Home News Terdampak Pandemi COVID-19, Penjualan Truk Mitsubishi Fuso Alami Penurunan Hingga 28 Persen

Terdampak Pandemi COVID-19, Penjualan Truk Mitsubishi Fuso Alami Penurunan Hingga 28 Persen

6 min read

Seperti halnya dialami berbagai merek kendaraan lain di sektor penumpang dan niaga, penjualan truk Mitsubishi Fuso di Tanah Air juga mengalami penyusutan sebagai efek pandemi Covid-19. Namun secara total, penjualan produk KTB ini masih tertinggi di segmennya.

Drive and Hype – Dampak pandemi COVID-19 yang mempengaruhi berbagai sektor industri juga terasa besar di dunia otomotif. Untuk dunia otomotif, pengaruhnya tidak hanya menerpa penjualan kendaraan penumpang, tetapi cukup signifikan membuat kedodoran penjualan kendaraan sektor niaga. Pasalnya, hampir semua bisnis yang membutuhkan kendaraan angkut juga ikut terpengaruh besar pada penghentian sementara operasionalnya.

Besarnya pertumbuhan sektor kendaraan niaga memang terkait erat dan bergantung pada besar dan laju roda pertumbuhan aktivitas perekonomian. Melambatnya pertumbuhan ekonomi jelas menjadi ‘bom waktu’ bagi tertahannya kendaraan komersial untuk bisa berkembang.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Naoya Takai yang akrab disapa Rocky ini. Dalam konperensi pers virtual yang dilakukan lewat aplikasi Zoom Meeting, Rabu (20/5/2020). Menurutnya, secara keseluruhan, pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap perekonomian dunia, termasuk bisnis kendaraan niaga di dalamnya.

“Dari data retail sales kendaraan niaga, bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, semua merek kendaraan niaga rata-rata turun sekitar 36,1 persen untuk periode Januari-April 2020,” jelas Naoya. Dropnya penjualan kendaraan niaga tersebut, lantaran hampir semua negara konsentrasinya kini tidak untuk meningkatkan sektor eknomi, melainkan bagaimana bisa mencari solusi terbaik untuk meredam pandemic Covid-19 yang menghalangi pergerakan manusia.

Penurunan ini turut dialami dan mempengaruhi performa penjualan produk KTB. Selama Januari – April 2020, KTB lewat Mitsubishi Fuso aneka varian hanya mampu mencatat retail sales periode Januari – April 2020 sebanyak 9.628 unit, turun sebesar 28,3 persen jika dibanding penjualan periode sama tahun lalu.

Kendati demikian, menurut Naoya, angka ini masih tergolong positif dan pihaknya masih mendominasi absolut dengan pangsa pasar Tanah Air sebesar 47,8 persen. “Ini tugas pertma saya sebagai Presiden Direktur, yakni bagaimana bisa memimpin perusahaan ini sebagai ‘Absolute Market Leader’ di tengah situasi krisis atau pandemic virus seperti sekarang ini yang banyak merubah pola hidup dan tata pola bisnis secara umum,” imbuh Naoya alias Rocky.

Sementara itu, menurut Direktur Marketing PT KTB, Duljatmono, penurunan 28,3 persen yang dialami Mitsubishi Fuso ini, masih tercatat lebih kecil dibandingkan kondisi sesungguhnya yang dialami pasar kendaraan komersial secara keseluruhan. Pertumbuhan pasar kendaraan komersial secara keseluruhan menurut data Gaikindo periode Januari – April 2020 turun drastis hingga 36 persen.

“Pencapaian KTB saat ini memang jauh bila dibandingkan original plan dengan prediksi yang kami susun sejak tahun lalu. Hasil sementara ini cukup jauh bedanya apabila dibandingkan target awal karena adanya situasi global yang tak terduga. “Jangan dibandingkan dengan tahun lalu. Karena baru kali ini kita juga menghadapi situasi pandemi seperti sekarang. Kalau dibandingkan target awal, ya sudah meleset jauh,” papar Duljatmono.

Adapun original plan KTB untuk tahun ini menargetkan penjualan sebesar 46.900 unit, yang mana naik sekitar 12 persen dibanding pencapaian penjualan pada 2019 sebesar 41.736 unit. Sedangkan data Gaikindo menunjukkan, penjualan retail kendaraan niaga segmen truk pada periode Januari – Maret 2020 menjadi 16.867 unit, turun hingga 28 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, di mana pengiriman truk ke konsumen sukses mencatat total 23.574 unit.

Prediksinya, bulan April 2020 hingga beberapa bulan ke depan, penjualan truk bakal lebih melorot lagi. Terlebih dengan adanya penerapan PSBB yang hampir merata di sebagian besar propinsi di Indonesia. Penerapan PSBB ini yang makin menekan dan menghentikan sementara pergerakan usaha yang banyak membutuhkan kendaraan niaga.

“Kita masih terus pantau pergerakannya. Semoga bulan Juni-Juli 2020 sudah semakin melandai kurva pandeminya sehingga kita bisa bergerak memulai semua sektor perekonomian,” harap Duljatmono.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *