Home Otomotif Modifikasi Modifikasi Ford Mercury 1949 EV: Sosok Klasik Berpenggerak Listrik

Modifikasi Ford Mercury 1949 EV: Sosok Klasik Berpenggerak Listrik

10 min read

Ford Mercury Coupe 1949 garapan gerai modifikasi Icon ini sukses menjalani transplantasi sumber pacu aslinya yang beralih ke motor listrik bertenaga baterai. Inilah sentuhan gaya Patina-look yang dikolaborasikan teknologi terkini. 

Drive and Hype – Selama ini, mobil-mobil klasik Amerika menjadi landasan gaya modifikasi negeri Paman Sam tersebut yang memiliki ciri khas mendunia. Sebutlah seperti aliran Hot Rod, Rat Rod, hingga Low Rider. Gaya modifikasi mobil Amerika ini yang akhirnya menjadi pakem yang diikuti dan dikembangkan penggemar modifikasi seluruh dunia. Dalam perjalanannya, gaya modifikasi American Style ini menjadi acuan dan menjalar ke berbagai jenis mobil non-Amerika.

Selintas, Ford Mercury ini tidak mencerminkan sebuah electric vehicle yang biasanya mengusung desain futuristis. Tampilan eksteriornya sengaja dipertahankan -sama ketika mobil ini muncul di tahun 1949

Salah satu turunan aliran American Style yang berkembang, muncul ‘Patina-look’ atau Patina Style. Patina di sini memberi pemahaman, kalau sebuah mobil klasik era 1950-1960an tersebut masih meninggalkan jejak pemakaian dari masa lalu yang masih ditemukan di masa sekarang. Biasanya Patina-look ini mudah ditemukan pada modifikasi mobil klasik Amerika yang masih mengedepankan pernik eksterior dan interior bawaan aslinya. Sama dengan aliran Ratrod dan Rusty-look, aksen karat bawaan bodi mobil juga dipertahankan.

Dengan kapasitas baterai milik Tesla sebesar 85-kWh, Mercury EV Derelict Icon ini bisa dikendarai hingga sejauh  241 km hingga 322 km

Namun, Patina-look ini tidak mengharamkan penggantian mesin dan kaki-kaki. Gampangnya, tampilan lawas tapi performanya mumpuni sebagai hasil proses modifikasinya. Patina Style mempertahankan bentuk asli bawaan mobil secara komplit, seperti lis bodi, bumper, lampu depan-belakang, logo merek, aksen karat bodi, hingga interior yang pertahankan orisinalitasnya. Aksesori interior yang menempel, trimming pintu, hingga model atau motif desain jok masih mengusung kontur aslinya.

Interior masih mengedepankan tampilan klasik orisinalnya. Kendati beberapa panel instrumen mengalami modernisasi
Badge khusus yang menandakan Mercury ini merupakan modifikasi dari Icon LA dalam proyek Derelict

Salah satu karya modifikasi Patina Style dihadirkan gerai modifikasi Icon yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serkat. Patina Style dikedepankan Icon dengan mengambil basis sedan Ford Mercury Coupe bikinan tahun 1949 yang didapat dari pemilik pertamanya di wilayah California Selatan. Proyek modifikasi berlabel ‘Derelict Icon’ ini ingin memberi sentuhan berbeda yang memadukan mobil klasik dengan aplikasi teknologi modern.

Icon Mercury EV Derelict memiliki colokan listrik di balik bracket plat nomor polisi yang tersembunyi, menghilangkan kesan mobil listrik.
Mercury Icon juga memiliki colokan listrik milik Tesla Supercharger yang ditempatkan di tempat pengisian tangki BBM sebelumnya. Gunanya untuk pengisian arus listrik dari stasiun charger ke baterai mobil.

Saat didapat pertama kali, kondisi Mercury cukup mengenaskan lantaran puluhan tahun menganggur dalam gudang. Kendati berselimut debu tebal, kondisi eksterior bodi masih utuh dan komplit. Begitu pula sektor interior masih rapi dan komplit dengan pernik aksesori dan kelengkapan dashboard, jok, hingga trimming pintu masih terlihat orisinal. Sesuai prinsip Patina-look, semua tampilan standar tersebut dipertahankan.

Namun, Icon tetap melakukan langkah modifikasi agar kendaraan lawas ini kuat menanggung besarnya tendangan tenaga sumber penggeraknya, sekaligus agar stabil dikendarai. Untuk memperkuat sasis dan kaki-kaki, Icon menggandeng Art Motion Enterprises, termasuk pemasangan peranti Brembo guna mendukung pengereman lebih pakem. Semua panel bodi dibuka dan dipasang lagi dengan konstruksi diperkuat. Begitu pula semua karet bodi dan kaca diperbarui. Beberapa titik floor-deck, sambungan antar bagian bodi ditambahkan peredam agar kabin lebih senyap.

Setting kaki-kaki, penempatan baterai dan motor listrik, penyesuaian sasis hingga sistem penggerak roda merupakan hal tersulit dalam modifikasi ini

Modifikasi terbesar dan paling rumit, tentunya proses engine-swap mesin standar berganti motor listrik. Untuk itu, Icon bekerja sama dengan perusahaan solusi kendaraan listrik, Stealth EV. Icon juga berkolaborasi dengan Zelectric Motors yang sudah merakit beberapa mobil lawas berpenggerak motor listrik guna penempatan ideal motor listriknya.

Setting penempatan baterai dan perangkat kelistrikan lain yang rumit di ruang bagasi, dilakukan Icon bersama Stealth EV dan Zelectric Motors

Kedua perusahaan merekomendasikan Icon menyematkan dua motor listrik dengan output tenaga 400 hp (298 kW) dan torsi maksimum 637 Nm (470 lb-ft). Tenaga sebesar ini yang lalu disalurkan melalui as gardan ke roda belakang melalui girboks racikan khusus yang disambung langsung dari 2 motor listrik tersebut.

Model baterai 85 kWh dari Tesla yang ditanamkan di proyek modifikasi Mercury Electric Vehicle ini

Sebagai wadah penyimpan arus listrik, Mercury Icon mengadopsi baterai 85-kWh dari Tesla yang mampu menempuh jarak 241 km hingga 322 km (150 dan 200 mil). Modul baterai ditempatkan bagasi belakang agar distribusi bobot lebih baik. Mercury Icon juga menyertakan colokan model CHAdeMO 125A untuk pengisian cepat di rumah yang posisinya di bawah plat nomor polisi depan.

Sedangkan colokan listrik milik Tesla Supercharger berada di sisi bodi belakang pintu dengan model seperti tutup tangki BBM biasa. Colokan listrik ini digunakan untuk power-up saat bepergian.

Agar terkesan mengusung mesin V8, ruang mesin Mercury EV ini diisi cover perangkat kelistrikan yang bentuknya menyerupai tutup kepala silinder mesin V8

Guna mempertahankan tampilan vintage luar-dalam, penggunaan motor listrik menyisakan ruang mesin yang lebih melompong. Solusinya, Icon menambahkan rumah aluminium bergaya cover kepala silinder mesin V8 untuk menutupi pengontrol baterai dan modul Tesla. Semua perkabelan dirancang masuk dalam cover tersebut sehingga menyajikan ruang mesin yang rapi dan kinclong.

Panel instrumen digital yang mencerminkan sentuhan modern dalam balutan bingkai klasik

Untuk interior, sesuai aliran Patina-looks yang diikuti, Icon menerapkan pakem; “new equipment, classic looks”. Semua tampilan dashboard, trimming pintu, hingga cover jok mempertahankan wujud dan bahan aslinya. Bahkan tuas engkol pemutar kaca juga masih aslinya, tidak mengandalkan power window.

Putaran kaca masih pertahankan model asli bawaan mobilnya, sesuai pakem Patina-look
Ssesuai pakem Patina-look yang masih mengedepankan komponen aslinya, trimming pelapis jok masih terlihat rapih

Panel instrumen kendati sudah berganti model digital, namun penempatannya masih dalam frame klasik. Sejumlah saklar dan knob kelistikan meski berpenampilan klasik, namun merupakan hasil rekayasa buatan terbaru. Ford Mercury 1949 Coupe EV ‘Derelict Icon’ ini tampil pertama kalinya pada ajang SEMA Show akhir tahun lalu.

Foto: Icon

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Modifikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *