Home News Mitsubishi Xpander, Simbol ‘Wind of Change’ Kendaraan Keluarga

Mitsubishi Xpander, Simbol ‘Wind of Change’ Kendaraan Keluarga

28 min read

Mata hati konsumen otomotif Indonesia seperti sontak terbuka, ketika menerima sosok Mitsubishi Xpander saat pertama diperkenalkan. Dengan karakter terbarukan yang dibawanya, Xpander seolah meniupkan ‘Wind of Change’ tentang bagaimana idealnya sebuah kendaraan keluarga di Indonesia.

Drive and Hype – Di awal tulisan ini, saya sengaja menyisipkan sebuah judul lagu slow-rock yang pernah populer di awal era ’90-an. Ya, siapa juga yang tidak kenal dengan lagu ‘Wind of Change’, yang disuarakan grup band rock beken kelas dunia asal Jerman, Scorpions? Lagu slow-rock legendaris ciptaan salah satu gitaris Scorpions, Klaus Meine, ini merupakan salah satu lagu terpopuler di album ‘Crazy World’ yang dirilis tahun 1990. Inspirasi Klaus Meine menciptakan lagu ini muncul ketika dirinya mengunjungi kota Moskow di tahun 1989.

Wind of Change, menceritakan tentang perjalanan Klause Meine menyusuri sungai Moskva (sungai yang melewati kota Moskow), dan datang ke Gorky Park untuk mendengarkan Wind of Change (Angin Perubahan). Lagu Wind of Change saat itu seperti memberikan harapan baru. Yang melukiskan akan mimpi dan harapan seorang anak kecil untuk bisa meraih kehidupan lebih baik di masa mendatang, dari situasi politik Timur-Barat saat itu. Makna yang tersembunyi dalam kalimat The Wind of Change itu adalah, ‘Perubahan’.

Tapi, artikel ini bukan ingin membicarakan tentang perubahan di bidang politik atau pengaruh musik terhadap proses kehidupan. Tetapi lebih untuk mengaitkan momentum ‘perubahan’ tersebut terhadap sebuah selera pasar yang sudah tercipta secara ‘massif’, di mana konsumennya sudah merasa di zona aman dan nyaman dengan pilihan produknya. Potret di mana sebuah studi pasar yang konsumennya cenderung ingin simpel dengan sebuah produk, paling mudah dilihat adalah di dunia industri dan pemasaran produk otomotif seperti kendaraan.

Xpander paling laris, penyumbang SPK terbanyak

Saya katakan begitu, karena pemasaran produk otomotif selain mengedepankan fungsi, kualitas, layanan purna jual, juga mengedepankan persoalan minat dan cocok-cocokan selera hati. Momentum sebagai agen perubahan di sebuah segmen yang sudah terlanjur nyaman dengan sebuah atau beberapa produk, jelaslah tidak mudah. Tapi apabila bisa mempelajari dan mencari tahu faktor atau aspek apa yang mempengaruhi kesukaan terhadap sebuah produk massif, tidak menutup kemungkinan produk pendatang baru bisa ikut menikmati hasilnya.

Itulah yang terjadi pada Mitsubishi Xpander. Hadir belakangan di segmen kendaraan Small atau Low-Multi Purpose Vehicle (S-MPV/L-MPV) pada ajang pameran GIIAS 2017, membuat Xpander punya beban cukup berat menghadapi para ‘senior’nya yang sudah lama bermain di kategori tersebut. Jelas, bukan hal mudah melakukan sebuah perubahan dengan langsung menyodorkan diri sebagai alternatif pilihan, lalu mampu menarik perhatian di tengah kebanyakan konsumen yang sudah terdoktrin dalam zona nyaman dengan pilihan kendaraan L-MPV yang ada.

Butuh waktu, butuh kreativitas, butuh produk inovatif, dan butuh strategi yang tepat guna dalam mengkomunikasikan berbagai kelebihan dan karakter yang diusung Xpander. Tujuannya, mendobrak kemapanan pilihan atas berbagai pilihan kendaraan keluarga yang lebih dulu eksis. Sebagai ‘agen perubahan’ yang menawarkan solusi alternatif pilihan, Mitsubishi Xpander hadir di waktu yang tepat. Yakni ketika saat segmen L-MPV sedang mencapai puncak titik jenuh dengan berbagai model yang cenderung stagnan dalam pola desain.

Sampai di sini, Mitsubishi Xpander mendapat momentum tepat saat memasuki segmen L-MPV. Di mana pasarnya masih menjanjikan, namun pilihan yang ada serba terbatas dan tidak berubah. Berbeda dengan hobi, selera atas kebutuhan itu ada batasnya. Saat hobi bisa berlanjut tanpa bosan, selera akan kendaraan yang sesuai pasti akan datang masa jenuhnya. Peluang berkiprah muncul saat konsumen dan pemilik L-MPV berada dalam titik jenuh tertinggi yang tidak bisa terlampiaskan.

Kehadiran Mitsubishi Xpander dengan desain futuristis yang dipadu kelengkapan fitur, kenyamanan optimal, dan performa maksimal khas Mitsubishi, menjadikan Xpander ibarat oase menyegarkan di tengah gersangnya dan jenuhnya pilihan mobil keluarga L-MPV di Tanah Air. Lantas, sosok Xpander pun menjadi idola dan terkesan fenomenal di kalangan konsumen yang butuh pilihan alternatif tersebut.

Saat di jalan bebas hambatan, keunggulan kabin Xpander menunjukkan performanya. Mampu mereduksi gangguan suara dari luar ke kabin.

Memadukan penampilan berbeda, meracik segala aspek berkendara, menempatkan fitur yang komplit, jelas bukan hal mudah. Butuh kerja keras, semangat dan upaya yang keras dan kreatif. Ternyata, Xpander mampu menjawab tantangan itu dan mewujudkannya di tengah berlangsungnya kompetisi ketat di segmen L-MPV. Segmen L-MPV sendiri hingga kini masih merupakan pasar terfavorit konsumen di Indonesia, mengalahkan segmen kendaraan lainnya. Tak heran, kalau pabrikan otomotif besar di Indonesia punya model unggulan di kelas ini.

Persiapan yang dilakukan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai bagian dari grup Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dalam menyiapkan Xpander telah melewati perjalanan panjang untuk mengetahui apa saja yang diingini dari sebuah L-MPV masa depan. Sebagai acuan produksi, sengaja dibidik konsumen Indonesia setelah Mitsubishi lama tidak bermain di kelas L-MPV semenjak ditinggal pergi varian Mitsubishi Kuda di awal tahun 2000-an.  Mitsubishi Kuda merupakan pesaing terdekat Toyota Kijang saat itu.

Demi mendapatkan data yang valid, riset pengembangan produk untuk Xpander ini dilakukan MMC bersama MMKSI sejak tahun 2013-an, ketika pasar otomotif Indonesia juga sedang mengalami booming pemesanan dan pasar L-MPV terus menunjukkan grafik menanjak signifikan. Dalam riset yang melibatkan banyak responden dari keluarga muda Indonesia, dapat digambarkan kebutuhan kendaraan L-MPV apa yang sesuai harapan dan kebutuhan konsumen, serta aspek atau faktor apa yang belum diketemukan dalam mobil L-MPV yang sudah beredar banyak di Tanah Air. Sehingga nantinya, kendaraan ideal L-MPV yang dibuat MMC nantinya akan sesuai dengan ekspektasi para konsumen nantinya.

Seiring berjalannya waktu, di ajang pameran GIIAS 2016, pihak MMC dan MMKSI mencoba ‘mengetest’ pasar dengan mendatangkan XM-Concept di pameran tersebut untuk melihat seberapa besar respon pengunjung terhadap mobil konsep L-MPV Mitsubishi ini. Sambutannya ternyata luar biasa. Hampir sebagian besar pengunjung GIIAS 2016 selalu mendatangi booth Mitsubishi sekadar mengetahui lebih jauh tentang calon L-MPV Mitsubishi ini. XM-Concept lantas menjadi bintang pameran GIIAS 2016 yang mampu menyedot perhatian pengunjung.

Respon besar dan antusiasme yang diperlihatkan pengunjung lantas makin meyakinkan Mitsubishi untuk segera mewujudkannya ke produksi massal. Terlebih, Mitsubishi tidak hanya memperkenalkannya di Jakarta saja, melainkan membawa XM-Concept berkeliling ke berbagai kota besar Indonesia yang nantinya potensial sebagai daerah pemasarannya. Tercatat, ada 9 kota besar di Indonesia yang akan disambangi XM Concept.

“Mitsubishi XM Concept merupakan gambaran acuan pengembangan Small MPV Mitsubishi yang akan diproduksi dan diluncurkan di Indonesia sebagai keseriusan MMKSI menggarap pasar kendaraan penumpang di Indonesia, sesuai semangat baru Brand New Day,” ungkap Head of Sales & Marketing Group PT MMKSI, Imam Choeru Cahya, saat ditemui di sela perkenalan XM Concept di acara Mitsubishi Motors Special Exhibition di Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat pada 15-19 Februari 2017.

Sejak pemunculan pertamanya di GIIAS 2016, safari XM Concept semakin gencar berkelana ke berbagai daerah. Saat itu, MMKSI senantiasa memperkenalkan Mitsubishi XM Concept, sebagai prototype dan acuan desain pengembangan Small MPV Mitsubishi yang akan diproduksi dan diluncurkan di Indonesia semester kedua 2017. Sekaligus sebagai world premiere karena Xpander tampil pertama kalinya di dunia.

Agar publik semakin mengenal XM Concept yang sudah memasuki jalur produksi, sejumlah jurnalis otomotif pada pertengahan Juli 2017, diajak oleh pihak MMKSI untuk mencoba Xpander yang masih serba dikamuflase tampilannya di negeri asalnya, Jepang. Kebetulan, drivenhype.com termasuk yang diajak mencoba pertama Xpander tersebut. Bahkan untuk merasakan perbedaan secara nyata, pihak MMC menyediakan pula unit test drive berupa calon kompetitor di kelas L-MPV yang dibandingkan langsung handling dan kenyamanannya.

Prospek Pasar Xpander di Tengah Persaingan Ketat L-MPV

Merujuk data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selama periode Januari-Desember 2018, Toyota Avanza kembali memimpin pasar L-MPV, setelah sebelumnya sempat disalip Mitsubishi Xpander di puncak kepemimpinan. Sebaliknya, bila mengacu pada kelas 1.500cc saja, Xpander sudah jauh melenggang meninggalkan Avanza Veloz 1.500cc.

Merujuk data Gaikindo, sepanjang Januari hingga Toyota Avanza menjadi jawara Small/Low-MPV dengan penjualan wholesales 82.167 unit, sedangkan posisi kedua direbut Mitsubishi Xpander sebesar 75.075 unit. Artinya, selisih penjualan keduanya hanya terpaut tipis, 7.092 unit.

Bila dirinci lebih detail, penjualan Mitsubishi Xpander mampu mempecundangi Avanza khusus di L-MPV kelas 1.5 liter. Xpander sukses mencatat penjualan 75.772 unit atau menguasai 44,1% pasar segmen L-MPV 1.5L yang totalnya berjumlah 171.828 unit. Sedangkan jauh di bawahnya, duet kembar Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang hanya meraih 18.882 unit atau 11,0% dari total market share L-MPV Tanah Air.

Dan, euforia pun terus berlanjut. Hingga lewat lebih dari setahun, antusiasme pemesanan terus berlangsung. Antrian pesanan SPK pun jadi turut mengular. Hingga Februari 2019, MMKSI sudah menerima pesanan lebih dari 115.000 unit. Dengan kapasitas produksi pabrik Mitsubishi mirip di awal perkenalan Xpander, calon pemilik masih menunggu 1-2 bulan sebelum bisa menikmatinya. Namun lamanya mobil datang tersebut sudah jauh berkurang dibanding masa sebelumnya di saat Xpander baru launching.

Seperti yang disebutkan di awal artikel ini, dibutuhkan waktu, kreativitas, produk inovatif, hingga  strategi yang tepat guna dalam mengkomunikasikan berbagai kelebihan dan karakter yang diusung Xpander, dibuktikan dengan cara dan kemampuan MMKSI merawat momentum post launching Xpander selama setahun kemarin tersebut  tidak hilang begitu saja. Tak heran, demi merawat kesinambungan image Xpander sebagai kendaraan pilihan keluarga Indonesia, MMKSI akhirnya menggelar roadshow ‘Tons of Real Happiness’ (TORH) di 9 kota selama Juli 2018 hingga Januari 2019.

“Sungguh di luar dugaan sambutan masyarakat terhadap acara Tons of Real Happiness. Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat Xpander dari dekat dan juga tidak melewatkan berbagai permainan menarik yang ada di area TORH,” sebut Intan Vidiasari, Deputy Group Head Planning & Communication Group PT MMKSI. Hasilnya, tidak heran kalau ajang ToRH memiliki data tarik tersendiri dan terlihat ramai untuk memenuhi target 100 ribu pengunjung.

Euforia Daya Tarik Mitsubishi Xpander

Di awal artikel ini juga disebutkan, bahwa sebagai alternatif pilihan dan mau dipilih dan merebut hati calon konsumennya, maka sebuah produk harus menghadirkan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki kompetitornya. Rupanya hal ini yang menjadi perhatian serius Xpander sebelum memasuki pasar.

Dengan tagline “Your Next Generation MPV”, Xpander sukses memenuhi banyak persyaratan dan ekspektasi calon konsumennya. Dengan perancangan matang, Xpander mampu mengakomodir kapasitas daya angkut, kepraktisan, tenaga yang cukup, efisiensi bahan bakar, layanan purna jual,  dan divisi penjualan kembali ada pada mobil ini.

Apabila dibandingkan dengan L-MPV sebelumnya, Mitsubishi Xpander banyak menawarkan kelebihan yang berbeda, atraktif dan sporty. Mulai dari kabin lega dan senyap, mobil berkapasitas 7 penumpang ini terlihat lebih atraktif dibandingkan LMPV sebelumnya. Xpander mengombinasikan desain eksterior yang lebih mirip SUV ketimbang MPV. Hal ini antara lain didukung oleh Headlamp atraktif dan LED Position Lamp, desain Dynamic Shield, serta bodi yang kuat dan kokoh.

Layaknya sebagai generasi MPV masa depan, Xpander banyak dibekali fungsi, fitur, dan fasilitas purnajual. Kabin Xpander selain terbesar di kelasnya, juga memiliki keunggulan berupa tingkat kesenyapan kabinnya yang mendatangkan aspek kenyamanan bagi penumpangnya yang didominasi keluarga. Fitur Arm-rest, posisi duduk nyaman di semua baris, lantai bagasi lapang dan kemudahan akses keluar-masuk dari baris ketiga keluar maupun sebaliknya, merupakan fitur unggulan Xpander yang disukai.

Fitur lain yang membuat jatuh hati para keluarga adalah, banyaknya colokan charger gadget (power outlet) yang tersedia di masing-masing baris kursi. Fitur ini bakal memanjakan anak-anak yang sering bermain gadget tanpa perlu kawatir baterai akan habis. Selain itu, Xpander memiliki banyak lokasi penyimpanan serbaguna, fleksibilitas pengaturan posisi mengemudi, sistem operasi keyless, serta sistem hiburan penunjang kenyamanan kabin. Tak hanya itu, demi kepuasan pemiliknya, Xpander didukung performa mesin mumpuni, rasa berkendara yang nyaman dan stabil, ruang kabin senyap, konsumsi BBM yang efisien serta komplitnya fitur keselamatan.

Target Produksi dan Pengembangan Jaringan Diler

Melihat besarnya antusiasme dan prestasi yang berhasil ditorehkan Xpander selama setahun di pasar otomotif Indonesia, membuat pihak MMC untuk rencana jangka panjang akhirnya memutuskan peningkatan kapasitas produksi pabrik mereka di Cikarang. Peningkatan kapasitas produksi tahunan ini dari 160 ribu unit beranjak hingga 220 ribu unit pada tahun fiskal 2020. Pengembangan ini sebagai hasil investasi 4 miliar Yen dari prinsipal. Kondisi ini memberi peluang lapangan kerja bagi 800 orang di pabrik Bekasi yang saat ini didukung 4.100 karyawan.

Dengan penambahan kapasitas tersebut, volume produksi Xpander akan digenjot dari 115.000 unit menjadi 160.000 unit pada tahun fiskal 2020. Ekspor akan meningkat dari 30.000 unit menjadi 50.000 unit per tahun untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, termasuk negara-negara ASEAN. Mitsubishi memastikan 80% suku cadang Xpander menggunakan bahan lokal.

Belajar dari yang sudah-sudah, MMKSI juga concern dengan masalah purnajual. Hal ini penting, mengingat layanan purna jual mempengaruhi harga jual kembali sebuah produk. Layanan purna jual yang optimal juga akan meyakinkan si konsumen untuk tergerak memiliki Xpander. Mewujudkannya, MMKSI menyiapkan secara detail layanan purnajual dengan memperbanyak jaringan layanan penjualan dan perawatan.

Target MMKSI, bakal meresmikan 143 diler hingga berakhirnya tahun fiskal di Maret 2019 yang akan datang. Untuk sementara ini, dengan peresmian terakhir diler PT Dipo Internasional Pahala Otomotif – Krakatau, di Medan, pada 7 Februari 2019 lalu, MMKSI sudah meresmikan diler kendaraan penumpang Mitsubishi ke-126 di seluruh Indonesia.

Besarnya minat dan daya beli masyarakat untuk Xpander, membuat MMKSI turut menjalankan program penguatan jaringan aftersales dengan membangun berbagai diler. Sehingga ekspansi penjualan Xpander, bisa tersebar secara lebih merata dengan kualitas layanan tetap optimal.

Xpander dan Gaya Hidup

Selain dipakai harian sebagai kendaraan keluarga, Mitsubishi Xpander kini menjadi obyek penggemar modifikasi. Desain bodi yang sporty dan dinamis, menurut beberapa anggota komunitas pemilik dan penggemar Xpander, sangat mendukung untuk melakukan proses modifikasi.

Sejauh ini modifikasi yang sudah dilakukan para penggemar modifikasi ini mencakup penggantian pelek dengan yang berdiameter 20 inci, aplikasi body kit, pemasangan sistem audio, aplikasi air-suspension, modifikasi lampu dengan model proyektor LED yang lebih terang, hingga penyempurnaan sektor interior dengan bahan kulit asli.

Terbukti, dari berbagai hasil karya modifikasi yang telah dilakukan, berbagai aliran modifikasi banyak terakomodir di Xpander. Mulai dari street racing, elegan, Rally-Look, hingga yang bermain simple-elegan.

Sekali lagi, memadukan penampilan berbeda, meracik segala aspek berkendara, menempatkan fitur yang komplit, jelas bukan hal mudah. Butuh kerja keras, semangat dan upaya yang keras dan kreatif. Ternyata, Xpander mampu menjawab tantangan itu dan mewujudkannya secara signifikan di tengah berlangsungnya kompetisi ketat segmen L-MPV.

Jejak Sejarah dan Kiprah Mitsubishi Xpander di Indonesia

2016

11 Agustus 2016, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) bersama PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan XM Concept, cikal bakal Xpander, di perhelatan GIIAS 2016. Kehadiran mobil konsep ini menjadi pusat perhatian pengunjung GIIAS.

2017

15 Juli 2017, Sejumlah wartawan otomotif Indonesia diajak PT MMKSI berkunjung ke Jepang untuk mencoba langsung Mitsubishi Xpander versi produksi massal yang sedang menjalani masa uji coba di jalan. Di lokasi pengetesan, tampak juga beberapa kendaraan L-MPV calon pesaing Xpnder, yang diboyong langsung dari Indonesia

10 Agustus 2017, Mitsubishi Xpander melakukan World Premier di ajang GIIAS 2017. Xpander hadir sebagai andalan MMKSI di kelas LMPV. DNA-nya memadukan ketangguhan SUV khas Mitsubishi dan kenyamanan. Xpander mulai dijual September 2017. Tipe yang dipasarkan adalah  GLX, GLS, Exceed MT, Exceed AT, Sport AT, dan Ultimate

2018

13 April 2018, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan kalau produk terbaru andalannya, Xpander mendapat peringkat bintang 4 dari ASEAN New Car Assesment Program (NCAP). Xpander menjadi MPV pertama Mitsubishi yang melakukan uji dengan metode pengujian baru ASEAN NCAP. Secara keseluruhan memperoleh skor 71,66 poin.

25 April 2018, Mitsubishi Motors melepas ekspor perdana Xpander yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta Chief Executive Mitsubishi Motors, Osamu Masuko. Xpander mobil penumpang pertama Mitsubishi Motors yang diekspor ke luar negeri dari Indonesia. Filipina menjadi tujuan ekspor pertama Xpander di wilayah ASEAN, disusul ke Thailand, Vietnam, dan beberapa pasar Internasional lainnya. Total pengiriman hingga 30.000 unit pada akahir 2018.

2 Agustus 2018, Di ajang GIIAS 2018, Mitsubishi Xpander menghadirkan dua varian baru di hari pertama GIIAS 2018, yakni tipe Sport bertransmisi manual dan tipe GLS bertransmisi otomatis. Selain varian baru, MMKSI juga meluncurkan pilihan warna baru Deep Bronze Metallic untuk varian Ultimate dan Sport. Warna baru ini melengkapi pilihan warna Quartz White Pearl, Diamond Black Mica, Sterling Silver Metallic, Titanium Grey Metallic, dan Red Metallic.

3 Oktober 2018, Mitsubishi umumkan rencana peningkatan kapasitas produksi tahunan, dari 160 ribu unit menjadi 220 ribu unit pada tahun fiskal 2020. Pengembangan ini merupakan hasil dari investasi sekitar 4 miliar yen dan akan memberi tambahan lapangan kerja bagi 800 orang di pabrik Mitsubishi Motors di Bekasi, Jawa Barat yang saat ini didukung 4.100 karyawan.

2019

25-27 Januari 2019, Merupakan tanggal berlangsungnya event penutup roadshow “Tons of Real Happiness” di Serpong, Tangerang, Banten. Event yang berlangsung sejak Juli 2018 dan berakhir Januari 2019 ini, selain sebagai ajang pemberian informasi kelebihan Xpander, juga merupakan ajang pembuktian Xpander sebagai kendaraan yang mampu mendatangkan sejuta kebahagiaan bagai keluarga Indonesia. Event ini telah dikunjungi hampir 100.000 pengunjung di 9 kota.

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *