpang depan, sebagai pengaman incaran maling, Glory 560 juga dilengkapi Engine Immobilizer dan alarm system.

 

Buat sebuah Mid-SUV dengan harga terjangkau, wajah interior Glory 560 tampak premium dan elegan. Semua jok baris pertama hingga ketiga sudah berlapis kulit yang menambah kesan mewahnya. Tak hanya itu, tampilan head unit berlayar 8 inci multimedia model floating display di tengah dashboard, mirip SUV Eropa kelas atas. Selain berbagai fitur hiburan, head unit ini juga mengakomodir sistem navigasi, monitor kamera parkir, mirroring display yang bisa dikoneksi ke smartphone berbasis Android dan IOS lewat koneksi bluetooth.

Dashboard dan trimming pintu selain memiliki desain modern, juga menghadirkan material lembut dan berkualitas tinggi. Kesan mewah yang berada di atas rata-rata SUV di kelasnya juga dihadirkan lewat fitur Smart Key & Keyless Entry, Push Start-Stop Button, hingga panel metercluster berwarna iluminasi biru.

Selama berkendara, penumpang tidak perlu khawatir membawa terlalu banyak barang, karena Glory 560 dilengkapi hingga 29 ruang penyimpanan. Kabin juga lega dengan konfigurasi bangku yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Bahkan baris kedua dan ketiga kursi dapat dilipat untuk memberikan ruang bagasi yang lebih besar dan mampu menampung lebih banyak barang bawaan. 

Konstruksi jok juga memperhatikan ergonomi tubuh. Desain jok dirancang mencekung di bagian tengah, berfungsi mengurangi ketegangan otot pada saat duduk. Kursi dengan busa ganda, memberikan dukungan dan kenyamanan kursi yang luar biasa. Jok baris ketiga, masih mampu mengakomodir penumpang dewasa dengan postur hingga 170 cm. Posisi headroom masih menawarkan keleluasaan.

Yang memuaskan kami, rancangan kabin memang dibikin kedap dari suara luar. Intrusi suara dari gesekan ban dengan permukaan jalan, desir angin, dan suara mesin terserap dengan baik oleh peredaman Glory 560 ini. Hal ini berkat penerapan berbagao titik NVH untuk meredam sumber bunyi yang berasal dari sasis, bodi, dan kaki-kaki.

 

 

Saat tiba di lokasi finish yang berada di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat, kami masih diberikan kesempatan mencoba DFSK Glory 560 di medan non-aspal, tidak jauh dari titik finish. Di lokasi berupa tanah berkontur, Glory 560 kami ajak ‘menari’ untuk mencoba kinerja suspensinya dalam meredam guncangan.

Buat sebuah SUV, peredaman yang dihasilkan Glory 560 tergolong memuaskan. Efek bouncing saat melibas gundukan atau lubang, terserap baik oleh suspensinya. Ground clearance tinggi, membuat Glory 560 tidak mudah terantuk gundukan tanah yang menghadang.

Jelang sore hari, kami pun akhirnya bersiap kembali ke Jakarta. Tampilan Glory 560 juga sudah tidak sesegar saat berangkat. Hampir semua unitnya kini berselimut debu dan cipratan tanah merah yang menutup kilap cat bodi mulusnya. Dengan melewati rute yang sama saat berangkat, kami bergerak menuju kantor pusat sekaligus showroom DFSK di Pondok Indah, dengan dipimpin Patroli Pengawalan dari Korlantas Polri. Oiya, DFSK Glory 560 yang kami coba ini merupakan L-Type 1.5 T CVT dengan harga Rp  239 juta on the road Jakarta.

Foto: octo, dok.DFSK

 

 

 

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Carbike Test

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *