Home News Racikan Tune Provis, Wuling Confero S Jadi Lebih Irit dan Bertenaga!

Racikan Tune Provis, Wuling Confero S Jadi Lebih Irit dan Bertenaga!

15 min read

Tanpa modifikasi khusus dan perangkat alat tambahan, konsumsi bahan bakar Wuling Confero S 2018 ini mampu meraih 22 hingga 25 km/liter. Torsi dan tenaganyapun bertambah berkat racikan tuning spesial dari sebuah bengkel irit BBM. 

Drive and Hype – Kehadiran Wuling Confero S sejak setahun lalu, tepatnya di akhir Mei 2017, sempat membuat ramai blantika pasar otomotif Indonesia, khususnya segmen Low-MPV atau sering juga disebut Small-MPV yang terkenal ketat persaingannya. Pasalnya, Wuling hadir dengan strategi fitur lengkap plus teknologi tinggi, namun dibanderol dengan harga tidak terlalu mahal dibanding para rival di kelasnya.

Di segmen ini, masalah efisiensi BBM jelas menjadi isu utama dalam memenangkan peperangan nyata. Karena memang, segmen Small atau Low-MPV adalah mereka yang mengutamakan faktor keiritan konsumsi BBM. Dari hasil pengamatan kasat mata drivenhype.com, selama pameran IIMS 2018 dan GIIAS 2018 saja, para pengunjung yang datang melihat atau membeli mobil baru, hampir memiliki pertanyaan serupa, “Seberapa irit konsumsi BBM-nya?” Selanjutnya mereka baru bicara soal performa, fitur, fungsi, dan desain.

Pengetesan konsumsi BBM Wuling Confero S ini dilakukan dengan rute kombinasi tol dan non-tol sejauh 42,6 kilometer

Kehadiran Wuling Confero yang cukup menggebrak dan diminati pasar, direspon positif oleh pasar. Selain fitur lengkap dan harga lebih murah, teknologi mesin Wuling Confero juga diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar yang irit dan efisien. Dari hasil tes drive beberapa media otomotif dan para pemilik Confero yang melakukan tes efisiensi BBM secara full-to-full dan menaikkannya di media sosial, konsumsi BBM Confero berkisar di 11-an kpl (dalam kota) dan kisaran 14-an kpl untuk luar kota.

Tak puas hasil konsumsi BBM Wuling Confero yang bermain di kisaran tersebut, seorang pemilik Wuling Confero S yang baru meminang kendaraan ini pada Juli 2018 lalu, lantas mencari cara agar Confero-nya bisa lebih irit lagi. Hasil browsing di internet, mengantarkan dirinya bertandang ke bengkel spesialis irit bahan bakar, Provis Autolab. Diskusi pun berlanjut. “Pemilik Confero ini ingin mobilnya bisa irit lagi namun lebih bertenaga,” ujar Stevanus Jasin, pemilik sekaligus pengelola Provis Autolab.

Dengan racikan Tune Up Semi Sport (TUSS) yang kini disebutnya sebagai ‘TuneProvis’, yang menjadi ciri khas bengkel Provis Autolab, Jasin melakukan penyempurnaan di seputar ruang bakar dan saluran penyuplai bahan bakar pada Wuling Confero-nya. Hasil akhirnya menurut Jasin, efisiensi kinerja mesin bertambah dan konsumsi bahan bakar lebih irit, bila dibanding sebelum di-tuning.

Wuling Confero S ini baru datang dari dilernya pada Juli 2018 lalu langsung dibawa pemiliknya ke Provis Autolab, lantaran ingin irit lebih signifikan lagi

“Provis Autolab mengerjakan penyetelan ulang mesin mobil dengan formula sudah disempurnakan berikut hak patennya yang hanya dimiliki kami. Tune Up Semisport atau TuneProvis ini meningkatkan efisiensi pembakaran mesin mobil hingga menghasilkan banyak dampak positif di segala aspek terkait konsumsi BBM,” urai Jasin.

Usai hampir seminggu pengerjaan, Provis Autolab pun memberi kesempatan ke drivenhype.com untuk mencoba konsumsi BBM Wuling Confero S ini di situasi dan kondisi lalu lintas jalan sesungguhnya. Berangkat dari lokasi bengkel Provis Autolab di bilangan Pondok Ranji, Confero mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU terdekat. Karena Confero belum dilengkapi MID yang menayangkan konsumsi BBM, kami menempuh cara pengukuran BBM dengan metode full-to-full yang mana jumlah liter bensin yang masuk menjadi pembagi atas total jarak tempuh nanti.

Metode penghitungan konsumsi BBM Wuling Confero ini dilakukan secara manual dari ‘full to full’

Usai mengisi penuh tangki, kami pun bergerak menuju seputaran BSD dan Bintaro untuk mendapatkan jarak tempuh di atas 30 kilometer. Rute yang ditempuh adalah bengkel Provis – Bintaro Sektor 3 (isi BBM penuh) – ambil jalan tol arah BSD – menyusuri jalan arah Gedung ICE – Sirkuit BSD – Mall Qbig – Jalan Raya Serpong – dan balik ke arah Graha Bintaro menuju ke bengkel. Pengujian ini dilakukan dengan gaya mengemudi normal, tekanan ban angin normal, sistem audio diaktifkan, perangkat AC dihidupkan dengan suhu pendinginan full, serta kondisi jalan kombinasi antara lancar dan macet.

Saat masuk SPBU berikutnya untuk penghitungan konsumsi BBM, total jarak tempuh pada odometer Confero S tercatat 42,6 km. Pada saat pengisian full kembali, diwarnai sedikit insiden, yakni ketika si petugas SPBU tidak berhati-hati sehingga menyebabkan sekitar 0,5 liter Pertalite meluber keluar leher tangki. Saat posisi stop nozzle selang pompa, indikator meteran pompa menunjukkan di angka 2,2 liter. “Menurut si petugas, ada sekitar 0,5 liter yang terbuang percuma. Dia tidak mengira ngisi bensinnya bakal sedikit. Karena biasanya untuk menuhin tangki jumlah liternya banyak,” sesal Jasin meniru ucapan si petugas SPBU-nya.

Bukti kecerobohan petugas SPBU yang mengisi hingga luber tumpah ke aspal. Estimasi sekitar 0,5 liter terbuang percuma, sehingga penghitungan total liter dilakukan secara proporsional

Dari total 2,2 liter yang tercatat di indikator panelmeter pompa bensin, berdasarkan estimasi petugas SPBU atas jumlah yang tumpah ada sekitar 0,5 liter. Akhirnya kami menyepakati total konsumsi BBM sekitar 1,7 liter (berdasarkan 2,2 liter – 0,5 liter). Ketika total jarak tempuh dibagi total pengisian bensin (42,6 : 1,7) , maka didapat angka fantastis, Wuling Confero garapan Provis Autolab ini sukses menyentuh konsumsi BBM sekitar 25 Kilometer/Liter!

“Bahkan, bila pembaginya, yakni total liter yang dikonsumsi sekitar 1,9 liter dengan asumsi yang tumpah sekitar 300ml, masih mendapat total konsumsi BBM sekitar 22,4 Kilometer/Liter. Kalau berdasarkan dengan total jumlah liter yang tertera di bon bensin yakni sekitar 2,2 liter, Confero ini masih mampu meraih prestasi sekitar 19,3 Kilometer/Liter,” ujar Jasin. Menurutnya hasil ini memuaskan lantaran kendaraan dijalankan seperti biasa dengan lalu-lintas macet dan lancar dan melakukan metode pengemudian biasa dengan penumpang 2 orang.

Pergerakan kaki dilakukan seperti biasa. Kondisi sudah di-tuning membuat kenyamanan berkendara lebih didapat karena akselerasi meningkat, posisi jalan juga tidak tersendat

Selama uji coba di perjalanan, banyak kelebihan didapat. Dengan rpm rendah, sekitar 1.500 rpm, mesin mobil tidak menggelitik ketika berjalan dengan tuas transmisi di gigi 5. “Pakai gigi tinggi di rpm rendah mobil stabil tidak terangguk-angguk. Mobil juga tidak getar, kalau mau berakselerasi dari posisi gear tinggi tinggal diurut saja tanpa ngelitik, tarikan enteng, suara mesin juga makin halus,” ujar rekan yang mencoba mengemudikan Confero ini selama perjalanan. Saat pedal gas dilepas, mobil pun meluncur dengan sendirinya.

“Tujuan dari TuneProvis memang seperti ini hasilnya. Selain menyempurnakan pembakaran agar lebih efisien, juga menaikkan powerband torsi mesin lebih merata dan melebar. Sehingga dari putaran bawah, mesin sudah bertenaga. Banyak berjalan dengan rpm rendah bikin lebih efisien. Efisien dalam konsumsi BBM maupun komponen mesin lainnya lebih awet karena jarang bermain di rpm tinggi,” imbuh Jasin. Tune Up Provis merupakan upaya peningkatan kinerja mesin, melalui teknis mekanikal, dengan membuka silinder head, dan diterapkan formula tuning. Secara kinerja pekerjaan memang bukan porting and polish, namun dikerjakan dengan formula khusus.

Total tripmeter yang ditempuh selama pengujian sejauh 42,6 kilometer

Menurut Jasin, efek TuneProvis ini juga berimplikasi pada makin hematnya anggaran pengeluaran pembelian BBM. Karena makin irit, jarak tempuh pun makin jauh per liternya. Belum lagi setting-an TuneProvis ini menurut Jasin juga membuka peluang si pemilik mobil bisa memakai bahan bakar beroktan lebih rendah (downgrade), sehingga bisa menikmati dua kali penghematan, lebih irit dan lebih murah. “Meski diisi bensin beroktan rendah, mesin yang sebelumnya minum pertamax tidak akan ngelitik ketika diisi BBM beroktan lebih rendah. Meski saya sarankan pakai oktan sesuai spesifikasi mobil. Paling tidak, oktan setara Pertalite,” senyum Jasin.

Yang menarik, racikan TuneProvis ini tidak mengganggu atau membatalkan garansi mobil. “Karena kami memang tidak melakukan modifikasi apapun di komponen mesin. Juga tidak ada penambahan alat apapun di kendaraan. Tidak bakal terdeteksi apapun meski mesin di-scan,” jelas Jasin. Jadi menurutnya, inti dari TuneProvis ini meningkatkan efisiensi pembakaran, mesinnya yang dibikin sehat. Mesin juga tidak perlu dipacu sudah menghasilkan torsi lebih besar. Saat rpm tinggi, suara mesin juga tidak mendengung seperti sedang dipaksa.

Kondisi mesin tidak ada perubahan sama sekali, garansi pabrikan masih berlaku. Tidak ada penambahan alat apapun

Menurut Jasin, manfaat dari TuneProvis ini adalah kualitas gas buang menjadi lebih bagus, suara mesin halus dan oli mesin lebih bersih akibat pembakaran sempurna, torsi mesin naik tajam hingga sekitar 40%, daya mesin juga bertambah sekitar 10-20%, akselerasi meningkat signifikan, lebih bertenaga saat melibas tanjakan, powerband lebih lebar, saat lari kencang lalu direm dan digas lagi tenaganya ‘dapat’ lagi, jalan pelan bisa pakai gigi 3/4/5 tanpa gejala ngelitik (transmisi manual), bisa degradasi oktan BBM (kecuali mesin turbo/kompresor/mesin kompresi tinggi), irit signifikan, catalytic converter dan busi lebih awet dan bersih, dan engine mounting lebih awet lantaran getaran mesin lebih halus.

Sejauh ini, Provis Autolab sudah mengerjakan TuneProvis berbagai merek dan jenis kendaraan, baik dari Eropa, Amerika, Jepang, Korea hingga Cina. Bahkan pernah beberapa kali pula meracik mesin sepeda motor yang berkapasitas 200cc ke atas. Bagi yang penasaran ingin beriteraksi lanjut bisa hubungi Jasin Provis di HP. 0857 1500 9876. Sedangkan bengkel Provis Autolab beralamat di Jalan W.R. Supratman No. 2, Ciputat Timur, Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412.

OctoVB, Foto: Adji S./Dok.DnH

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *