Home Otomotif First Impression Test Ride Kawasaki W175TR: Menjajal Performanya di Kepadatan Jalan Raya dan Semi Off Road

Test Ride Kawasaki W175TR: Menjajal Performanya di Kepadatan Jalan Raya dan Semi Off Road

13 min read

Kawasaki W175TR mengusung konsep Scrambler yang nyaman dipakai pada jalan beraspal, dan mumpuni diajak melewati jalan non-aspal. Cocok bagi pengendara yang berjiwa petualang dan suka akan hal baru dengan bermotor.  

Drive and Hype – Usai menggelar world premiere Kawasaki W175TR pada akhir November 2019, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) langsung menggelar media test ride bagi kalangan jurnalis untuk mengetahui dan merasakan lebih detail bagaimana performanya. Kawasaki W175TR yang bermain di segmen retro klasik, merupakan hasil pengembangan Kawasaki W175 yang hadir lebih dulu.

Hadir dengan mengusung konsep Scrambler, W175 TR menjalani sejumlah perubahan. Ubahan penyempurnaannya mencakup tangki, garpu depan, sokbreker belakang, knalpot, jok, dan sepatbor. Bila ditilik detail, keduanya punya gaya berbeda. Kalau Kawasaki W175 lebih terkesan bergaya klasik dengan orientasi berkendara lebih santai, maka W175 TR lebih menegaskan kesan dual-purpose karena mengusung konsep scrambler.

Gaya scrambler merupakan gaya dandanan sepeda motor yang menjadi pakem untuk digunakan dalam dua medan, yakni on-road dan off-road. Scrambler pernah memasuki masa booming dan terkenal di Inggris hingga ke pelosok dunia sekitar tahun 1920-an. Banyak sepeda motor aneka cc  dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat mengikuti balapan dengan trek non-aspal.

Acara media test ride ini digelar KMI di seputaran Gading Serpong, Tangerang, Banten. Rute yang dipilih sengaja melalui jalan aspal dan jalan tanah guna menyesuaikan genre motornya yang disebut pihak Kawasaki sebagai ‘street scrambler’. Fokus pemasaran motor ini lebih ditujukan untuk  pengendara di rentang usia 20-35 tahun yang gemar akan petualangan bermotor.

Kawasaki W175TR juga cocok dikendarai kaum wanita yang menyukai tantangan dan mencari hal yang baru

Guna menjamin ketersesuaian antara rute dengan karakter motor, KMI melakukan survei jalan lebih dulu yang mengakomodir performa W175TR. “Saya sudah mencoba rutenya. Saya ingin pastikan kalau W175TR memang berkemampuan on road dan off road ringan. Silakan dicoba performa dan handling-nya,” ujar Kentaro Takeshita, Division Head Marketing KMI dalam sambutannya sebelum memulai test ride.

Pengendalian dan Posisi Berkendara

Bagi Anda yang memiliki tinggi 165-170 cm, maka Anda bakal lebih mudah dan nyaman mengendarai W175TR. Pasalnya, meski jok punya tinggi 805 mm dengan busa cukup tebal dan kulit jok cukup lentur dan tidak licin, kaki si pengendara masih bisa masih bisa menapak mudah.

Desain jok dan tangki yang kini lebih ramping, membuat posisi kaki tidak terlalu membuka lebar. Setang yang lebih tinggi 30 mm dan lebih lebar dari W175, membuat posisi berkendara tidak terlalu membungkuk. Lengan dan bahu jadi lebih tegap dan tidak melelahkan. Hasilnya, posisi duduk jadi lebih santai.

Saat diajak meliuk di tengah kepadatan lalu lintas, setang lebih lebar dan tinggi ini memang memudahkan handling. Namun tetap harus hati-hati karena posisi ujung setang sejajar dengan rumah spion kendaraan MPV atau SUV, yang bisa saja memungkinkan bersenggolan di tengah kepadatan lalu lintas.

Impresi pertama mengendarai W175TR cukup di luar dugaan, lebih ringan dan lincah. Posisi footstep depan menunjang posisi duduk nyaman karena kaki tidak terlalu menekuk. Begitu pula footstep belakang, cukup nyaman ditumpangi kaki pembonceng sehingga posisi duduk lebih nyaman. Dengan bobot total motor lebih ringan 5 kg dari W175 versi Regular dan Cafe, impresi berkendara terasa begitu ringan. Bobot W175TR sendiri hanya 121 kg.

Dari feeling berkendara, W175TR menghasilkan ekspresi berkendara menyenangkan bagi pengendaranya. Dimensi garpu depan W175TR lebih tinggi 35 mm dari model sebelumnya. Begitu pula suspensi belakang lebih tinggi 27 mm dari model regularnya. Hal ini tentu memberi posisi berkendara lebih nyaman karena bagian depan lebih mendongak.

Pergerakan garpu depan dalam meredam guncangan akibat jalan tidak rata, cukup optimal. Untuk pengendaraan lebih sesuai selera, termasuk saat membonceng maupun sendiri, shockbreaker belakang bisa diatur 3 mode tingkat kekerasannya.  Motor juga jadi lebih stabil saat melibas tikungan maupun bermanuver.

Sesuai genrenya yang mengusung konsep scrambler, ban depan  mengusung IRC Trail Winner berukuran 80/100-17 di depan dan 100/90-17 di belakang. Ban ini berkemampuan grip cukup baik. Dengan pattern agak kasar dan besar, ban ini mengakomodir medan jalan untuk on-road dan off-road.

Sematan Fitur

Hal pertama yang saya perhatikan, fitur panel instrumen yang cenderung ‘biasa’ tampilannya. simpel dan manual, sesuai tema Sscrambler yang butuh kepraktisan. Panel instrumennya hanya memuat spidometer, odometer, tripmeter, indikator lampu netral, lampu jauh, dan lampu sein.

Aksentuasi klasik makin diperkuat dengan tanpa disematkannya fuelmeter. Butuh feeling kuat si pengendara untuk memperkirakan sisa BBM yang ada. Kapasitas tangki hanya menampung 7,5 liter. Kapasitas ini sepertinya masih aman jika mengajak motor ini berpetualang ke luar kota, ketika jarang menemukan SPBU.

Saat menyalakan lampu depan, sinar cahaya lampu mengikuti putaran mesin, karena W175TR masih mengadopsi sistem kelistrikan AC yang diambil dari spul. Segi penerangan tidak mengalami perubahan bila dibandingkan W175. Lampu utama W175TR masih menggunakan batok bulat berisi bohlam H4 yang cahayanya cukup merata, namun terangnya lampu masih tergantung dari putaran mesin, karena arusnya masih andalkan tipe AC alias dari spul.

Kinerja sistem rem W175TR cukup diandalkan. Pasalnya, saya mengalami langsung bagaimana performa rem ketika harus melakukan pengereman mendadak berulang kali, saat mengikuti kegesitan motor gede BM sebagai pengawal dan pembuka jalan rombongan kami yang bergerak cukup gesit dan agresif.

Diameter cakram depan dan teromol kendati tidak begitu besar, namun kinerjanya bisa diandalkan dan pakem menghentikan laju W175TR sesuai perkiraan. Tinggal sesuaikan posisi tuas rem belakang agar sejajar dengan posisi footstep, sehingga posisi telapak kaki tidak mendongak.

Performa W175TR

Kawasaki W175TR mengusung mesin yang sama dengan W175 biasa. Mesin 1-silinder SOHC 2-katup yang berkapasitas 177 cc ini memiliki kombinasi piston berdiameter 65,5 mm dan langkah (stroke) 52,4 mm. Mesin masih berpendingin udara yang dipadu karburator Mikuni VM24. Klaim tenaga maksimalnya 12,8 dk di 7.500 rpm dengan torsi 13,6 Nm pada 6.000 rpm.

Mesin W175TR menghadirkan suara dan vibrasi halus. Saat dinyalakan, suara mesin terdengar halus, vibrasi yang minim tetap muncul kendati di putaran tinggi. Jangan lupa, saat mesin masih dingin, hidupkan mesin sambil gunakan tuas choke, agar campuran bensin dan udara lebih kaya, sehingga mesin lebih mudah hidup.

Panas mesin tidak terlalu terasa di kedua kaki, kendati macet-macetan. Terlebih perbandingan  kompresi 9,1:1, Saat melakukan akselerasi, knalpot Slim Megaphone menghasilkan suara ngebass “garing”, yang memberi karakter berbeda pada W175TR. Knalpot ini kabarnya dirancang khusus  untuk menguatkan karakter tenaga di putaran low ke mid.

Akselerasi W175TR terasa lebih menyenangkan, lebih responsif dibanding W175 biasa maupun Cafe. Karakter W175TR begitu responsif berlari saat gas dibuka mendadak. Perpindahan giginya halus dengan kopling empuk dan ringan. Tidak bikin cepat pegal jari saat bertemu kemacetan.

Nafas mesin W175TR juga cukup panjang. Ketika mencoba meraih top speed mengejar motor Patwal BM yang berkapasitas jauh lebih besar, spidometer menunjuk di angka 120 km/jam. Belum menyentuh limiter, namun mesin sudah berat untuk menambah kecepatannya.

Varian, Harga dan Spesifikasi

Kawasaki W175TR tersedia dalam dua tipe, yaitu Standard (Std) dan Special Edition (SE). Yang kami tes merupakan versi SE, dengan perbedaan pada aksesori dan detail dibanding versi Std. Kemasan aksesori tersebut seperti aksen spidometer yang dilengkapi ring krom, warna dan stripping spesial, ada knee grip-style tank decals, tuck-and-roll seat, strip head polished, engine cover, dan black painted rims.

Untuk tipe SE, mengusung warna Ebony, Solar Yellow, dan Urban Olive Green. Sedang versi Std hanya tersedia di warna Bright White. Harga versi Std dibanderol Rp 29,9 juta, sedang yang versi SE dihargai Rp 32,3 juta, semuanya sudah OTR Jakarta.

Data Spesifikasi Kawasaki W175TR:

Dimensi (P x L x T): 1.950 x 805 x 1.085 mm, Jarak sumbu roda: 1.285 mm, Jarak terendah ke tanah: 195 mm, Tinggi jok: 805 mm, Berat kosong: 121 kg, Kapasitas tangki bensin: 7,5 liter, Tipe mesin: 4 tak, SOHC, pendingin udara, Bore x stroke: 65,5 x 52,4 mm, Perbandingan kompresi: 9,1:1, Sistem Pasokan BBM: Mikuni VM24, Transmisi: 5 percepatan, Starter: Electric, Tenaga maksimal: 12,8 dk @7.500 rpm, Torsi maksimal: 13,6 Nm @6.000 rpm.

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In First Impression

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *