Home Otomotif Aksesoris/Aftermarket Product Segera Buka Cabang Baru di Sunter, Permaisuri Ban Pertahankan Layanan Personal dengan Sentuhan Milenial

Segera Buka Cabang Baru di Sunter, Permaisuri Ban Pertahankan Layanan Personal dengan Sentuhan Milenial

16 min read

Toko velg terkemuka di Tanah Air, Permaisuri Ban, akan membuka cabangnya kelima di Sunter, Jakarta Utara. Dengan konsep ‘Open Kitchen’ yang mempertahankan pendekatan personal ke pelanggannya, Permaisuri Ban akan memperlihatkan cara kerja, pelayanan, hingga didukung peralatan kerja terbaru yang canggih.  

Drive and Hype –  Sebagai pionir penjualan dan penyajian velg aftermarket di Tanah Air, Permaisuri Ban terus berbenah diri dan menambah jaringan untuk memperluas segmen konsumennya. Setelah hadir di empat lokasi, Permaisuri Ban kini akan hadir di wilayah Jakarta Utara, tepatnya di Sunter. Sebelumnya, Permaisuri Ban telah hadir di Mahakam, Radio Dalam, Tendean yang semuanya di Jakarta Selatan, dan di BSD Serpong, Tangerang.

Outlet Permaisuri Ban cabang Sunter ini akan diresmikan pengoperasiannya pada Minggu, 15 Maret 2020 mendatang. Lokasi Permaisuri Ban Sunter berada di Jalan Danau Sunter Selatan No.48, Sunter Jaya, Jakarta 14350. Dengan luas tanah total sekitar 1.500 meter persegi dan bangunan mencapai 1.200 meter persegi, Permaisuri Ban Sunter bakal menghadirkan outlet penjualan velg yang terintegrasi, nyaman, dan personal, dengan sentuhan milenial.

“Pemilihan di wilayah Sunter untuk daerah Jakarta Utara lantaran permintaan kastemer dari sini cukup tinggi dan aktif. Apalagi sejak kami aktif di media sosial, begitu cepat respon dan berharap kita bisa hadir lebih ke pinggir alias utara ini,” ungkap Wibowo Santosa, pemilik sekaligus pengelola Permaisuri Ban yang malang melintang di dunia velg aftermarket selama puluhan tahun ini.

Pilihan di Sunter, tambah Bowo, lebih karena dapatnya di wilayah tersebut, tidak ada pilihan khusus. “Awalnya kita sempat incar Kelapa Gading, namun tidak dapat lokasi representatif dan tanah yang bagus. Itu yang di Sunter pas kebetulan saja, tidak disangka sebelumnya. Saya dapat sudah ada bangunannya, bukan bangun dari tanah kosong. Aslinya bangunan itu sebelumnya gudang yang lalu kita rapihkan lagi dengan desain sendiri,” beber Bowo.

Soal desain, bukan Bowo kalau tidak merancangnya sendiri. Sesuai hobi desainnya, Bowo merancang sendiri outlet di Sunter ini. “Kebetulan saya suka desain gak hanya konsep mobil dan velg, tapi juga rumah atau gedung. Untuk coretan desainnya saya buat sendiri, lalu diserahkan ke arsitek untuk lebih detailnya. Jadi konsepnya dibalik, biasanya di dalam dan di luar, namun sekarang ini semuanya dimasukkan ke dalam mulai dari mobil dan pemiliknya, baru dipisahkan ruangannya antara yang merokok dan non-smoking,” jelas Bowo.

Dari ki-ka: Komisaris Permaisuri Ban- Wibowo Santosa, Direktur Permaisuri Sunter – Yanti , dan Wakil Direktur Permaisuri Sunter, Charlie Sutanto

 

Menurutnya, rencana membuka cabang di Sunter lebih bersifat spontanitas dan mengalir begitu saja. “Tidak ada hal yang khusus hingga harus di Sunter. Sengaja kami mencari yang agak luas. Ternyata dapatnya di sini. Posisinya cukup strategis dan mudah diakses dari arah Pusat, tol lingkar luar, dan tol dalam kota. Pengembangan di Sunter ini juga sebagai persiapan kalau Permaisuri yang di Mahakam Jakarta Selatan jadi direnovasi,” jelas Bowo, sapaan akrabnya.

Ternyata, rencana renovasi yang sudah lama direncanakan bertahun-tahun tersebut selalu terhambat karena operasional harian yang tinggi di Permaisuri Mahakam. Lagipula, selain lokasinya tidak terlalu luas, kini semakin banyak barang dan untuk merenovasi harus banyak yang disingkirkan dulu. Kondisi tersebut bisa mengganggu layanan ke pelanggan,” papar Bowo.

Lazimnya seperti yang diterapkan di cabang lain sebelumnya, Permaisuri Ban Sunter juga akan menerapkan standarisasi pelayanan yang sama berikut sajian produk velg dan aksesori lainnya yang serupa dengan cabang lainnya. “Ibaratnya seperti kita makan burger di restoran cepat saji. Standarnya kan sama antara harga, rasa, dan rupa. Begitu pula dengan cabang yang dibuat Permaisuri. Semuanya sama saja di kelima outlet kami ini,” kata Bowo.

Karena yang paling terbaru dan ingin tampil beda dengan desain yang kekinian, Bowo ingin outlet Sunter menghadirkan hal berbeda. “Khusus di Sunter kami ingin mencoba konsep baru yang bisa lebih mendekatkan diri antara kami, pemilik, dan kendaraannya. Di Sunter nanti, kami lebih optimalkan cara kami melayani kastemer dengan standar khas Permaisuri. Jadi seolah kastemer nanti menganggap outlet Permaisuri Sunter seperti di rumahnya sendiri,” jelas Bowo.

Adapun konsep yang akan diterapkan di outlet Sunter menurut Bowo, mirip di restoran atau kafe, yakni konsep ‘open kitchen’. Konsepnya nanti digabung, tidak ada ruang tunggu. Jadi kalau mau nungguin mobilnya bisa langsung di sampingnya. Si pemilik kendaraan bisa melihat langsung proses pengerjaan dandanan kendaraannya, sambil ngobrol santai di samping kendaraannya tanpa sekat membatasi. “Itu sebabnya, halaman depan outlet Sunter tidak begitu luas, karena semua mobil kastemer masuk ruangan ber-AC. Begitu mobil datang, ditanya kebutuhannya apa saja, langsung kita masukkan ke gedung. Jadi bisa lebih menyatu,” lanjut Bowo.

Beda dengan yang di Mahakam, di mana banyak mobil terparkir depan toko, untuk di Sunter, semuanya dimasukkan ke dalam toko. Hasil survei kecil-kecilan ala permaisuri, justru si pemilik mobil jarang yang menunggu di ruang ber-AC, karena mungkin sambil ingin merokok dan sebagainya.

“Jadi tidak ada ruang tunggu. Komposisinya nanti sepertiga ber-AC. Ngerjainnya semua di sini barengan, yang sepertiganya buat lahan yang ngerjain, dan sepertiganya lagi buat naruh peralatan dan stok barang seperti peralatan buka ban, spooring, termasuk display berbagai velg berdasarkan tipe/model mobilnya. Apakah sedan, MPV hingga SUV. Jadi saat kastemer datang, sudah langsung terarah untuk aplikasi velg ke mobil apa,” beber Bowo.

Outlet Permaisuri Ban Sunter memang dirancang dengan minimnya ruang tunggu. Sehingga sebisa mungkin si pemilik berada di dekat mobilnya yang sedang didandani tersebut. Jadi, bisa puas melihat tahapan detail saat pemasangan velg hingga aksesori lainnya. Kalaupun ada yang merasa terganggu dan berisik, si pelanggan bisa naik ke lantai dua untuk kongkow di kafenya. Ya, adanya kafe inilah yang menjadi keunggulan dan pembeda dibanding outlet Permaisuri lainnya. Konsepnya seperti ‘Coffe and Car’, menyatukan orang sama mobilnya saat didandani.

Outlet Permaisuri Ban Sunter berbentuk dua bagian bangunan unik yang menyatu dalam satu atap dan memiliki 3 lantai. 2 bangunan tersebut berada di depan dan belakang sehingga ruang tengahnya kosong. Jadi konsep 3 lantainya tersebut berada di sisi depan dan belakang. Lantai paling atas buat kantor, lantai dua buat kafe, lantai 3-nya untuk workshop, peralatan, dan gudang barang. Sedangkan untuk admin, ada dua, yang didepan itu untuk ruang kerja, kafe, kantor, dan  yang di belakang juga begitu; ada ruang kerja, admin, dan gudang.

Sebagai bangunan baru, tentunya dilengkapi peralatan baru dan paling modern. Semua mesin bongkar pasang ban dan roda semuanya sama dengan outlet lain, hanya beda di tipe terbarunya saja. Asiknya, Permaisuri Sunter kini sudah tidak memakai dongkrak lagi, melainkan memakai lift portable produk Kartar dari Australia. Lift dongkrak ini mirip seperti yang dipakai balap F1, dan dibeli saat kunjungan Bowo ke Australia pada 2017.

Mengenai produk yang dijual, Permaisuri Ban menekankan hal sama, standarisasi produk yang dijual dan layanannya. “Pernah dulu waktu kami buka di BSD, perkiraan awalnya wilayah ini mainnya di velg-velg kecil dengan harga sangat terjangkau. Ternyata setelah berjalan, mobil yang datang sama saja seperti di Mahakam. Nyari barangnya juga yang hi-end. Nah sejak itu, kita sama ratakan saja secara produk yang dijual. Jadi bukan pada soal mahalnya harga atau merek, tapi yang penting, barang itu ori dan benar,” ungkap Bowo.

Walaupun mereknya kurang terkenal, tambah Bowo, setidaknya pihaknya mengetahui mendalam standar mutunya. Karena pemahaman ini penting sebagai dasar komitmen ke konsumen. “Jadi supaya tidak ada kekecewaan juga di kastemer setelah belanja di toko kita ini. Standar mutu di Permaisuri Ban melebih segalanya daripada hitungan semestinya,” kata Bowo.

Untuk ban, Permaisuri masih menjual aneka model dan ukuran dari produk Michelin, Continental, Pirelli, dan Hankook. Untuk velg, hingga kini merek Vossen masih mendominasi penjualan di semua outlet Permaisuri. “Pokoknya semua velg dan ban yang dijual di Mahakam, pasti ada juga di Sunter,” tegas Eric, punggawa Permaisuri lainnya.

 

Outlet Permaisuri Ban Sunter dengan dimensi 75 m x 20 m ini, mampu menampung sekitar 10 mobil yang masuk ruangan. Fasilitas lain, tersedianya ruangan khusus pemasangan kaca film dari produk V-Kool dan aplikasi ‘glass fusion’ pelapis cat yang juga masih satu grup dengan V-Kool. “Dengan konsep open kitchen, kita mengekspos semua peralatan modern yang dipakai. Kalau di Mahakam, memang terbuka tapi gak kelihatan karena banyak barang. Kalau di Sunter akan diperlihatkan jelas peralatannya. Konsep open kitchen itu memberi kesempatan si pemilik bisa melihat prosesnya secara langsung. Hal ini yang menjadi salah satu eksposur kami,” tambah Eric.

Ditambahkannya, Outlet Permaisuri Ban Sunter dilengkapi mesin tire-changer terbaru, tercanggih, terbaik dan tercepat di Indonesia. Tercepat dalam arti membongkar ban super tipis yang kini bisa lebih cepat. Produknya dari Amerika merek Hunter. Pun begitu dengan mesin balancing-nya. Kalau model dulu balancing bannya menggantung, model terbaru sekarang lebih ‘real’, ban menapak langsung di simulasi landasan berupa aspal. Jadi, ban murni ada tekanan. Ini yang lebih presisi lagi. Lift-nya juga kita pilih model scissor terbaru yang mampu mengangkat hingga 6 meter tingginya,” ungkap Eric.

Dengan motto “Automobile styling culture”, Permaisuri Ban berharap bisa terus menghadirkan  berbudaya dalam mendandani mobil. “Jadi apa yang kita kerjain tidak ada yang ditutupi. Kalaupun ada barang yang bagus atau tidak bagus juga tidak kita tutupi. Supaya tidak penasaran, mari sambangi outlet terbaru Permaisuri Ban di Sunter pada 15 Maret mendatang mulai pukul 12.00 WIB,” ajak Bowo sambil menutup obrolan sore hari itu.

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Aksesoris/Aftermarket Product

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *