Home Hobby Tumbuh di Tengah Pandemi, Bisnis Minuman ‘Pick Cup’ Beberkan Strategi Suksesnya

Tumbuh di Tengah Pandemi, Bisnis Minuman ‘Pick Cup’ Beberkan Strategi Suksesnya

6 min read

Pick Cup menerapkan konsep Quick Serve Retail (QSR) sebagai konsep bisnis yang berkembang, dan dianggap sebagai bisnis esensial di Indonesia yang tepat dijalankan selama masa PSBB. Hasilnya, minuman Pick Cup terus bertumbuh di masa pandemi.

Drive and Hype – Dampak pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air hingga 4 bulanan belakangan ini mulai terasa efeknya di berbagai lini kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak usaha kecil-menengah hingga perusahaan besar mulai melakukan efisiensi hingga penutupan usaha. Agar bisa bertahan dari badai pandemi ini, sejumlah perusahaan bisnis waralaba di bidang Food and Beverage (F&B) mulai mencari alternatif solusi dan menjalankan strategi bisnis yang tidak biasa.

Langkah ini perlu dilakukan agar roda usaha tetap berputar, dan karyawan sebagai salah satu aset perusahaan yang terdidik, tidak mengalami pemutusan hubungan kerja. Namun, tidak semua usaha juga lantas melemah akibat pandemi. Bagi mereka yang sudah mengatur secara detail skema usahanya ketika harus menghadapi kondisi pasar yang tetiba berubah akibat kondisi alam atau bencana, situasi ini bisa diantisipasi.

Salah satunya seperti yang dilakukan  pebisnis F&B yang dikelola PT Solomon Utama melalui produk minuman ringannya, “Pick Cup” (@pickupindonesia). Di tengah banyaknya usaha yang tumbang akibat pandemi, Pick Cup justru dapat bertahan dan bahkan tumbuh pesat. “Tentunya kita tidak boleh hanya sekadar berharap, semuanya akan kembali normal seperti pre-Covid. Kita harus bisa fleksibel dan beradaptasi untuk pasar New Normal,” jelas Kama Sulaiman, CEO & Owner PT. Solomon Utama.

Kama Sulaiman, CEO & Owner PT. Solomon Utama, pemegang merek minuman ringan Pick Cup

Kesuksesannya melewati masa sulit pandemi saat masa PSBB dan WFH lalu, lantaran Pick Cup langsung menerapkan konsep Quick Serve Retail (QSR) sebagai sebuah konsep bisnis yang dapat berkembang, dan dianggap sebagai bisnis esensial di Indonesia yang diperbolehkan beroperasi selama masa PSBB dengan memenuhi syarat higienis dan social distancing yang ditetapkan Pemerintah RI. 

“Konsep bisnis QSR ini merupakan masa depan F&B, konsep yang man-power rendah, biaya operasional rendah, dan berpeluang tinggi merebut pasar,” lanjut Kama, yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-38, beberapa hari lalu ini. Bahkan berkat tangan dinginnya, di saat PSBB, Pick Cup berhasil menjalin kolaborasi resmi dengan Ovomaltine Indonesia yang merupakan merek Global yang berasal dari Switzerland.

Di Indonesia, brand Pick Cup menjadi satu-satunya merek dagang minuman lokal yang mendapat dukungan Ovomaltine yang terkenal selektif dan tidak mudah memberi lisensi bagi mitra lokalnya. “Kami brand minuman lokal Indonesia pertama yang mendapat dukungan dan kolaborasi resmi dari Ovomaltine,” ucap Kama.

Ketegaran bisnis Pick Cup yang digagas sejak September 2019 ini tak hanya dukungan brand Ovomaltine saja. Peran tangan dingin rekan Kama yang lain, Richard Suma Kusnadi S.Tp M.Sc di belakang menu Pick Cup juga besar. Peran Richard di bidang pengembangan menu di Pick Cup membuat Pick Cup terkenal sebagai Brand yang inovatif.

“Kami tidak ingin terjebak dengan sekadar mengikuti trend yang yang sedang berlangsung. Kami harus selalu berinovasi menjadi trend maker serta menggunakan produk dengan kearifan lokal,” kata Richard yang menjabat R&D Director PT. Solomon Utama.

Rahasia sukses lain bisnis Pick Cup di musim Pandemi Covid-19 ini adalah soal konsistensinya menjalankan protokol kesehatan dan keselamatan bagi pelanggannya. Misalnya, kemasan minuman Pick Cup, selalu menggunakan kemasan aman dan higienis. “Kami jamin tetap higienis dengan rasa tetap segar,” jamin Kama.

Sejak pertama beroperasi, kini Pick Cup sudah memiliki gerai di sejumlah kota besar Indonesia, yakni di Medan, Semarang, Bandung, Bogor, Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Sementara pembukaan gerai di beberapa kota seperti Bali, Jambi, Palembang, Bangka-Belitung dan Surabaya masih menunggu hingga situasi pandemi Covid-19 mereda.

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In Hobby

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *