Home Otomotif Aksesoris/Aftermarket Product Mengusung Tema Go Green, Tim Yoong Motor Menangkan Gelis Tuner Competition di IMX 2020

Mengusung Tema Go Green, Tim Yoong Motor Menangkan Gelis Tuner Competition di IMX 2020

14 min read

Lewat persaingan ketat yang mengadu kreativitas dan imajinasi terukur, akhirnya tim Yoong Motor berhasil meraih posisi pertama ajang Gelis Tuner Competition di Indonesia Modification Expo 2020.

Drivenhype – Ketepatan pengambilan tema plus realisasinya yang bawa banyak manfaat kalau diterapkan, akhirnya tim Yoong Motor berhasil merebut posisi pertama di ajang Gelis Tuner Competition (GTC) yang merupakan bagian dari rangkaian acara pameran modifikasi Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 yang berlangsung secara virtual di platform Loket.com, Sabtu (10/10/2020).

Sedangkan posisi kedua diraih tim Gelis – Raptor yang dikomandoi Marco Chendra, serta posisi ketiga ditempati tim HSR Wheels yang dipunggawai Aldhy Rais. Mereka bertiga diberi kesempatan memodifikasi sesuai konsep masing-masing selama kurang lebih tiga bulan sejak unit pertama diterima pada pertengahan Juli 2020 dan diumumkan pemenangnya pada 10 Oktober 2020.

Pemenang pertama, Gelis Go Green karya tim Yoong Motor

Ajang GTC merupakan kompetisi modifikasi yang diinisiasi Kementerian Perindustrian RI bersama National Modification and Aftermarket Association (NMAA) dengan mengambil basis modifikasi berupa kendaraan roda tiga berlabel ‘Gerobak Listrik’ (Gelis) hasil produksi PT Solar Panel Indonesia (SPI). Dalam kesehariannya, Gelis diproyeksikan sebagai alat usaha kategori UMKM yang berbasis tenaga listrik.

Sebanyak 3 unit Gelis dalam kondisi standar diserahkan ke peserta GTC yakni Marco Chendra – workshop cat merek Raptor dan builder kendaraan offroad, Yomin Sugianto – workshop spesialis lampu  dan estetika eksterior Yoong Motor, dan Aldhy Rais – workshop spesialis velg dan lifestyle HSR. Untuk selanjutnya dimodifikasi sesuai selera dan fungsi yang ingin dikedepankan ketiga builder ini.

“Sesuai konsep awal Gelis yang hadir sebagai kendaraan ramah lingkungan, maka kami ingin menguatkan karakternya tersebut dengan aplikasi fungsi yang mendorong kegiatan dan teknologi ramah lingkungan. Makanya proyek modifikasi ini kami namakan ‘Go Green’,” jelas Tomi Gunawan, punggawa Tomi Airbrush yang bergabung di tim Yoong Motor sekaligus menjadi juru bicaranya.

Pemenang kedua, Gelis Warung Keliling karya tim Raptor Marco

Tim Yoong Motor menyulap Gelis menjadi unit serbaguna yang bisa melakukan serangkaian aktivitas pembersihan lingkungan. Gelis Go Green ini mampu melakukan penyemprotan disinfektan, dry clean untuk kendaraan roda empat atau dua, atau perlengkapan aktivitas harian seperti sepatu, busana, penyemprotan anti hama untuk usaha pertanian, fogging untuk mencegah demam berdarah, hingga untuk usaha perkebunan.

Tim Yoong Motor juga menjadikan Gelis Go Green-nya sebagai unit yang sarat teknologi mandiri. “Kami sematkan perangkat panel solar di atap Gelis ini untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik terbarukan. Jadi selama Gelis ini berkeliling, tidak perlu kawatir kehabisan tenaga baterai di tengah perjalanan. Karena selama berjalan, proses pengisian arus listrik terus berlangsung dari panel surya ke baterai. Jadi tidak terlalu membutuhkan colokan listrik. Apalagi kami tambahkan lagi baterai cadangan,” beber Yomin.

Sebagai ahlinya dalam dekorasi dan custom lampu LED, Yomin juga mendandani Gelis Go Green dengan paduan lampu depan-belakang dan sein yang ciamik. Lampu depan kini dibuat sepasang. Semua memanfaatkan teknologi LED yang hemat pemakaian daya listrik namun memancarkan cahaya terang. Bahkan lampu sein dibuat pergerakannya berjalan dari sisi dalam ke luar, layaknya lampu sein di mobil mewah.

Pemenang ketiga, Gelis Bengkel Keliling offroad style, karya tim HSR Wheels

Untuk memudahkan perbaikan bila ada masalah, boks belakang Gelis Go Green dibuat semi-knock down yang dapat dilepas dengan mudah dan digotong dengan 2 orang saja. Agar si pengemudi tidak kehujanan, Gelis Go Green dibuatkan semacam kabin mini lengkap dengan kaca depan plus setang wiper.

Tak hanya itu, untuk mempercantik tampilannya, perwajahan depan diberi sentuhan sejenis fairing yang stream line dengan kontur lampu dan bodi samping Gelis. Terakhir, Tomi memberi warna putih dengan sentuhan hijau muda yang segar. Sementara komponen kaki-kaki masih andalkan versi stok dengan sentuhan cat hijau di roda depan.

Sedangkan pemenang kedua, tim Gelis Raptor mengedepankan konsep Gelis ‘Warkop/Warteg Keliling’. Yang cukup ekstrem dari ubahan tim raptor ini, keberadaan sasis yang diperpanjang guna mengakomodir posisi jok baris kedua. “Jadi yang jualan bisa bawa asisten yang duduk di belakangnya. Kami juga sengaja gak pakai tudung kabin karena karakter Gelis-nya masih bisa terlihat,” jelas Marco Chendra.

Para dewan juri sedang melakukan tugas penjurian dengan penilaian dari berbagai faktor

Uniknya, karena sudah mengakomodir jok untuk penumpang belakang, posisi jok depan yang mampu memuat dua orang, diganti menjadi single-seater yang diambil dari jok model bucket-seat yang biasa diterapkan pada modifikasi mobil beraliran sport. “Sesuai misi GTC yang ingin mewujudkan bagaimana Gelis bisa tampil stylish dan modern, juga sekaligus agar si pengemudi bisa lebih nyaman duduknya,” senyum Marco.

Diklaim oleh Marco, ubahan chassis extension ini tetap memperhitungkan titik bobot dan gravitasi, serta kemampuan output daya dari motor listrik bawaan pabrikan. “Sudah diuji coba lewat tanjakan, masih kuat nanjak dengan beban full. Konstruksi sasis juga sama kuatnya dengan bawaan pabrik,” yakin Marco.

Sesuai konsepnya untuk berdagang, Marco memilih Gelis-nya didesain layaknya warung makan keliling. Bak belakang diubah menjadi lemari etalase kaca dengan beberapa tingkat untuk meletakkan piring menu makanan. “Bisa untuk dagang makanan restoran padang, warteg, atau warkop. Bisa juga untuk jualan lain yang simpel. Kami sediakan dudukan khusus untuk kompor gas mini dan tabung gas melon. Semuanya mudah dibongkar pasang,” papar Marco.

Ary Tjahyono, Chief Marketing Officer PT Solar Panel Indonesia (SPI), saat memberikan sambutan sebelum pengumuman pemenang Gelis Tuner Competition di IMX 2020

Untuk sektor kaki-kaki, agar terlihat lebih fashionable, Marco mengganti pelek belakang dengan pelek racing Enkei ‘belimbing’ ring 12 inci milik Morris Mini Copper lawas. Selebihnya masih standar. Oiya, guna memantau pergerakan Gelis Warung Makan mobile ini, Marco menambahkan unit GPS Tracker. “Buat pengusaha, GPS tracker ini penting buat memantau dan aspek keamanannya. Kita bisa lihat tukangnya apakah giat berjualan atau tidak,” senyum Marco.

Sedangkan pemenang ketiga, tim Gelis – HSR yang dipunggawai Aldhy Rais, mengambil konsep Gelis Bengkel Keliling bergaya Off-Road. “Ciri khas kalau Gelis ini untuk kegiatan bersifat teknis, bisa dilihat pada kepala kabin yang bentuknya menyerupai kontur kunci pas yang berlanjut batangnya ke belakang dalam bentuk boks,” ujar Aldhy.

Sementara boks belakang berisi berbagai peralatan untuk ‘ngebengkel’ seperti tool kit, kompresor mini, hingga ban serep. Bengkel keliling mobile ini ditujukan untuk membantu para petani yang tinggal di pelosok namun memiliki problem teknis dengan kendaraannya. “Karena itu Gelis ini dirancang untuk bisa melewati medan offroad, harus bisa melakukan perbaikan atau perawatan kendaraan bermotor atau peralatan teknis pertanian dan perkebunan hingga pelosok daerah,” bilang Aldhy.

Karena itu ketiga roda Gelis kini dilengkapi ban pacul guna menyesuaikan diri dengan kondisi permukaan jalan yang bakal didominasi jalan rusak dan berlumpur. Memang, secara tampilan Gelis HSR ini memang paling ‘gahar’ dibanding lainnya. Apalagi sekujur tubuh Gelis HSR ini dibalur cat hitam doff yang memperkuat aksen sangarnya.

Agar ban pacul berukuran besar bisa masuk di suspensi depan, Aldhy bersama team mengubah komposisi tripletree atau segitiga komstir menjadi lebih lebar dan tebal. “Konstruksinya kami bikin sendiri dari material aluminium yang ringan namun kuat. Pelebaran komstir ini membuat garpu fork-nya jadi lebih lebar untuk mengakomodir ban gambot yang kami pasang,” jelas Aldhy.

Usai penilaian menyeluruh yang mencakup faktor stylish-desain, fungsi, dan kerapihan atau detail, akhirnya dewan juri memutuskan Gelis kreasi Yoong Motor berhasil menyabet posisi pertama, diikuti Gelis Warung Keliling karya Marco, dan posisi ketiga ditempati Gelis-HSR.

Para finalis Gelis Tuner Competition sumringah menyambut hasil akhir kompetisi di antara mereka pada ajang IMX 2020

“Hasil akhir begitu memuaskan. Bahkan melebihi ekspektasi awal. Saya apresiasi karya para modifikator ini yang mampu menjadikan Gelis menjadi sebuah produk yang keren tanpa perlu meninggalkan fungsinya. kami di Kemenperin akan terus mendukung setiap upaya kreatif yang memajukan industri lokal untuk kemajuan produk bangsa. Teruslah menghasilkan karya yang terbaik, inovatif, dan visioner,” kata Putu Juli Ardika, Staf Ahli Menteri Bidang Pendalaman, Penguatan, dan Penyebaran Industri Kemenperin RI.

Hal senada juga diungkapkan Ary Tjahyono, Chief Marketing Officer PT Solar Panel Indonesia (SPI). Menurutnya, semua kreasi yang ditampilkan para modifikator Indonesia ini menjadi kehormatan bagi pihaknya. “Terus terang semuanya bagus, modern, kreatif, dan multifungsi sesuai visi-misi saat kami ciptakan Gelis ini. Saya sendiri tidak menyangka, dari sejak pertama menyerahkan 3 unit Gelis ini kepada ketiga modifikator, hasilnya bisa seperti ini.”

“Saya juga tidak membayangkan kalau Gelis bisa dimodifikasi sedemikian rupa hingga jauh lebih menarik, unik, dan lebih spesifik fungsinya. Salut buat para modifikator. Kalian menjadi juara semuanya karena karya. Terima kasih untuk Kemenperin RI dan NMAA yang sudah mendukung kearifan kreativitas dan industri lokal,” pungkas Ary mengomentari hasil akhir GTC, usai penyerahan piala dan sertifikat di IMX 2020.

 

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Aksesoris/Aftermarket Product

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *