Home News Sebagai Varian Terbawah, Berikut Perbedaan Wuling Cortez Tipe S Dibandingkan Varian C dan L-nya

Sebagai Varian Terbawah, Berikut Perbedaan Wuling Cortez Tipe S Dibandingkan Varian C dan L-nya

10 min read

Kendati diposisikan sebagai varian terbawah, namun Wuling Cortez Tipe S masih mengusung fitur yang mengedepankan kenyamanan dan keselamatan.

Drive and Hype – Masih terbukanya peluang di segmen Medium MPV yang tidak seketat Low-MPV, memberi harapan bagi pendatang baru. Di Tanah Air, peluang Medium MPV masih terbuka lebar lantaran masih sedikit pemain yang mengisinya di sini. Bagi pendatang baru, salah satu cara menarik perhatian dengan menghadirkan varian lengkap hingga ‘menyinggung’ kelas di bawahnya.

Setelah hadir dengan tipe C dan Luxury (L) pada April 2019 lalu, lebih dari setahun kemudian Wuling kembali melengkapi jajaran produk Cortez CT dengan meluncurkan tipe S pada pertengahan Juli 2020. Cortez CT Tipe S ini memposisikan diri sebagai varian termurah, hingga harganya menyentuh di kategori Low-MPV yang diisi Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio dan lainnya.

Sebagai varian terbawah Wuling Cortez, tentunya ada pemangkasan beberapa fitur varian Cortez di atasnya guna mengejar harga jual lebih murah. “Namun langkah pengurangan fitur ini tidak berimplikasi atau berpengaruh ke faktor keselamatan dan kenyamanan. Pengurangan fitur ini lebih ke aspek aksesori dan tampilan saja,” papar Danang Wiratmoko, Product Planning PT SGMW Wuling Indonesia saat ‘On-Site Media Preview Wuling Cortez CT Type S’ di Jakarta pada Rabu (22/7/2020).

Menurut Danang, penurunan atau pengurangan spek pada Cortez CT Tipe S dari varian di atasnya mencakup aspek eksterior dan interior. Seperti penggunaan lampu depan, Tipe S menggunakan model proyektor dengan bohlam halogen. Beda tipe di atasnya yang sudah mengusung LED. Lalu Tipe S juga tidak disematkan foglamp, namun tetap dilekatkan lampu DRL di bagian bawah bumper depan demi pertimbangan faktor safety.

Aksen krom yang melekat di garis lis tengah dan sekeliling pinggiran grill pada Cortez tipe atas, kini hanya berbalut silver doff biasa di Tipe S. Begitu pula ornamen eksterior pada tipe C dan Luxury yang berlapis krom, seperti di sepanjang lis kaca samping, kini di Tipe S hanya berkelir hitam.

Selanjutnya tampilan velg, kalau Cortez CT model atas mengaplikasikan model two-tone, maka pada versi Tipe S, velgnya hanya one-tone yakni berkelir silver biasa. Kendati begitu, ukurannya tetap sama, 16 inci. Fitur retractable kaca spion luar yang bisa dilipat pada varian atas Cortez, kini dihilangkan pada model Tipe S ini. Sedangkan fitur electric mirror tetap dipertahankan di Tipe S.

Beralih ke sisi atap, kalau di tipe tertinggi antena radionya sudah menggunakan model shark fin, di tipe S antena tersebut masih ada namun menggunakan antena model biasa. Lalu pada detil ornamen jika tipe C dan Luxury memiliki aksen chrome, pada tipe S hanya warna silver biasa. Masih di atap, berbeda dengan tipe C dan L, Tipe S kini tidak dilengkapi sunroof.

Beralih ke buritan, penampilan lampu belakang Tipe S masih sama dengan varian C dan L. Meskipun masih dilengkapi kamera belakang untuk pemantauan saat parkir mundur, namun sensor suara parkir di Type S kini sudah ditiadakan. “Jadi memang ada penyesuaian dari sisi fitur untuk mengejar faktor harga lebih murah,” jelas Danang.

Masuk ke interior, ada perbedaan material dashboard dan trim pintu pada Tipe S yang tidak mengusung material soft touch seperti pada tipe C dan L. Model pengaturan AC Tipe S juga mennadalkan tombol manual, berbeda dengan tipe C dan L yang sudah digital. Untuk fitur hiburan, kendati beda model, Tipe S masih dilengkapi layar sentuh 8 inci dengan Audio Steering and Call Button.

Meskipun tipe S CVT varian terendah namun tetap dilengkapi tombol Start-Stop berikut Keyless Entry, Anti-Theft System, Remote Open Windows and Trunk yang mampu membuka kaca jendela pintu depan dan belakang di kedua sisinya untuk membantu sirkulasi pertukaran udara kabin sebelum pengendara masuk kendaraannya.

Untuk fitur keselamatan, Tipe S ini tidak dilengkapi ECS (Electronic Control System) dan TCS (Traction Control System) seperti tipe C dan L. Namun fitur rem cakram di keempat rodanya dipertahankan termasuk fitur pengaturan ABS dan EBD. Perangkat dual SRS Airbags dan ISOFIX di kursi tengah juga ada di Tipe S. Sebagai pilihan, konsumen bisa memilih kursi model Captain Seat atau jok baris biasa berlapis kulit.

Di aspek performa, menurut Danang, Tipe S sama dengan tipe C dan L. Artinya jenis mesin yang digunakan juga masih sama. “Wuling Cortez CT Type S dibekali mesin yang sama dengan Cortez CT Type C dan L, yang sama pula dipakai Almaz. Yakni mesin bensin berkonfigurasi 4-silinder 1.500cc dengan Turbocharger produk Honeywell yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 140 HP serta torsi 250 Nm,” imbuh Danang.

Komposisi tenaga dan torsi besar tersebut, menurut Danang berkat kinerja sistem kerja turbo pada mesin Cortez CT, yang memanfaatkan energi sisa pembakaran mesin yang digunakan memutar turbin. Setelah terputar, turbin kemudian akan memutar sisi kompresor turbo untuk menghasilkan tekanan tinggi di ruang bakar guna menghasilkan tenaga lebih besar.

Yang paling menarik tawaran harga jual yang menggiurkan. untuk OTR Jakarta, Wuling Cortez CT S MT 8-Seater hanya dibanderol Rp 209 juta, dan Cortez CT S CVT-Captain Seat (Synthetic Leather) dilepas Rp 233 juta saja.

Fitur Remote Open Windows and Trunk yang mampu membuka kaca jendela pintu depan dan belakang di kedua sisinya untuk membantu sirkulasi pertukaran udara kabin sebelum pengendara masuk kendaraannya

Kehadiran Cortez CT Tipe S seperti menambah amunisi segar bagi Wuling melahap pasar Medium MPV domestik. Keberadaan Cortez di segmen Medium MPV ‘sedikit’ lebih ringan karena persaingan tidak terlalu ketat namun harus menghadapi dominasi MPV Jepang yang sudah memiliki pasar dan penggemarnya yang fanatik.

Namun dengan segenap kelengkapan yang komplit dan modern tersebut, plus harga yang bersaing, kehadiran Cortez Tipe S ini diprediksi mampu menggugah selera calon pembeli di segmen LMPV. Pasalnya, dengan harga lebih murah namun dengan dimensi lebih besar, mesin turbo, kabin luas dan lapang, fitur lengkap, diprediksi mampu menggoda peminat konsumen di segmen LMPV.

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *