Home Otomotif Motorsport ‘The Silent Boy’ Pastikan Gelar Juara AP 250 di ARRC 2018

‘The Silent Boy’ Pastikan Gelar Juara AP 250 di ARRC 2018

7 min read

Menyelesaikan lomba di urutan kedua pada race 2, sudah cukup bagi Rheza Danica mengukuhkan gelar juara kelas Asia Production (AP) 250. Sementara kelas Supersport (SS) 600, Andi Gilang menutup musim dengan berada di posisi kelima klasemen akhir dengan mengumpulkan 117 angka.

Drive and Hype – Ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, memasuki seri terakhir. Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) asal Indonesia yaitu Rheza Danica Ahrens berhasil finis di urutan kedua race 2. Hasil tersebut sudah cukup mengukuhkan gelar juara bagi Rheza yang sudah digenggamnya sejak seri kelima di Sentul International Circuit, Bogor, beberapa waktu lalu. Poin akhir yang dikemas pebalap asal Yogyakarta itu berjumlah 226, jauh meninggalkan pebalap asal Thailand di posisi kedua yang mengoleksi 158 poin.

Rheza Danica yang biasa dipanggil “The Silent Boy” menyatakan cukup puas dengan upayanya meraih hasil terbaik di seri terakhir. Kendati sudah mengumpulkan poin yang tinggi, pebalap asal Yogyakarta ini tetap menunjukan usaha keras dan konsisten dengan penampilan all out. Dirinya berhasil menutup keberhasilan sebagai juara AP250 2018 dengan tetap meraih podium hingga balapan terakhir musim balap tahun ini yang penuh dengan persaingan sengit.

”Terima kasih atas dukungan dari semua kru tim, manajemen, dan seluruh sponsor Astra Honda Racing Team. Berkat dukungan besar dan usaha keras dari semuanya, serta doa dari berbagai pihak, saya bisa menjadi juara Asia kelas AP250 dan terus mempersembahkan podium hingga akhir balapan,” kata Rheza.

Sementara itu, pebalap AHRT lainnya di kelas ini, Awhin Sanjaya dan Mario Suryo Aji, menunjukkan performa balap yang sulit dikalahkan pebalap-pebalap tangguh lainnya. Sepanjang balapan, kedua pebalap muda Indonesia ini secara bergantian memimpin jalannya balapan dengan pertarungan sengit di baris depan. Hasilnya, Awhin berhasil finis pada posisi pertama dan Mario yang sempat memimpin di lap terakhir melebar di tikungan terakhir sehingga finis pada posisi kelima.

Namun sayang posisi Awhin dan Mario tidak dapat dipertahankan karena terkena penalti melewati batas lintasan saat tikungan terakhir jelang garis finis. Alhasil, Awhin menutup musim dengan finis ke-6 dan Mario menjadi ke-10. Pada klasemen akhir, Awhin Sanjaya berada di posisi keempat dengan 147 poin, sementara Mario Suryo Aji di posisi keenam dengan 128 poin.

”Sejujurnya saya sangat menikmati balapan yang berjalan ketat dan menguras energi di race 2. Tekanan yang sangat kuat dan persaingan sampai lap terakhir berhasil saya sudahi dengan finis di posisi terdepan. Tetapi kemudian saya menerima hukuman sehingga harus turun ke posisi 6. Bagaimana pun, saya ucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan,” kata Awhin.

Mario Suryo Aji di tahun pertamanya balap ARRC, menjadikan pengalaman semusim sebagai modal untuk masa depan balapnya. Dia sukses berkompetisi sebagai pebalap paling muda di kelas AP250 dan sukses beberapa kali naik podium. ”Apapun hasilnya, tahun pertama ini sangat berharga untuk perjalanan karier balap saya,” ucapnya.

Di kelas Supersport (SS) 600 pada balapan kedua ini, Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) bersaing dari posisi start ke-15. Pebalap asal Bulukumba, Sulawesi Selatan ini pantang menyerah terus memperbaiki posisinya dari lap ke lap berikutnya. Berada di grup yang memperebutkan posisi ketujuh, Andi mendapatkan posisinya saat akan finish. Gerry Salim punya peluang bersaing meraih poin dan akhirnya finis di posisi ke-17.

Berbekal starting grid yang tidak terlalu menguntungkan, usaha maksimal yang bisa dilakukan Andi adalah melakukan start dengan sempurna, agar terjaga peluang dalam persaingan di top group. ”Selain itu, saya mencoba untuk menjaga irama balap agar konstan dan bisa memangkas jarak pebalap yang ada di barisan depan. Terima kasih untuk semua doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia,” kata Andi.

Andi Gilang menutup musim dengan berada di posisi kelima klasemen akhir dan telah mengumpulkan 117 angka. Irfan Ardiansyah yang pada seri terakhir digantikan Gerry karena cedera saat latihan, berada di posisi ke-15 dengan 37 poin.

Hasil akhir ajang ARRC menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan balap berjenjang yang secara konsisten dilakukan perusahaan untuk menciptakan pebalap Indonesia yang patut dibanggakan di kancah dunia. ”Selamat untuk Rheza sebagai juara ARRC kelas AP250. Kami akan terus mengevaluasi pembinaan pebalap muda yang kami lakukan di setiap level. Kami yakin dengan semangat Satu Hati, kelak Indonesia melalui pebalap-pebalap binaan AHM akan mempunyai pebalap yang mampu mengharumkan nama bangsa di level tertinggi,” kata Indraputra selaku GM Marketing Planning and Analysis AHM.

Load More Related Articles
Load More By Benny Suryakusumah
Load More In Motorsport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *