Home News Wuling Cortez Lebih Fokus ke Mesin Turbo, Ini Alasan dan Kelebihannya

Wuling Cortez Lebih Fokus ke Mesin Turbo, Ini Alasan dan Kelebihannya

10 min read

Teknologi perangkat induksi atau turbo kini semakin modern dan disesuaikan kebutuhan harian si pemiliknya. Kalau dulu lebih mengejar ke performa, mesin turbo kekinian fokus pada mendongkrak tenaga dari mesin berkapasitas lebih kecil yang hemat konsumsi bahan-bakar.

Drive and Hype – Wuling Motors (Wuling) pada pertengahan Juli 2020 lalu, tepatnya Rabu (15/7/2020) resmi memperkenalkan varian terbarunya di segmen Medium Multi-Purpose Vehicle (MPV), Cortez CT Tipe S. Sebagai varian termurah, Wuling Cortez CT Tipe S melengkapi seri Cortez CT varian C dan Luxury (L) yang sudah dipasarkan sebelumnya di Indonesia sejak April 2019 lalu.

“Cortez CT Tipe S hadir memberi pengalaman berkendara powerful dan nyaman dengan harga kompetitif. Memiliki fitur lengkap dan harga terjangkau untuk di segmen MPV. Produk ini sesuai untuk keluarga maupun penunjang operasional perusahaan,” tutur Nathan Sun, Vice President Wuling Motors saat peluncuran resmi Cortes CT Tipe S.

Usai peluncurannya tersebut, Wuling Motors memberi kesempatan ke media untuk ‘On-Site Media Preview Wuling Cortez CT Type S’ di Jakarta pada Rabu (22/7/2020), agar bisa mengenali lebih dekat profil dan fitur komplit yang tetap berada di Cortez Type S dengan tawaran harga menggiurkan.

“Wuling Cortez Type S ini semakin menguatkan posisi Wuling dibanding kompetitornya di segmen yang sama. Yakni dengan harga terjangkau namun dengan fitur lebih komplit. Cortez Tipe S masuk di segmen Medium MPV, tapi dengan harga setara LMPV,” sebut Danang Wiratmoko, Product Planning PT Wuling Motors Indonesia yang mendampingi selama on-site preview.

Danang menyebut ada beberapa alasan yang akhirnya dipilih pihaknya untuk menerapkan mesin turbo di varian Medium MPV-nya. Salah satu yang menjadi andalan Wuling Cortez CT Tipe S ini, penggunaan mesin turbo sama seperti Cortez CT Tipe C dan L, yakni mesin bensin 4-silinder 1.500cc Turbocharger. “Kelebihan mesin turbo, kapasitas mesin kecil tapi menghasilkan tenaga besar. fgaktor ini sesuatu banget, cocok di era sekarang,” jelas Danang.

Baca juga: Wuling Cortez CT Type S Resmi Meluncur, Lengkapi Pilihan di Segmen MPV

Mesin yang sama dengan SUV Wuling Almaz ini menghasilkan daya maksimal 140 HP serta torsi maksimal 250 Nm. Guna mendukung performa dan efisiensinya, Cortez CT Tipe S ini punya dua pilihan transmisi, manual 6-percepatan dan Continuously Variable Transmission (CVT) yang halus dan responsif. Keberadaan perangkat turbo ini membuat performa melonjak tajam tapi konsumsi bahan bakar justru tetap irit.

“Dengan power to weight ratio (PWR) lebih bagus dibanding Almaz, bisa dibayangkan bagaimana performa Cortez Tipe S ini. Media sendiri kan sudah tahu bagaimana performa Wuling Almaz. Tentunya lebih bertenaga di Cortez Tipe S yang bobotnya lebih ringan dari Almaz,” jelas Danang. Malah sebaliknya, katanya, dengan mesin kecil tapi turbo tenaganya justru setara dengan mesin 2.000cc.

Dengan aspek PWR lebih bagus tersebut, dengan sedikit injakan pada pedal gas, mobil sudah ngacir. Ini yang bikin mobil jadi lebih efisien dibanding mesin konvensional,” imbuh Danang. Penyematan mesin Turbo di varian terendah, membuat Wuling Cortez kini lebih fokus pada aplikasi mesin berperangkat induksi tersebut dan menghentikan versi mesin 1.8L non-turbo yang pernah dipasarkan di awal kemunculannya.

Ditambahkan Danang, penggunaan mesin kecil namun bertenaga besar merupakan tren teknologi kendaraan keluarga terutama MPV ke depannya. Kebutuhan konsumen yang butuh kendaraan multifungsi untuk diajak aktivitas keseharian dan akhir pekan, membutuhkan kendaraan dengan kabin luas, mampu memuat beban lebih, mesin bertenaga namun tetap irit.

“Solusinya ya dengan perangkat induksi turbo. Teknologi turbo sekarang lebih mumpuni performanya dibanding sebelumnya. Tak heran kalau kini disematkan pada kendaraan keluarga yang aktivitasnya tinggi. Dengan mesin berkapasitas lebih kecil, tenaganya jauh lebih besar dibanding mesin naturally aspirated (N/A) yang berkapasitas lebih besar,” papar Danang.

Alasan lain terkait tidak dipilihnya kembali mesin 1.8L yang pernah diusung Cortez, Danang menyebutkan kalau pilihan mesin modern dengan perangkat turbo kini sudah paling tepat, efisien, dan minim perawatan layaknya mesin N/A. “Perlakuannya sama saja dengan mesin konvensional. Perangkat turbonya juga kini lebih adaptif dan minim gejala lag yang kerap ditemui di mesin turbo.”

Terkait masih adanya keraguan konsumen akan mesin turbo, terlebih pada imej bahwa perawatannya akan mahal, hal tersebut ditepis Dang. Menurutnya, mirip mesin konvensional, mesin turbo Wuling Cortez justru punya kelebihan karena minim perawatan. Tidak butuh perawatan khusus bila dibanding mobil bermesin konvensional. Kuncinya, menurut Danang, performa mesin akan terjaga dan tidak bermasalah, bila rutin servis berkala di bengkel resmi dan mengikuti petunjuk pemakaian sesuai buku manual.

“Perawatan mesin turbo modern sekarang tidak perlu ritual khusus seperti zaman dulu. Tidak perlu lagi harus nungguin turbonya berhenti atau ‘dingin’ dulu sebelum mematikan mesin. Mesin turbo modern sekarang, bisa langsung matikan mesin. Semuanya sudah diatur oleh si ECU dan perangkat turbo yang cepat melepas panas. Tinggal rutin ganti oli, dan pakai bahan bakar dengan oktan sesuai rekomendasi,” beber Danang.

Selain itu, Cortez CT lebih memilih mesin turbo ketimbang konvensional, terkait pada persoalan pajak yang harus dibayarkan konsumen. Beban konsumen lebih ringan dalam membayar pajak kendaraan karena pajak untuk mesin 1.800cc lebih mahal dari mesin 1.500cc. ““Secara tidak langsung memang pajak yang harus dibebankan ke konsumen itu jadi berkurang, karena untuk mesin di atas 1.500cc akan berbeda hitungan pajaknya,” jelas Danang.

Sejauh ini line-up model Wuling Motors di Indonesia dengan mesin turbo di Indonesia ada dua yakni Wuling Almaz SUV dan Wuling Cortez CT MPV. Sejauh ini menurut Danang, Almaz yang lebih dulu dipasarkan dengan mesin turbo, tidak memiliki masalah berarti yang berujung komplain dari konsumen. “Sejauh ini belum ada keluhan, malah respon konsumen rata-rata puas dan positif. Mereka senang dengan tenaganya dan efisiensinya,” pungkas Danang.

Wuling Cortez Tipe S menawarkan dua pilihan transmisi (CVT dan MT) dan pilihan konfigurasi bangku, serta diniagakan mulai Rp 209.000.000 on the road DKI Jakarta.

 

 

Load More Related Articles
Load More By Octo Budhiarto
Load More In News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *