Home News Permintaan Mobil Bekas di OLX Menurun Saat Ramadhan 2020, Harga Mobil Bekas Masih Relatif Stabil

Permintaan Mobil Bekas di OLX Menurun Saat Ramadhan 2020, Harga Mobil Bekas Masih Relatif Stabil

7 min read

Biasanya jelang Hari raya, permintaan akan mobil bekas meningkat. Kini akibat pandemi Covid-19, terjadi penurunan signifikan terhadap penjualan mobil bekas. Penurunan jumlah listing dan permintaan mobil terjadi konsisten pada segmen B2C dan C2C. 

Drive and Hype – Merebaknya wabah Covid-19 berdampak pada berbagai sektor, termasuk penjualan mobil bekas. Biasanya, momentum Ramadhan menjadi peluang meningkatnya penjualan mobil. Kondisi berbeda harus dihadapi bulan Ramadhan tahun ini. Data internal OLX menunjukkan penurunan jumlah permintaan (pencarian) mobil di platform OLX sekitar 40%, di minggu pertama Ramadan (23 April 2020) dibanding data 5 Maret 2020, beberapa hari setelah kasus  Covid-19 pertama di Indonesia diumumkan Pemerintah. Pada periode sama, data menunjukkan adanya penurunan sekitar 30% pada jumlah listing mobil di platform OLX.

“Penurunan ini sudah diduga akan terjadi di tengah kondisi perekonomian sebagian besar masyarakat terpukul akibat pandemi ini. Menurunnya daya beli masyarakat secara umum serta berubahnya prioritas masyarakat membeli barang tersier seperti mobil menjadi penyebab menurunnya  jumlah permintaan atas mobil di platform OLX,” ujar Ichmeralda Rachman, Direktur Marketing OLX Indonesia.

Menurutnya, kondisi ini akan terus terjadi sepanjang Ramadhan 2020 ini. Beda situasinya dengan Ramadhan 2019 lalu di mana jumlah permintaan terus meningkat hingga minggu ketiga Ramadan. Sejalan jumlah permintaan, jumlah listing pada Ramadan tahun lalu juga sempat mengalami peningkatan dan relatif stabil selama bulan Ramadan 2019.

Meski terjadi tren penurunan jumlah listing dan jumlah permintaan tipe mobil, namun tipe mobil MPV Jepang menjadi mobil paling dicari pengguna OLX. “Toyota Avanza dan Innova menjadi dua merek mobil teratas pilihan pengguna, disusul Honda Jazz dan Daihatsu Xenia. Preferensi merek mobil ini konsisten sebelum dan semasa pandemi COVID-19 ini,” tambah Ichmeralda.

Data internal OLX juga menunjukkan, meski terjadi tren penurunan jumlah listing dan jumlah permintaan akan mobil, namun tren harga tidak berubah signifikan. Harga rata-rata pada listing yang ada di OLX pada minggu pertama Ramadan (23 April 2020) berada pada angka IDR193 juta, hanya menurun sekitar 5% dari harga rata-rata listing pada 5 Maret 2020.

Sementara pada periode sama, harga rata-rata permintaan mobil bekas justru meningkat sekitar 5% dan berada di kisaran harga IDR146 juta. Tipe MPV masih tetap mendominasi, baik pada listing maupun permintaan akan mobil bekas.

Menariknya, meski secara umum permintaan atas mobil terus mengalami penurunan setelah pengumuman kasus COVID-19 pertama di Indonesia, dengan merek mobil Toyota Avanza, Suzuki Ertiga dan Daihatsu Xenia mengalami penurunan permintaan sekitar 50%-60% hingga minggu pertama Ramadhan 2020. Permintaan atas mobil mewah, seperti Toyota Fortuner, Toyota Alphard dan Mitsubishi Pajero Sport hanya mengalami penurunan sekitar 30%.

“Pandemi ini memang banyak memukul kelas menengah sehingga memang tipe mobil keluarga pilihan kelas menengahlah yang mengalami penurunan permintaan cukup signifikan,” jelas Ichmeralda.

Tren Harga dan Jumlah Permintaan dan Listing di Segmen B2C dan C2C

Data internal OLX juga memperlihatkan tren penurunan terjadi pada jumlah listing dan permintaan, baik pada segmen B2C (business-to-consumer) di mana dealer berperan langsung sebagai penjual maupun segmen C2C (consumer-to-consumer). Penurunan segmen B2C dari sisi jumlah listing mencapai hampir 2x lipat dari segmen C2C.

“Data ini memperlihatkan bagaimana di situasi pandemi dealer berusaha mengurangi penambahan mobil bekas dagangannya mengingat menurunnya daya beli masyarakat serta adanya berbagai kebijakan pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah saat ini. Meski demikian, penawaran harga rata-rata baik di segmen B2C maupun segmen C2C di platform kami masih relatif stabil, yaitu masing-masing di kisaran harga IDR 249 juta dan IDR 121 juta, di mana tipe mobil MPV mendominasi pada kisaran harga tersebut,” tambah Ichmeralda lagi.

Kondisi berbeda terjadi pada sisi jumlah permintaan mobil. Meski terjadi penurunan permintaan pada data di minggu pertama Ramadan 2020 (23 April) di segmen B2C dan C2C dibandingkan data 5 Maret 2020, harga rata-rata permintaan kedua segmen pada periode sama ini relatif stabil, dan bahkan meningkat sekitar 10% untuk segmen B2C menjadi IDR167 juta.

Sementara pada segmen C2C, harga rata-rata permintaan masih berada di kisaran harga IDR109 juta. Lagi-lagi tipe MPV masih merajai permintaan baik pada segmen B2C maupun C2C.

“Kondisi ini dimaklumi di tengah situasi pandemi saat ini. Namun kami yakin, segera setelah situasi membaik, industri mobil di Indonesia, termasuk pasar mobil bekas,  juga akan berangsur pulih dan akan kembali memberikan kontribusi besar kepada perekonomian Indonesia,” tutup Ichmeralda.

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *