Home News Resmi Dibuka, Jogja VW Festival 2019 Jadi Parameter Gairah Hobi VW Klasik Tanah Air

Resmi Dibuka, Jogja VW Festival 2019 Jadi Parameter Gairah Hobi VW Klasik Tanah Air

6 min read

Ajang ‘Lebarannya Anak VW’; Jogja VW Festival tahun ini resmi dibuka. Menampilkan berbagai jenis VW klasik yang penampilannya telah melewati tahap kurasi ketat penyelenggara. Targetnya, agar dunia hobi VW klasik Indonesia makin dikenal dunia atas detail dan kualitas restorasinya.

Drive and Hype – Gelaran Jogja Volkswagen Festival (JVWF) 2019 resmi dibuka hari ini (Sabtu, 9/10/2019) di Jogja Expo Center (JEC).  JVWF akan berlangsung selama 2 (dua) hari, Sabtu-Minggu, 9-10 November 2019.

Seperti penyelenggaraan sebelumnya pada 2013, 2015, dan 2017, JVWF 2019 tetap mempertahankan konsep dasar pelaksanaan event ini; menggabungkan kontes mobil VW, karya seni, panggung musik, dan wisata kuliner nusantara.

 

 

Kendati demikian, JVWF bakal menampilkan sesuatu menarik dan berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Mulai ragam jenis mobil VW klasik yang ikut kontes, performa artis, karya seni, penataan area, kegiatan sosial, sajian kuliner, hingga tentu doorprize-nya.

 

Di lantai pameran dan kontes, tercatat sebanyak 120 unit Volkswagen klasik dari jenis Beetle (Kodok), Combi, Safari, Variant, hingga Karmann Ghia turut ikut bagian dalam perhelatan penggemar VW yang diinisiasi oleh Volkswagen Club Yogyakarta (VCY).

VW Beetle ‘52 garapan VW Flat-4 Jepang
VW Combi Dakota milik penggemar VW asal Belgia yang didatangkan khusus ke JVWF 2019

Bahkan tak hanya diikuti berbagai peserta lokal dari penggemar VW klasik seluruh Indonesia, ajang JVWF ini juga dihadiri partisipan VW dari luar negeri. Seperti workshop VW Jepang, Flat-4 yang mengirim dan menampilkan VW Beetle ‘Chop Top’ 1952 Cal-look yang biasa turun di drag race. Selain itu, hadir pula VW Bus Deluxe milik seorang penggemar VW dari Belgia.

 

Menurut keterangan yang didapat dari Humas JVWF 2019, tercatat 85 unit VW aneka jenis  ikut dalam kontes mobil VW, sedangkan ada 35 unit lainnya hanya sebagai display pameran. “Semua peserta kontes dan display, telah melalui proses kurasi dan seleksi ketat oleh tim panitia untuk otentifikasi dan kelaikan penampilannya,” ujar Sutoto, Humas JVWF 2019.

Sutoto juga menjelaskan kalau unit VW yang ikut kontes dan display ini merupakan unit yang belum pernah tampil atau dibuat khusus untuk meramaikan JVWF 2019. “Di sinilah keunikan dan yang bikin JVWF selalu beda. Event dua tahunan ini menjadi spesial lantaran mobil yang ikut hadir merupakan VW klasik  yang belum pernah diikutkan dalam display maupun kontes JVWF sebelumnya,” jelas Sutoto.

Demi kualitas tampilan terbaik, proses seleksi unit kontes dan display melewati beberapa tahap urutan mencakup detail ubahan, spesifikasi, dan hasil restorasi mobil yang akan didisplay dan dikonteskan. “Mobil kontes dan display di JVWF punya sisi keunikan dan sesuatu terbaru dan menarik perhatian pengunjung nantinya,” imbuh Sutoto.

Replika VW Kombi Dakota Samba ‘White on Chrome’ bikinan workshop Yumos Garage Semarang
Replika Porsche 64 Berlin Rome – Yumos Garage

Selain kehadiran VW Beetle Flat-4 Jepang, JVWF 2019 punya beberapa pilihan daya tarik yang bisa dilihat dan menjadi obyek foto selfie. Seperti replika Porsche 64 Berlin Rome dan replika VW Kombi Dakota Samba ‘White on Chrome’ bikinan workshop Yumos Garage Semarang.

B-Zorg Performace, outlet penjual komponen VW klasik

Selain itu ada pula penampilan perdana VW Karmann Ghia tahun 1957 bertenaga listrik (electric vehicle) buatan bengkel modifikasi Kupu-kupu Malam Jogja. Juga ada modifikasi VW Beetle 1969 model pick up dengan pintu model gull-wing, hingga Porsche 356 Speedster, display VW Beetle full orisinal yang masih lengkap dengan debu lama tidak dibersihkan.

Vw Karman Ghia modifikasi menjadi electric vehicle (penggerak motor listrik)

Untuk nuansa khas JVWF 2019, mengambil tema “Soul of Hero”. Pada penyelenggaraan keempatnya ini, pelaksanaan JVWF bertepatan Hari Pahlawan Nasional 10 November. “Bukan hanya bersamaan hari Pahlawan Nasional, tapi lebih ke semangat mempertahankan cita-cita kami; agar Yogyakarta dan Indonesia lebih dikenal di dunia, khususnya dalam konteks event terkait Volkswagen (VW) klasik maupun kustom,” ujar Tjahjo Widjojono, Ketua Panitia Penyelenggara JVWF 2019.

Selain display dan kontes, JVWF 2019 juga diisi program acara edukasi anak-anak, bakti sosial, kolaborasi konten budaya dan seni lokal, bursa spareparts dan mobil VW klasik, bursa kuliner nusantara, hingga atraksi hiburan band lokal. Untuk tiket masuk, per orang dikenakan Rp 50.000 yang bisa langsung dibeli di tiket box selama acara.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *